
Keesokan harinya, hari ini dan selama seminggu kegiatan pembelajaran di SMA Garuda akan diliburkan dan diganti dengan persiapan dalam mengadakan festival yang akan diselenggarakan beberapa hari lagi.
Kelas XI IPA 1, sekarang para anggota kelas sedang sibuk dengan tugasnya masing-masing, begitu juga dengan Arga yang sedang berlatih memerankan dan menghafal dialog drama yang akan ia mainkan.
"Ok, skip dulu buat 'ngafalnya, sekarang kita latihan dansa dulu! ayok buat kalian yang berperan jadi bangsawan di pesta dansa, dan buat Arga sama Erox juga!" Ucap Indira yang bertugas melatih para pemain drama yang akan dibawakan kelas mereka.
"Oh? kita sebenarnya pernah latihan dansa sih, jadi kayaknya gak perlu lagi," Sela Erox tidak bergerak dari tempat duduknya yang dipenuhi berbagai jenis makanan dari gadis-gadis yang berusaha mendekatinya.
"Hmm, karena kalian pernah latihan dansa, kalo gitu harusnya kalian bisa bantuin gue buat ngajarin yang lain 'kan?" Tanya Indira membuat Arga berdecak kesal, menyesali ucapannya.
"Tch! Harusnya tadi gue gak bilang pernah latihan dansa," Gumam pria itu bangkit dari duduknya mendekati gadis berhijab yang memanggilnya.
"Gue pernah latihan dansa, tapi gue selalu ambil bagian yang cowok, jadi gue gak bisa dansa bagian yang cewek, dan, mungkin etiket nya juga hancur banget," Ucap Arga mengangkat tangannya, berharap ia akan digantikan oleh orang lain.
"Oh? Gue bisa dansa bagian cewek, bahkan etiket nya juga, sini gue ajarin," Jawab Jean tersenyum jahat, membuat Arga bergidik ngeri melihatnya.
"Gak, gak usah, gue bisa sendiri, ntar gua minta diajarin mama aja," Ucap pria berambut hitam itu menolak tawaran pria di depannya mentah-mentah.
Orang-orang yang mendengar perkelahian kecil antara Arga dan Jean tidak berhenti tertawa, suasana kelas itu pun menjadi ramai dan sangat ceria, kedatangan Jean bagai musim semi setelah musim dingin di sekolah yang penuh tekanan bisnis itu.
Bahkan bagi Arga, Jean adalah sosok kakak yang tidak tergantikan, karena dibalik keceriaannya, Jean memiliki segudang masalah dan selalu menjadi pendengar yang baik untuk setiap masalah adik-adiknya.
"Pemain drama yang lagi senggang sini! kita ukur badan buat bikin kostum!" Seru seorang pria yang memunculkan kepalanya dibalik tirai yang digunakan untuk menjadi penghalang disaat para pemain mengukur ukuran pakaian mereka.
__ADS_1
Para pemain drama satu persatu masuk ke balik tirai mengukur ukuran pakaian mereka, dan kini adalah giliran Arga, di dalam tirai terlihat ada banyak gadis yang menjadi panitia untuk busana para pemeran dalam drama, namun, semuanya tampak sibuk, hingga seseorang menarik ujung lengan kemeja pria itu.
"Sini, ditempat gue lagi kosong," Ucap seorang gadis berambut pirang menarik Arga ke tempatnya.
Arga, pria berambut hitam itu berdiri mematung manakala Eiza melingkarkan tangannya ke pinggang Arga untuk mengukur pinggul pria itu, jantung Arga berdetak kencang, pria itu menahan nafasnya khawatir Eiza dapat mendengar suara detak jantungnya yang tak karuan.
Waktu seakan berhenti berputar saat Arga dan Eiza hanya berjarak beberapa milimeter. Jantung pria itu berdetak sangat kencang, cukup kencang hingga seakan semua orang yang berada di balik tirai itu dapat mendengarnya.
Namun, ternyata yang jantungnya tidak dapat dikendalikan bukanlah pria itu saja, melainkan gadis yang menjadi penyebab jantungnya menggila juga mengalami hal yang sama.
"Co-coba balik badan, se-sekarang gue mau ukur lebar bahu lo," Ucap Eiza buru-buru berdiri dan menutup wajahnya yang tampak memerah.
Bukan hanya Eiza, wajah Arga kini juga telah memerah, bahkan telinga dan bagian belakang lehernya juga ikut merona, membuat Eiza yang melihat hal itu berfikir bahwa pria itu demam dan akhirnya memutuskan untuk mengeceknya dengan memegang tengkuk pria itu yang tampak memerah.
Arga Reflek berbalik dan menepis tangan seseorang yang berani menyentuh bagian sensitifnya, membuat Eiza yang kaget kehilangan keseimbangan dan akhirnya terjatuh.
**Bruk**!
Arga yang berusaha menangkap Eiza berakhir terjatuh dan kini telah berada di atas tubuh gadis itu, dengan tangan kirinya yang berada dibawah kepala Eiza berusaha melindungi kepala gadis itu dari benturan lantai dan tangan kanannya yang menopang tubuhnya agar tidak menimpa gadis yang kini berada tepat di bawah tubuhnya.
Manik mata mereka bertemu, namun, pikiran pria itu kosong, tidak dapat memikirkan apapun, hingga beberapa detik setelahnya, wajah pria itu memerah, otaknya telah kembali bekerja dan hal pertama yang dilakukannya adalah menyingkir dari gadis itu secepat kilat.
"So-sorry, gue gak tau kalo itu tangan lo," Ucap Arga memegangi pundaknya canggung, tanpa berani menatap gadis di depannya.
__ADS_1
"I-iya, gue juga, sorry, harusnya gue gak asal nyentuh lo, ta-tangan lo gapapa? tadi lo pake buat nahan kepala gue 'kan?" Tanya gadis itu memalingkan wajahnya juga tidak berani menatap pria itu.
Keduanya berada dalam suasana yang sangat tidak mengenakkan beberapa menit, Satu-satunya hal yang mereka lakukan hanyalah tersipu dan tenggelam dalam pikirannya sendiri, hingga seseorang masuk dan menghampiri mereka.
"Udah selesai? Gue juga mau diukur" Tanya Erox menepuk pundak Arga dengan tangan kirinya, sementara tangan kanannya memegang bakso bakar yang diberikan oleh seorang gadis kepadanya.
"Oh, iya udah selesai 'kok," Jawab Eiza tersenyum canggung, yang dibalas dengan tatapan bingung dari pria itu.
"Ga, lo keluar 'kan? Duduk di meja gue ya? jagain jajan gue yang di atas meja, nanti gue kasi satu, tapi jangan kasi bang Jean ya?" Pinta pria berambut kemerahan itu kepada Arga, khawatir makanannya akan dicuri oleh Jean.
Arga mengangguk, lalu dengan terburu-buru pria itu keluar meninggalkan gadis berambut pirang itu dengan temannya.
...****************...
Sedikit tentang Wolkie Erox Gaxandara, anggota termuda kedua setelah Arga ini sangat cocok untuk gadis yang menyukai pria dengan kepribadian manja seperti anak Anjing.
Pria berambut kemerahan ini memiliki pikiran yang cukup sederhana, 'wanita yang memberikannya makanan enak untuk dimakan adalah wanita yang baik', bahkan jika kamu beruntung ia akan mengizinkanmu mengelus kepalanya jika kamu memberikannya sesuatu yang benar-benar disukainya loh!.
Sedikit bocoran, Erox menyukai makanan pedas, dan untuk cemilan, ia menyukai makanan manis dan juga asam diwaktu bersamaan.
Makanan Indonesia yang paling ia sukai adalah Sate padang, ya, pria ini memiliki makanan kesukaan yang sama dengan Elan, sepupunya.
Walaupun pria ini menganggap semua wanita yang memberikannya makanan enak adalah wanita yang baik, ini tidak berlaku untuk wanita yang memiliki maksud tertentu loh, karena bayi besar yang satu ini sedikit lebih sensitif dari teman-temannya, ia dapat merasakan hawa tidak nyaman dari orang-orang dengan maksud tertentu kepadanya.
__ADS_1
Dan yang terakhir, karena beberapa alasan tertentu ia cukup sulit untuk akrab dengan seorang pria yang baru dikenalinya, tidak peduli sebaik apapun pria itu kepadanya.