
Minggu, 23 Oktober 2022, Arga dan keempat temannya kini sedang asik menemani si kembar yang sudah mulai bisa diajak bermain, Leo yang lebih aktif dari Lion kini sudah dapat menggenggam mainan yang diberikan padanya, namun, tentu saja ia masih kaku dalam hal itu.
Terkadang saat Leo menggenggam mainannya ia akan menangis karena tidak dapat melepaskan mainannya, bagaimanapun kekuatan tangannya masih lemah, lain hal dengan Leo, Lion yang tertarik dengan mainan berwarna-warni yang ditunjukkan oleh kakak-kakaknya hanya dapat menggerakkan matanya mengikuti mainan-mainan itu.
Entah mengapa, perkembangan motorik Lion terlihat sedikit lebih lambat dari Leo, namun, menurut Ana itu adalah hal yang normal pada bayi kembar, dan melihat tentang berapa cepat Leo tumbuh dibandingkan Lion, sepertinya Leo adalah kakak dan Lion adalah adik.
"Guys, kalian tau gak, ada virus yang lebih bahaya dari Corona?" Tanya Arga memulai percakapan.
"Tau, Virus kebodohan 'kan?" Jawab Jean asal.
Arga menggeleng, dan karena merasa bahwa teman-temannya tidak ada yang tahu, pria itu pun memiliki ide untuk meramaikan suasana canggung diantara mereka.
"Gimana? Ada yang tau gak? Yang tau entar jadi papanya si kembar, gue yang minta ijin ke Mama, Mama 'kan pengen banget punya cucu, jadi beliau pasti gak masalah dong, kalo salah satu dari kita jadi papa si kembar," Ucap Arga memberikan tawaran yang sangat menggiurkan kepada teman-temannya.
"Wah, serius lo? Eh, tapi, kalo salah satu dari kita jadi papa si kembar, yang jadi mamanya siapa?" Tanya Jean yang tumben-tumbenan kemampuan otaknya ia gunakan.
"Itu urusan belakangan! Ini aja dulu, gimana tau gak?!" Jawab Arga sepele dan langsung membawa keempat temannya kembali ke topik utama mereka.
__ADS_1
"Virus apa yang lebih bahaya dari Corona?" Tanya Jean kebingungan, pria itu tidak mengerti mengenai virus, karena tentu lebih mudah menggunakan racun untuk membunuh seseorang, daripada menggunakan virus yang baru akan bekerja dalam waktu cukup lama.
"Itu, virus ijo yang di pilem 'Krish' gak sih?" Tanya Elan sedikit ragu-ragu, namun, menurutnya jawabannya tidak salah, didalam film itu virus yang dimaksud oleh Elan benar-benar berbahaya. (Ada yang pernah nonton? Kalau pernah, selamat, selera Bollywood anda sangat cocok dengan Elan dan Ana)
" Cairan tulang belakang Beast Titan punya Zake?" Tanya Lior mengeluarkan ilmu yang didapatnya dari menonton anime, ya, itu sangat bermanfaat sekali bagi dunia ini, namun, pria itu harus sadar bahwa sekeras apapun usahanya, ia tidak dapat menjadi anime.
"Salah woi! Yang satu jamet, keseringan main sama mama jadi ketularan suka Bollywood, eh, yang satunya lagi Depresi sampe cape jadi manusia, pengen jadi anime, kalo si Jean sih, Tol*l, gak usah diajak,"
"Ok, terakhir nih, Rox, denger kata gue, lo gak boleh ketularan ketolo*an mereka, lo anak baik soalnya, ok? Virus apa yang lebih berbahaya dari Corona?" Tanya Arga meletakkan harapan terakhirnya kepada Erox.
Arga, pria berambut hitam itu telah memberikan tanggung jawab yang sangat besar kepada Erox, yaitu harapan terakhir untuk menentukan, apakah diantara kelima pria itu hanya dirinya yang masih normal, atau juga ada satu pria diantara tumpukan mahluk tidak berguna itu yang dapat menemaninya mempertahankan kewarasan mereka.
"You're right! Jawabannya virus kelaparan, dan vaksinnya adalah makanan, kayak kata Erox, virus ini membunuh jutaan orang setiap tahunnya," Ucap Arga menepuk pundak pria berambut kemerahan itu, memberi selamat kepadanya.
"Tapi gak ada orang yang membahas hal ini, karena virus ini gak membunuh orang-orang kaya," Timpal Jean memulai percakapan yang tadinya hanya menjadi sebuah permainan sebagai sebuah diskusi.
"Ya, dunia memang kejam, walaupun vaksin untuk virus separah ini tergolong murah, tapi tetep aja cuma segelintir orang yang bersedia melihat kebawah untuk membantu mereka,"
__ADS_1
"Jangankan di negara orang, bahkan di negara kita sekalipun, juga banyak rakyat kecil yang berjuang mati-matian cuma untuk sesuap nasi, bahkan banyak orang tua yang sudah renta, harus berjuang keras untuk makan, karena anak-anak yang sudah tidak mengingatnya saat mereka sukses,"
"Gue pernah liat VT orang yang memberikan sedekah dan bantuan untuk orang-orang yang sulit, tapi malah dihujat dengan kata-kata 'sedekah harusnya jangan dipamerin di sosmed' positif thinking aja, bukan niat pamer, tapi mungkin mereka cuma mau ngingetin kita bahwa ada orang dibawah kita,"
"Orang jaman sekarang keseringan makan micin jadi banyak lupanya, banyak orang yang merasa bahwa diri merekalah yang paling sial di dunia ini, merasa paling sulit, sampai akhirnya Depresi dan bunuh diri, sedangkan mereka gak pernah menoleh kebawah dan melihat bahwa ada orang-orang yang jauh lebih sulit darinya. Makanya mereka mengingatkan kita untuk melihat kebawah dan ikut membantu,"
"Semua orang punya masalahnya masing-masing, Allah gak bakal memberikan masalah diluar kemampuan hambanya, namun, terkadang sang hamba tidak menjalankan masalah itu bersama Tuhannya, dan malah dengan bodohnya menanggung semua itu sendiri. Sehingga, ia merasa masalah itu terlalu berat dan Depresi bahkan sampai mengakhiri hidupnya,"
"Lantas, setelah mengakhiri hidupnya apakah masalahnya akan selesai? Tentu saja tidak, apa yang akan dikatakannya saat bertemu Tuhannya? Bukankah ia tahu bahwa seorang hamba yang mengakhiri hidupnya dengan sengaja hanya akan ada satu akhir baginya, yaitu Neraka?"
"Dan bukankah ia tahu bahwa jika ia adalah wanita, maka ia akan membawa ayah, kakak laki-laki, dan adik laki-lakinya untuk ikut bersamanya?Nah, itu masih dosa bunuh diri? Bagaimana jika ia melakukan hal lain seperti mabuk-mabukan, bahkan hingga berzina?"
"Eh, tapi kalo hari kiamat nanti kita orang muslim gak bakal liat 'kan?" Tanya Jean merusak diskusi yang sudah sangat rapi dan terstruktur mereka.
"Eh iya! Enggak deh kayaknya, soalnya kita yang muslim bakal meninggal waktu dukhan ya 'kan? Atau waktu Allah tiupkan angin dingin yang nembus sampai tulang?" Jawab Lior masih ragu-ragu dan tanpa sadar kini topik diskusi mereka telah berubah beberapa kali, yang awalnya membahas virus kelaparan, lalu dosa bunuh diri, dan kini sedang membahas tentang hari akhir.
"Eh, angin dinginnya nembus sampai tulang? Bukannya itu cuma dirasain sama orang kafir? Kalo kita kaum muslim rasanya cuma kayak dingin biasa, soalnya waktu itu kita tidur, ditiupkan angin itu, terus langsung join akhirat, kalo orang kafir mereka gak meninggal,"
__ADS_1
"Ohh, Alhamdulillah dong kalo kayak gitu, tapi Allah 'kan memang sayang banget sama hambanya, apalagi yang beriman," Ucap Arga mengakhiri topik diskusi mereka pada hari ini, karena tidak ingin membangunkan si kembar yang sudah tertidur.