Argeiza

Argeiza
Waktunya belanja!


__ADS_3

Pagi hari, pukul 08:00, Arga kini sedang menunggu ibunya yang sibuk mengurus surat untuk membawa Leo dan Lion pulang, beberapa menit setelahnya, ibunya kini telah kembali dan langsung memintanya untuk membeli berbagai keperluan Leo dan Lion, karena, bukankah pria itu yang meminta agar kedua bayi itu tinggal bersama mereka beberapa hari?.


"Arga, kamu sama yang lain beli semua keperluan bayi ya, mulai dari popok sampai pakaiannya kalian pilih yang paling bagus, pokoknya yang gak bikin iritasi, Mama sama Eiza mau pulang duluan, kasian pacar kamu kecapean," Titah Ana memberikan secarik kertas bertuliskan berbagai keperluan bayi yang harus mereka beli di dalamnya.


Beberapa menit setelah Ana pergi. Arga, pria berambut hitam itu kini sedang melamun memikirkan dimana ia harus membeli semua peralatan ini? Dan bagaimana caranya untuk mengetahui produk mana yang akan mengiritasi kulit bayi?.


"Mau beli dimana?" Tanya Pria itu kebingungan.


Lior menghela nafas, ia tidak percaya bahwa teman-temannya sama sekali tidak mengerti apa yang harus mereka lakukan sedangkan merekalah yang sangat bersemangat untuk menjaga kedua bayi kembar itu.


"Sini, gue kasi tau tempatnya, tapi lo yang nyupir," Ucap pria berambut pirang itu merebut daftar belanja yang dipegang oleh Arga.


Untunglah pria berambut pirang itu pernah mendapatkan tugas untuk menyamar menjadi Baby sitter bayi targetnya yang masih berusia tiga bulan, sehingga ia sudah cukup mahir dalam menjaga ataupun memilih produk terbaik untuk bayi.


...****************...


Toko peralatan bayi, setibanya Arga dan keempat temannya di sana, kelima pria itu langsung disambut ramah oleh pelayan di toko itu, wanita paruh baya itu menjelaskan secara rinci produk-produk yang mereka jual dengan jujur.


Semakin baik harganya, maka semakin baik pula produknya. Itulah satu-satunya hal yang dapat dimengerti oleh Arga dari berbagai penjelasan wanita itu yang sangat panjang.


Lain hal dengan Arga, Lior tampak dengan sangat teliti melihat dan menyentuh sample produk yang diberikan oleh pelayan toko, bagaimanapun juga ini adalah produk yang akan digunakan calon anggota baru keluarga Deaniol, tentu saja ia tidak dapat memberikannya produk yang buruk.


"Jadi, saya mau popok yang ini, botol susu yang di sana, lalu susu yang itu, dan keranjang bayi yang itu, oh, untuk mainannya tolong yang paling aman dan yang mendidik, untuk harga tidak masalah," Jelas Lior menunjuk keberbagai produk dengan tepat dan sangat dapat diandalkan.


"Gimana sama pakaiannya pak?" Tanya pelayan itu menawarkan agar mereka membeli pakaian di sana.


Arga menggeleng, pria itu telah memesan beberapa set pakaian bayi dari tempat langganannya saat menyamar sebagai baby sitter sejak saat mendengar bahwa Arga memiliki bayi.

__ADS_1


Semua sudah dalam perkiraannya, dalam waktu sesingkat itu, tentu saja bayi yang dibawa Arga adalah bayi yang dititipkan seseorang padanya, atau kemungkinan adalah bayi yang dibuang.


"Terus, guna kita berempat di sini apa? Dari tadi 'kan cuma lo yang milih? kita bahkan gak dibolehin pegang," Tanya Jean melipat tangannya di depan dada.


Lior tersenyum licik, pria itu telah menyiapkan sebuah tugas untuk teman-temannya yang tidak berguna, yaitu sebagai asisten yang bertugas membawa seluruh barang belanjaannya.


"Gue jadi gak yakin, yang psikopat lo apa Elan sih?" Tanya Jean setelah diberikan puluhan kantong barang keperluan si kembar untuk dibawanya.


...****************...


Sesampainya di rumah, Arga dan ketiga temannya langsung meletakkan barang belanjaan mereka dan melemparkan diri mereka ke sofa, rasanya sangat melelahkan mengangkat barang-barang sebanyak itu, namun, rasa lelah mereka langsung menghilang saat melihat si kembar yang digendong oleh Mommynya dan Eiza.


"Gak mau gendong?" Tanya Eiza menyerahkan Leo untuk digendong oleh Arga.


Arga terperanjat, bagaimana bisa gadis itu memberikan mahluk sekecil itu padanya? bagaimana jika ia tidak sengaja mematahkan tulang bayi itu?.


"Jean!!!! Jangan di dudukin!!!! itu masih kecil! masih kecil!!!!!" Pekik Lior saat melihat Jean yang mendudukkan Lion di atas pahanya.


"Eh? Tapi biasanya bayi di dudukin gini kok," Ucap pria itu menggaruk kepalanya yang tak terasa gatal.


Lior dengan sigap langsung merebut Lion dari pangkuan Jean, bagaimana bisa pria itu memaksa bayi yang baru berumur seminggu untuk duduk? Syukurlah Lion tampak baik-baik saja, namun, Lior masih khawatir karena bagaimanapun juga bayi diumur sekecil ini sangat rentan.


"Lembek, kecil, lemah, bahkan matanya masih sulit kebuka, tapi kok bisa hidup ya?" Tanya Elan menyentuh tangan Lion dengan jari telunjuknya.


Lion yang tangannya disentuh langsung menggenggam jari telunjuk Elan, itu adalah reaksi umum apabila seseorang menyentuh tangan bayi.


Genggaman tangan kecil Lion terasa sangat lembut, kecil, dan hangat, pria berambut kecoklatan itu menyukainya, Lior tersenyum dan dengan lembut mengajak bicara bayi kecil di pelukannya.

__ADS_1


"Itu om Elan sayang, ganteng 'kan?" Ucap Lior setengah berbisik dengan nada yang sangat lembut.


Lion kecil tertawa seakan dapat mengerti ucapan Lior kepadanya, melihat Lion yang tertawa saat Lior memujinya, entah mengapa hati kecil Elan terasa aneh, wajah pria itu memerah, dan terlukis senyum hangat di wajahnya yang selalu tampak serius.


Semua orang terdiam, mereka masih sulit mempercayai apa yang baru saja dilihatnya, seorang Elan Madava Aksara tersenyum karena seorang bayi kecil?.


Mungkin ini adalah senyum pertama pria itu di tahun ini, suasana ruang tamu itu menjadi sangat hangat, kedatangan si kembar mungkin tidak disambut baik oleh keluarganya, namun, mungkin saja mereka akan menemukan keluarga baru di rumah ini.


...****************...


Teater kecil Jean dan kawan-kawan!!!


"Gak terasa, kita udah jadi om-om ya?" Ucap Jean merenungi nasibnya sambil berbaring di atas kasur.


"Hmm, mau gimana lagi, umur kita juga udah gak muda lagi," Timpal Lior yang tumben-tumbenan selaras dengan pemikiran Jean.


"Rambut lo juga udah putih dikit," Tambah Arga melemparkan tubuhnya keatas kasur setelah selesai berganti baju.


"Ini karena gue cat, tapi 'kan, gue tiba-tiba kepikiran sesuatu," Ucap Jean membuat kedua temannya itu mengerutkan dahi.


"Apa?" Tanya Arga penasaran.


Jean menghela nafasnya lalu memeluk bantal Minions kesayangannya, pria itu tampak seperti baru saja memikirkan hal yang sangat ekstrim dan penuh dengan kontravensi.


"Karena kita udah jadi om-om, jangan-jangan judul novelnya bakal ganti, dari Argeiza, jadi Pesona ketampanan om-om keponakan kembar," Ucap Jean tidak masuk akal, namun langsung membuat wajah kedua temannya syok berat.


"Kalo ganti judul, MCnya bukan gue lagi dong?" Tanya Arga khawatir, yang langsung disambut pukulan Lior tepat di atas perutnya.

__ADS_1


"Gue diemin makin ngelunjak ya kalian, gak mungkin ganti judul woi! Author kita gak serajin itu buat ganti cover," Ucap Lior memukul perut Arga lalu langsung memeluk gulingnya bersiap untuk tidur.


__ADS_2