ASRAMA ( Asmara Masa Remaja) Si Bad Boy

ASRAMA ( Asmara Masa Remaja) Si Bad Boy
Sakit hati


__ADS_3

"Kamu kenapa Ra?" Tanya Olla menyambut kedatangan sahabatnya yang datang dalam keadaan menangis. Biasanya Olla selalu menyalahkan Denis jika Nora bersedih atau menangis, tetapi saat itu Nora datang dari luar kelas, sementara Denis sudah dari tadi berada di dalam kelas.


"Kamu kenapa?" tanya Olla sekali lagi, karena dari tadi Nora belum menjawab pertanyaannya.


Setelah berusaha menenangkan diri, Nora kemudian menjawab pertanyaan Olla.


"Ada yang gosipin aku pacaran sama Leo." jawab Nora dengan terisak isak.


"Ya elah, di gosipin doang masak nangis sih? Biasanya kamu di gosipin ama Denis juga baik baik aja?" sahut Olla merasa heran.


"Ini beda Olla. Mereka menuduh yang tidak tidak sama aku. Mereka bilang aku mancing mancing Leo, aku ngerebut Leo, dan aku melakukan hal yang tidak senonoh sama Leo. Aku sedih Olla di tuduh melakukan perbuatan yang tidak aku lakukan." jawab Nora dengan kembali meneteskan air mata.

__ADS_1


"Siapa sih yang bilang begitu? Udah, jangan di dengerin.Paling paling mereka itu iri sama kamu, karena kamu sekarang kan berubah penampilan." ujar Olla berusaha menenangkan sahabatnya.


Meski berusaha mendengar ucapan Olla, Nora masih saja belum bisa merasa tenang. Apalagi jika dia ingat bahwa ponselnya masih berada di tangan Leo, dan di tambah lagi Denis masih marah kepadanya. Rasanya dia ingin berteriak untuk meluapkan tangisnya.


"Udah diem, jangan nangis lagi. Tinggal di kota itu harus kuat mental, jangan cengeng biar kamu nggak di buly terus ama mereka." Olla berusaha memberi nasehat kepada sahabatnya.


"Iya, makasih. Tapi aku sedih karena ponselku masih di bawa oleh Leo." tukas Nora selanjutnya.


"Ceritanya panjang, nanti aja aku ceritain. Yang penting sekarang, aku harus segera mengambil ponselku kembali." jawab Nora.


"Ya sudah, jangan sedih. Nanti biar aku temenin kamu buat ambil ponsel kamu." sahut Olla.

__ADS_1


"Terima kasih banyak ya Olla. Cuma kamu satu satunya teman yang paling mengerti aku." ucap Olla seraya memeluk sahabatnya yang memiliki ukuran badan dua kali lipat dari dirinya.


Baru saja Nora merasa sedikit tenang, tiba tiba dia di kejutkan dengan suara Denis dan Sonia.


"Kamu serius Denis?" teriak Sonia.


"Serius lah. Nanti malam aku jemput kamujam tujuh di rumah kamu." jawab Denis. Ternyata mereka sedang membuat janji untuk jalan berdua malam nanti. Dan sontak hal itu membuat Nora begitu terkejut dan kembali merasa sakit hati.


"Tidak, tidak mungkin Denis akan melakukannya." ucap Nora dalam hati sembari menghilangkan kepala dengan mata berkaca kaca.


"Tuh denger Nora. Denis itu bukan cowok baik baik, baru saja kemaren dia jalan terus sama kamu, taunya sekarang ganti ngajakin Sonia. Kalau aku mah ogah di gilir gilir ama cowok kayak gitu!" celetuk Olla semakin menambah beban panas di dada Nora, tetapi dia memilih untuk diam tidak menanggapi ucapan Olla, karena kenyataannya Denis memang membuat hatinya kesal.

__ADS_1


Rupanya hal itu memang sudah di rencanakan oleh Denis. Meski dari tadi dia sempat kasihan melihat Nora yang sedang bersedih dan menangis, tetapi rasa cemburu di hatinya mengalahkan akal sehatnya. Karena yang ada di pikiran Denis saat itu,pasti penyebab Nora menangis adalah Leo. Padahal semua itu adalah kesalahpahaman. Denis bahkan sengaja ingin membuat Nora cemburu dengan cara mengajak Sonia jalan, agar dia tahu apakah Nora masih menyukainya atau tidak?


__ADS_2