
Seminggu setelahnya, Rabu, 12 Oktober, 2022, hari ini adalah hari perayaan festival yang telah disiapkan oleh seluruh siswa-siswi SMA Garuda dengan sepenuh hati, Kios-kios kecil bertebaran di sepanjang jalan menuju gedung sekolah, dan taman-taman sekolah dihiasi dengan berbagai ornamen pesta.
Kelas XI IPA 1, kelas yang menjadi tanggung jawab pak Jamal ini, membuka beberapa kios kecil hasil inisiatif beberapa siswanya yang membuat beberapa kelompok hendak membuka kios kecil sebagai batu loncatan mereka untuk memulai karier di dunia bisnis, dan Arga juga termasuk salah satu diantara mereka.
Arga, pria itu bersama keempat sahabatnya membuka sebuah kios yang menjual beraneka ragam replika senjata api, pesawat, kapal, dan bom yang sering digunakan dalam persiapan perang.
Mungkin, bagi beberapa orang itu terlihat seperti sebuah mainan, namun, itu adalah replika yang memuat seluruh bagian senjata aslinya dengan sangat akurat, dan bukan hanya itu, replika itu telah didesain dengan alat penyadap yang sangat kecil hingga sulit dilihat di dalamnya.
"Gue masih gak ngerti kenapa kita harus ngeluarin barang semahal ini cuma buat kios kecil di festival sekolah," Ucap Jean mengangkat salah satu replika senjata api, hendak meletakkannya di meja pajangan.
"Lakuin aja sih, karena semua yang dibilang Mommy bener," Jawab Erox tidak berhenti mengunyah Siomay yang diberikan salah seorang pengagumnya beberapa waktu lalu.
"Auk tuh! 'kan Mommy udah bilang tadi malam, buat nangkap seekor Hiu, kita butuh umpan yang lebih spesial dari cacing," Timpal Lior setuju dengan ucapan Erox.
"Tck! Rox! Lo cuma ngasih Lior?! Gue juga mau woi!" Cicit Jean iri dengan Lior yang selalu mendapat bagian bila Erox diberikan makanan oleh seseorang.
"Pemberian orang gak sopan kalo kita kasih ke orang lain," Tolak Erox tidak ingin membagi makanannya dengan Jean, membuat pria itu hanya dapat mendengus kesal.
Beberapa menit setelahnya, Lonceng di menara jam berbunyi, menandakan festival dimulai, itu adalah lonceng yang hanya berbunyi dia kali dalam setahun, yaitu saat pembukaan festival perayaan dibangunnya SMA Garuda, dan dimalam hari. saat Festival selesai.
__ADS_1
Gerbang sekolah dibuka, dan para tamu undangan berbondong-bondong memasuki sekolah, para pebisnis telah memasuki sekolah sejak tadi bersama dengan para murid, karena mereka diundang khusus oleh pihak sekolah, bahkan sekolah menyediakan kamar khusus untuk para pebisnis di sebuah hotel milik salah seorang pemegang saham sekolah ini.
Kios-kios mulai dibanjiri oleh pelanggan, kecuali kios Arga yang ditinggalkan orang-orang yang tertarik dengan replika senjata di kiosnya, namun mundur setelah melihat harga dari replika-replika itu.
"Aih, gue gak ngerti sama orang-orang disini, ya kali nawar replika secanggih ini sampe titik diluar nalar!" Eluh Jean melemparkan tubuhnya ke sofa.
"Ya wajar 'kan, kalo ada satu dua pembeli yang mungkin ngerasa harga yang kita tawarin terlalu mahal, jadi wajar aja kalo mereka nawar harganya," Ucap Arga menjelaskan situasi yang kemungkinan dialami oleh seorang pelanggan, karena ini bukanlah pertama kalinya ia membuka sebuah kios.
Pria berambut hitam itu pernah menyamar menjadi seorang pebisnis dan membuka beberapa restoran yang jauh lebih besar dari kios yang sekarang dijaganya.
"Iya, memang wajar pelanggan nawar, tapi nawarnya juga harus mikir penjual! Masa harga replika pesawat perang 16 jutaan ditawar 50 ribu sama ibuknya! kalo beli mainan anak-anak iya, 50 ribu dapet pesawat! tapi plastik buk! 16 juta itu juga udah murah banget buat replika sedetail dan sebesar ini!" Ucap Jean menjelaskan situasinya.
"Obral pantatmu! Semakin lama umur barang bagus itu, harganya makin mahal, karena dianggap makin antik! lagian ya, harga miniatur pesawat tempur yang detail dan ukurannya jauh dibawah replika di kios kita aja sampe enam jutaan, ya kali replika ini gua jual 50 ribu! Apa kata dunia?! Itu bisa dianggap tidak menghargai pengrajinnya!" Tukas pria itu menolak mentah-mentah ucapan pria di depannya.
"Udah, udah! lagian target kita bukan undangan biasa, tapi salah satu dari tamu VVIP di sekolah, jadi tolak semua tawaran orang-orang yang beli replika di sini," Jelas Arga menghentikan perdebatan teman-temannya yang mungkin akan terus berlanjut hingga besok.
"Ok, gue sama Erox duluan ya, kalian jaga kios, ingat yang gue bilang! jangan jual sama orang lain kecuali orang yang ada difoto dari Mommy tadi malam!" Sambung pria itu berlari menjauh dari kios bersama Erox.
"Kita mau kemana?" Tanya Erox ditengah perjalanannya bersama Arga, namun, belum. sempat Arga menjawab pria itu seorang gadis berambut coklat menghentikan mereka.
__ADS_1
"Erox! ini jajan buat kamu, lagi sama temennya ya?" Sapa gadis itu memberikan sebuah roti isi kari kepada Erox.
"Oh, iya kenapa?" Tanya Arga mewakili Erox yang hanya menerima makanan dari gadis di depannya.
"Eum, enggak sih, tadinya aku mau ngajak Erox buat beli lebih banyak jajan," Jawab gadis itu menundukkan wajahnya yang tampak memerah.
"Oh, yaudah bawa aja gapapa," Ucap Arga dengan cepat memberikan tangan temannya itu kepada gadis yang baru saja ditemuinya.
"Nah, denger ya Rox, jangan bandel-bandel, lo mau makan jajan enak 'kan? Tapi inget, abis makan langsung balik, soalnya ntar malem kita main drama," Jelas Arga seakan sedang mengajari anaknya.
Erox mengangguk dan mengacungkan jempolnya tanda mengerti, lalu dengan patuh mengikuti gadis yang menggandeng tangannya pergi membeli berbagai makanan enak yang ia rencanakan akan ia bagi kepada Arga, Lior dan Elan.
Lain hal dengan Erox, Arga yang dengan mudahnya menyerahkan temannya kepada orang tidak dikenal kini berjalan dengan senyum ceria mencari seorang gadis yang belum dilihatnya sejak pagi tadi.
"Eiza, lo buka kios juga?" Sapa pria itu kepada gadis berambut pirang yang tampak sedang menjaga sebuah kios ditemani oleh seorang temannya.
"Iya, gue buka kios kecil buat jual beberapa pakaian yang gue beli baru-baru ini, karena harganya murah jadi tanpa sadar gue beli kebanyakan," Jawab gadis itu menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal.
"Oh, lo jualan sama temen! Eh! Kok lo disini!!!" Ucap Arga kaget saat mengetahui teman yang menemani Eiza membuka kios adalah Elda Archy Alyskie yang adalah sepupunya.
__ADS_1
"Apaan! Gue yang harusnya nanya! Ngapain lo disini!!!" Sergah Elda yang memang cukup sulit akur dengan Arga karena pria itu mengetahui kelemahan terbesarnya. Ya, gadis berambut pirang sebahu itu menyukai Erox sejak saat ia masih kecil hingga sekarang.