
Ketika di perjalanan Denis bertanya kepada Nora,
"Bapak kamu tadi tidak marah karena aku datang terlambat?"
"Kurang lima detik lagi marahnya, " jawab Nora dengan polos.
"Lima detik? Maksudnya? " Denis kembali bertanya.
"Iya, tadi Bapak ikut nunggu. Setelah lama menunggu dan ternyata kamu tidak datang datang, Bapak menambah lagi waktu tiga puluh menit. Dan ternyata kamu datang sebelum lima detik waktu itu selesai." ungkap Nora.
"Astaga, sampek segitunya ya? Berarti kalau telat aku kena denda dong? " Denis justru menanggapinya dengan bercanda.
"Bukan cuma denda, tapi kita nggak boleh pergi keluar selamanya." jawab Nora jujur.
"What? Kenapa begitu? " tanya Denis heran.
"Iya, karena kata Bapak, kalau sudah pernah berbohong satu kali maka seterusnya pasti akan berbohong terus. Tapi aku yakin kamu nggak bohongin aku kan? " tanya Nora dengan polos.
"Ya enggak lah, aku tuh di ajarin sama Mamaku untuk selalu menjadi laki laki yang jujur."
Jawaban dari Denis seketika membuat Nora memuji kepribadian Denis.
__ADS_1
"Kamu anak yang berbakti ya Denis, pasti Mama kamu bangga punya anak laki laki seperti kamu?" puji Nora hingga membuat Denis terus membual.
"Jangan bilang gitu. Aku nggak merasa sebaik itu, kamu tahu sendiri kan kalau di sekolah aku terkenal anak yang suka bikin masalah?" Ucap Denis dengan memasang raut wajah yang memelas demi menarik perhatian Nora.
"Maaf, aku tidak berniat membuat kamu sedih. Aku percaya kok sama kamu, mungkin teman teman memang belum mengenal kamu dengan dekat sehingga mereka menganggap mu buruk." Nora memberi dukungan kepada Denis.
"Makasih kamu udah ngertiin aku. Tapi kamu itu masih baru dan belum lama berteman dengan anak anak di sekolah, jadi aku harap kamu tidak mudah percaya pada ucapan mereka karena mereka tidak pernah menganggap aku baik." sahut Denis tetap dengan memasang wajah memelas nya.
Hari itu Denis mengajak Nora berkeliling kota dan satu kali singgah di sebuah kafe untuk mencari minum. Tidak seperti gadis lainnya yang begitu semangat jika di bawa ke Mall, tetapi Nora justru menolak ketika Denis menawarinya shoping.
Setelah sudah puas mengajak Nora menelusuri jalanan kota pada hari minggu itu, Denis mengantarkan Nora pulang pada pukul tiga sore. Tidak ada yang spesial bagi Denis, tapi tidak bagi Nora yang sangat bahagia dengan perjalannya hari itu.
"Makasih ya Denis, kamu udah bawa aku jalan jalan hari ini. Aku seneng banget, semoga kamu nggak kapok ngajak aku lagi." ucap Nora sebelum keluar dari mobilnya.
"Memangnya kamu mau ngasih apa Denis? Aku kan nggak minta apa apa. Aku nggak mau ngerepotin kamu." sahut Nora dengan wajahnya yang polos.
Mendengar jawaban lugu Nora, seketika kedua mata Denis membola sembari bergumam,
"Astaga, ini anak kenapa gini amat ya? "
Merasa lawan bicaranya tidak paham dengan arah pembicaraannya, Denis memilih untuk diam dan tidak meneruskan gurauannya. Dia pun lekas berpamitan dan segera meninggalkan area rumah Nora.
__ADS_1
Sore itu Denis tidak langsung pulang ke rumahnya. Seperti biasa, dia pergi main dulu ke rumah teman somplak nya lalu menceritakan kegiatannya hari itu bersama Nora.
"Duh, ada yang abis kencan nih? Anak itu kamu apain aja tadi?" celetuk Joni menanggapi cerita Denis.
"Bukan kencan, lebih tepatnya patroli." jawab Denis sambil meneguk minuman yang di sediakan oleh Joni.
"Patroli? Emangnya nguber maling? " sahut Joni.
"Ya gimana lagi namanya, orang kita muter muter kota doang. Berhenti sekali buat makan, di tawarin shoping gak mau. Di ajak ngomong gini gitu juga nggak paham, apalagi namanya kalau bukan patroli jalanan? "
Jawaban dari Denis seketika membuat Joni tertawa terpingkal pingkal sambil berkata, "Udah, nggak usah di ajak pacaran. Langsung nikahi aja tuh bocah biar dapat ujian praktek cocok tanam secara langsung. Ha... ha... ha... "
"Emang dasar teman yang sesat! " cecar Denis kepada Joni sembari menekan kepala sahabatnya itu.
"Eh ngomong ngomong napa sekarang kamu nggak pernah datang ke acara anak geng?" tanya Joni.
"Malas." jawab Denis dengan singkat.
"Tumben?" tanya Joni heran.
"Entahlah, sepertinya aku mulai tidak nyaman di sana. " ungkap Denis.
__ADS_1
"Apa karena cewek itu?" Joni mencoba menerka.
"Entahlah." Hingga saat itu Denis belum bisa menyadari bahwa dia mulai nyaman dengan Nora.