
Keesokan harinya, satu minggu lagi akan diadakan Festival seni di SMA Garuda, dalam merayakan hari berdirinya sekolah itu. Para siswa dan siswi di sana diharapkan untuk berpartisipasi dalam merayakannya.
Semua anggota kelas kini sedang sibuk membagikan bagian tugas anggotanya agar dapat menyelesaikan persiapan festival secepat mungkin, dan dapat berlatih dengan baik berusaha memenangkan penghargaan di festival yang akan diadakan seminggu lagi.
Festival yang diadakan setahun sekali ini tidak hanya bersifat hiburan semata, namun, Festival ini juga akan dihadiri oleh berbagai anggota keluarga yang berkuasa dan pebisnis yang mencari wajah-wajah baru yang akan direkrutnya.
Selain itu, pemenang Festival ini juga akan mendapat hadiah yang cukup menggiurkan serta sudah pasti para pemenang dari setiap cabang dalam festival ini akan menarik lebih banyak pengusaha yang siap menjadi pendukung mereka.
Dalam festival yang diselenggarakan oleh SMA Garuda terdapat beberapa cabang, yaitu, Seni, dalam cabang ini biasanya akan diadakan pameran lukisan, patung, dan berbagai hal yang berbau seni.
Cabang kedua adalah, Bisnis, dalam cabang ini biasanya perwakilan setiap kelas akan membuat sebuah grup dan membuka sebuah toko dikelas mereka, mereka dapat menjual apapun, mulai barang, hingga jasa, dan pemenangnya ditentukan oleh seberapa banyak laba yang mereka hasilkan.
Cabang ketiga adalah Model, dalam cabang ini tentu saja kecantikan menjadi faktor utama untuk menentukan siapa pemenangnya.
Dan yang terakhir adalah Drama, dalam cabang yang satu ini, peserta diminta untuk menampilkan drama yang seunik mungkin, tentu saja kemampuan Acting akan dinilai disini, namun, cerita yang unik dan menarik adalah poin utama untuk memenangkan pertandingan di cabang yang satu ini.
Kelas XI IPA 1, pak Jamal memasuki kelas, pria paruh baya itu baru saja bertugas menggantikan guru yang sebelumnya mengundurkan diri menjadi wali kelas.
Suasana kelas sunyi, tidak ada seorangpun yang berani berbicara, hingga, pria paruh baya itu mengajukan pertanyaan kepada para anak didiknya itu.
"Jadi, gimana? menurut kalian siapa yang cocok mewakili kelas kita di bidang Fashion show?" Tanya pak Jamal memberikan spidol kepada sekretaris kelas untuk menuliskan nama-nama yang akan mewakili kelasnya.
__ADS_1
"Arga pak!!!" Sorak seluruh anggota kelas serempak, Arga tersentak, pria itu membulatkan matanya tidak percaya dengan apa yang baru didengarnya, bagaimana bisa mereka menunjuk orang lain dan bukannya mengajukan diri mereka sendiri?. bukankah itu sangat tidak tidak bertanggung jawab?.
"Oh, yaudah, tulis, Fashion show, Arga, Arga siapa nama kamu?" Tanya pak Jamal mengerutkan dahinya lupa dengan nama pria itu yang cukup sulit untuk diingat.
"Argalixint Triader Deaniol pak, nomor absen ketiga," Jawab pria berambut hitam itu tersenyum kecut berpikir apakah namanya sesulit itu untuk diingat.
"Oh, iya itu, terus, yang cewek siapa?" Tanya pria paruh baya itu lagi, dan dengan cepat segerombolan wanita menjawab dengan lantang.
"Klara pak!!!" Seru beberapa gadis lantang membuat pak Jamal hampir melayangkan penghapus papan tulis ke mulut mereka.
"Oh, siapa?" Tanya pak Jamal dengan nada seakan menggantung kalimatnya, dan dengan cepat gadis-gadis itu kembali menjawab dengan jawaban yang sama.
"Klara pak!" Jawab gadis-gadis itu lagi, namun mereka langsung bungkam setelah mendengar ucapan pria paruh baya itu setelahnya.
"Eum, pak? Jadi perwakilan yang cewek, Klara?" Tanya Indira yang adalah sekretaris di kelas itu.
"Oh, ada yang mau mengajukan diri? Selain Klara?" Tanya pak Jamal tampak kurang puas bila Klara menjadi perwakilan kelasnya.
Seorang gadis berambut pirang mengangkat tangannya mengajukan diri, semua orang mengarahkan pandangan kepadanya, antara heran, kagum dan kasihan.
Heran kenapa gadis itu berani mengajukan dirinya setelah Klara yang mengumumkan bahwa ia ingin berpartisipasi, kagum karena gadis itu sangat berani melawan orang yang mungkin lebih kuat darinya, dan kasihan karena gadis itu mungkin akan mendapatkan masalah karena mengusik Klara yang cukup. kejam dengan orang-orang yang tidak disukainya.
__ADS_1
"Saya pak," Ucap Eiza mengangkat tangannya, mengajukan diri sebagai perwakilan Kelas di cabang Fashion show. Pak Jamal mengangguk, dan dengan cepat sekretaris menuliskan nama gadis itu di papan tulis sebagai perwakilan kelas.
Beberapa jam berlalu hanya untuk menentukan para perwakilan kelas dan apa yang akan mereka tampilkan di festival minggu nanti, dan kini adalah pembagian peran dalam cabang drama yang wajib diikuti oleh seluruh anggota kelas.
Pembagian peran ini dilakukan dengan cara mengundi peran apa yang didapat, para anggota kelas akan secara bergiliran mengambil sebuah kertas yang di dalamnya tertulis peran atau tugas apa yang didapat olehnya, dan setelah membaca kertas itu mereka harus mengatakannya pada sekretaris agar ia dapat menuliskannya di papan tulis.
Drama yang akan mereka mainkan adalah Cinderella, dan tidak pemerannya benar-benar ditentukan secara acak, tidak peduli siapapun yang memerankannya, keputusan itu sudah bulat dan tidak dapat diganggu gugat.
Undian ditentukan sesuai barisan tempat duduk para anggota kelas, kini adalah giliran Eiza, gadis berambut pirang itu mengambil selembar kertas dari dalam kotak yang disuguhkan kepadanya dan ternyata ia mendapatkan tugas sebagai penata busana para pemain.
Maka, gadis itu harus menyiapkan segala kebutuhan, mulai dari gaun hingga riasan dan wig para pemain drama.
Jantung Arga berdebar kencang, ini adalah gilirannya memilih, hanya tersisa lima lembar kertas di dalam kotak, peran yang pantas untuk seorang pria yang tersisa hanya peran sebagai pangeran, namun, entah mengapa perasaannya tidak enak.
Kemungkinan pria itu mendapatkan peran sebagai pangeran adalah 20%, itu adalah jumlah yang cukup banyak, namun, akankah pria itu benar-benar mendapat peran sebagai pangeran?.
**Deg**!
Jantung Arga seakan berhenti berdetak saat ia membaca kertas yang dipilihnya. 'Cinderella', dari sekian banyak peran dalam cerita Cinderella, entah mengapa pria itu malah terpilih sebagai Cinderella, sedangkan peran sebagai pangeran didapatkan oleh Erox yang mendapat giliran terakhir untuk memilih kertas.
Maka, pembagian peran dalam drama yang akan diadakan seminggu lagi telah selesai dengan hasil pemilihan yaitu, Arga sebagai Cinderella, Erox sebagai pangeran, Jean sebagai ibu tiri, Lior sebagai saudara tiri Cinderella, dan Elan sebagai ibu peri.
__ADS_1
Begitulah harga diri Arga terasa diinjak-injak karena memerankan Cinderella yang adalah seorang wanita dan akan selalu disiksa oleh ibu dan saudara tirinya yang diperankan oleh Jean, yaitu teman bertengkarnya selama ini.
"Gimana kalau dramanya ditukar jadi Sleeping Beauty? Jadi menurut susunannya, Jean bakal jadi penyihir, dan kalah sama pangeran?" Tanya Eiza berusaha menghibur Arga, namun usul itu langsung ditolak oleh Erox yang tidak sudi mengorbankan First Kissnya untuk alasan konyol seperti drama festival di sekolah.