
Keesokan harinya, Senin 17 Oktober 2022, hari ini seperti biasanya, Arga beserta keempat temannya kini sedang bersip-siap untuk berangkat ke sekolah, Ana telah memanggil salah satu bawahannya untuk menjadi Baby sitter Leo dan Lion sementara dirinya bekerja.
Demi menjaga rahasia keluarga, Baby sitter yang dipakai di keluarga Deaniol haruslah termasuk orang dalam, selain untuk menjamin keselamatan si kembar, itu juga dilakukan agar tidak ada seorang asing pun yang dapat memasuki wilayah mereka.
Karena bagaimanapun juga, terlalu berbahaya jika membiarkan orang asing dengan mudahnya mendekati wilayah mereka, bahkan kehadiran Eiza juga sempat dicurigai sebagai mata-mata pihak musuh yang sengaja mendekati Arga untuk masuk ke wilayah mereka.
Namun, untuk sekarang, Ana masih tidak menemukan bukti dan hal-hal mencurigakan yang dilakukan oleh gadis itu, karenanya, untuk sementara gadis itu dinyatakan tidak menjadi ancaman bagi mereka, dan tidak akan disingkirkan.
"Sayang, kita sekolah dulu ya? Kalian baik-baik sama kakak cantik yang bakal jadi Baby sitter kalian ya?" Ucap Jean mengecup lembut pipi kedua keponakannya.
"Jangan cium-cium ih! Ntar kebod*han lo nempel ke mereka," Ucap Lior mendorong wajah Jean menjauh dari si kembar.
"Paan sih lo! Syirik bener!" Sergah pria itu menatap Lior dengan tatapan mengejek.
Arga, pria berambut hitam itu menyentuh tangan si kembar dengan telunjuknya, yang langsung di genggam oleh kedua bayi itu. Pria itu tersenyum hangat lalu mencium lembut pipi keduanya.
"Arga berangkat sekolah ya?" Ucap pria itu masih canggung ingin menyebut dirinya sendiri sebagai apa.
Jika mengikuti kenyataan bahwa ia adalah pria yang menemukan bayi itu, tentu saja ia akan mengajukan dirinya sebagai ayah si kembar, namun, bagaimana bisa ia melakukan itu sedangkan ia juga yang akan menyerahkan mereka ke panti asuhan?.
...****************...
Sekolah, XII IPA 1. Arga, sesampainya pria itu di kelas, pria itu langsung disambut hangat oleh Eiza yang sedari tadi menunggu kedatangannya.
__ADS_1
"Gimana sama si kembar?" Tanya gadis berambut pirang itu tampak sangat bersemangat membahas apa saja yang dilakukan oleh bayi-bayi yang ditemukannya.
Eiza, gadis itu sempat berpikir untuk merawat bayi-bayi itu sendiri, daripada memberikan mereka ke panti asuhan, namun, bagaimanapun juga, gadis itu hanyalah seorang siswi SMA biasa, ia mungkin memiliki cukup uang untuk membiayai kehidupan mereka, namun, tentu saja ia tidak memiliki cukup banyak waktu untuk itu.
Dan pada akhirnya, gadis itu hanya dapat menyerahkan semua keputusan di tangan Ana, dan menerima apapun yang terbaik menurut wanita itu.
"Hmm, mereka baik-baik aja, walaupun kadang suka nangis ditengah malam, tapi semuanya wajar kok," Jawab Arga meletakkan tasnya di kursi lalu duduk di mejanya.
"Kalo sekangen itu sama mereka, kenapa gak mampir aja?" Tawar Lior kepada gadis itu.
Mata Eiza berbinar, gadis itu tampak sangat senang dan memang menantikan tawaran itu keluar dari mulut salah satu dari kelima pria yang duduk berdampingan dengannya itu.
Eiza mengangguk setuju, gadis itu kini sudah tidak sabar menunggu bel pulang dan pergi menemui bayi-bayi lucu yang sangat dirindukannya. Namun, siapa sangka akan terjadi hal tidak terduga tentangnya hari ini di sekolah?.
Karena, hal itu dapat dianggap melanggar aturan oleh anggota OSIS yang menjadi CCTV berjalan di sekolah ini.
Beberapa menit telah berlalu sejak gadis itu menunggu Elda di dalam kelas, namun, gadis itu tidak kunjung datang. Eiza bangkit dari duduknya dan berjalan keluar kelas untuk melihat apakah ada sesuatu yang terjadi pada Elda hingga tidak dapat menemuinya.
Dan benar saja, terdengar suara kegaduhan di tangga menuju lantai tiga tempat Eiza berada, itu adalah Elda, gadis itu tampak bingung menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh gadis-gadis yang biasanya mencoba mendekati Arga.
Eiza yang melihat hal itu langsung berjalan mendekati Elda bermaksud untuk membawa keluar gadis itu dari kerumunan orang-orang yang mengajukan pertanyaan padanya, namun, justru gadis itu yang kini terperangkap di dalamnya.
"Katanya lo punya bayi ya?!"
__ADS_1
"Dan lo maksa keluarga Arga buat ngurus bayi lo?"
"Itu beneran bayi lo? Sama siapa? Bukan Arga 'kan?"
Berbagai pertanyaan diajukan oleh gadis-gadis itu dengan kata-kata tajam, Eiza mencoba menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi kepada mereka, namun, tidak ada seorangpun yang mau mendengarnya.
Bahkan, Elda yang selalu membelanya kini bungkam, gadis itu sama sekali tidak mendapat kabar bahwa di keluarga Deaniol telah kedatangan bayi apapun itu.
Jika Eiza bahkan tidak pernah memberitahunya hal sepenting itu, maka, untuk apa ia berusaha membantu menjawab semua pertanyaan ini?. Itulah yang dipikirkan Elda sebelum gadis berambut pirang itu lelah, dan mulai mengeluarkan durinya.
"Ha? Kenapa kalian gak jadi penulis novel aja? Soalnya sayang bakat ngarang kalian disia-siakan," Ucap Eiza singkat, padat, dan menusuk tajam di hati.
Gadis-gadis itu bungkam, dan secara tidak sadar langsung membuka jalan disaat Eiza berjalan mendekat menarik Elda keluar dari kerumunan mahluk-mahluk tidak berguna itu.
Manusia adalah mahluk yang lemah, karena itu mereka hidup berkelompok, semakin kuat seseorang, maka semakin enggan pula ia untuk bergantung kepada orang-orang yang lebih lemah darinya.
Setidaknya itulah kata-kata Arga kepadanya saat mengatakan bahwa ada sekelompok gadis-gadis yang mengganggunya beberapa minggu yang lalu, dan kini Eiza merasa bahwa ucapan Arga tidak sepenuhnya salah, bahkan, ucapan pria itu memang benar adanya.
Gadis itu tidak perlu takut, saat sekelompok orang mengusiknya yang sendirian, karena jika mereka datang berkelompok, itu tidak lebih karena mereka takut dan tahu bahwa mereka tidak mampu menghadapimu sendirian.
Namun, tentu saja itu berbeda jika lawanmu adalah sekelompok orang diluar wilayah sekolah, dunia ini tidak seindah novel, jika lawanmu adalah sekelompok orang bersenjata di dunia nyata, tentu saja kamu harus menelfon polisi atau melarikan diri.
Dirimu bukanlah pemeran utama sebuah novel dimana saat kamu sekarat, akan muncul sebuah sistem yang membuatmu menjadi sangat kuat, atau kamu bukanlah seorang pemeran utama sebuah novel, dimana saat kamu mati, kamu akan bereinkarnasi menjadi sosok yang jauh lebih kuat.
__ADS_1
Di dunia nyata, saat kamu sekarat, kamu akan dilarikan ke rumah sakit, dan saat kamu mati, tentu saja kamu akan masuk ke alam Barzah untuk ditanyakan oleh malaikat, siapa Tuhanmu, agamamu, Nabimu, dan berbagai pertanyaan lainnya.