
Keesokkan harinya Nora mengenakan seragam, tas serta sepatunya yang dulu. Dia perhatikan kembali dirinya di depan cermin untuk meyakinkan bahwa dirinya sudah kembali menjadi Nora yang dulu, sederhana dan tidak neko neko. Setelah benar benar merasa siap, Nora kemudian keluar dari kamar untuk sarapan bersama dengan kedua orang tuanya.
"Kamu sudah benar benar yakin dengan penampilan kamu Nak?" tanya Bu Iin, lalu Nora pun mengangguk.
"Ya sudah, ayo lekas habiskan makanannya. Sepertinya kita sudah kesiangan." ujar Pak Surya. Ketiganya kemudian bersama sama menyantap sarapan mereka.
Ketika sudah sampai di gerbang sekolah, Nora lekas turun dari mobil dan segera melangkah masuk. Sementara di dalam kelas, Olla sudah datang terlebih dulu karena berniat memberikan ponsel Nora kepada Denis, sekaligus membantu sahabatnya itu untuk menjelaskan kejadian yang sesungguhnya.
"Kamu harus percaya. Nora tuh nggak seperti yang kamu bayangkan. Aku yakin dia pasti menangis semalaman memikirkan kamu." Untuk pertama kalinya Olla bicara serius kepada Denis, karena biasanya mereka saling mengolok olok.
"Ya sudah, ntar aku coba kasih kesempatan dia untuk bicara." sahut Denis.
"Cuman gitu doang? Ya elah, ngapain sih harus pakai acara nyoba di beri kesempatan segala? Harusnya kamu tuh segera baikan sama dia dan tidak mudah percaya pada orang lain." tutur Olla menasehati.
__ADS_1
Ketika belum sempat percakapan mereka berhenti, dari luar kelas terdengar suara sorakan dari para siswa, dan hal itu mengundang perhatian Olla serta Denis. Setelah keduanya berhasil melihat kejadian yang tengah terjadi di luar, Denis dan Olla di buat tercengang dengan kehadiran Nora.
"Nora..." Teriak Olla dari depan kelas.
Nora melihat ke arah asal suara lalu bergegas menghampiri sahabatnya itu. Sementara teman teman Nora yang lain masih menyoraki penampilan cupunya itu.
"Hahahaa... lihat itu si Nora udah berubah wujud ke bentuk semula. Kemaren itu sepertinya dia sedang kesurupan!" teriak salah seorang siswi yang membuat semua teman temannya menertawakan dirinya.
"Kamu kenapa berpenampilan seperti ini lagi?" tanya Olla.
"Aku minta maaf atas kejadian kemaren." mendadak Denis bersuara sebelum Nora menjawab pertanyaan Olla. Tentu saja Nora begitu bahagia mendengar ucapan Denis, lantas dia segera memberi penjelasan atas semua yang dia rasakan.
"Aku juga minta maaf. Niatku merubah penampilan itu demi kamu biar kamu nggak malu kalau jalan sama aku, tetapi hal itu justru menimbulkan masalah. Itulah sebabnya aku merubah kembali penampilanku seperti dulu, jika kamu tidak suka juga tidak apa apa. Setidaknya aku tetap berusaha menjadi diriku sendiri." ungkap Nora seraya menundukkan kepala. Bukannya menjawab, Denis justru menarik kedua tangan Nora lalu memeluknya. Dia tidak peduli jika saat itu keduanya menjadi pusat perhatian teman temannya.
__ADS_1
"Eh lihat itu, pangeran kodok ketemu ama pelayan kerajaan. Kira kira drama apalagi ya yang akan terjadi?" Teman teman mereka tidak ada hentinya mengolok olok Nora, sehingga suasana semakin riuh pagi itu.
"Diam kalian! Yang kalian lihat dia adalah pelayan, tetapi yang aku lihat dia adalah putri raja yang anggun dan menawan. Mulut dan sikapnya pun terjaga serta penuh tata krama, lain dengan mulut serta sikap kalian yang seperti anak jalanan!" tiba tiba suara Denis membuat teman temannya berhenti tertawa.
"Dih, songong! Nggak ngaca apa, emang situ sendiri seperti apa kelakuannya?" sahut salah satu teman mereka.
"Iya. Tetapi itu dulu. Denis yang sekarang bukanlah Denis yang dulu. Dan itu semua berkat Nora. Harusnya kalian banyak belajar dari dia, bukan malah mengolok olok nya!" jawab Denis dengan tegas.
Rupanya jawaban itu mendatangkan tepuk tangan dari sebagian temannya yang mendukung perubahan sikap Denis berkat Nora. Sedangkan sebagian lainnya tetap saja menertawakan mereka karena penampilan Nora yang di anggap cupu dan tidak kekinian.
Sejak saat itu hingga mereka lulus sekolah, hubungan Denis dan Nora tetap terjaga. Bahkan setelah keduanya lulus kuliah, mereka berniat mengikat hubungan mereka ke jenjang pernikahan. Orang tua Denis sangat mendukung hubungan keduanya. Karena berkat Nora, putranya benar benar berubah menjadi pribadi yang lebih baik.
~ ๐๐๐ข๐๐ฉ ~
__ADS_1
๐๐๐จ๐๐ ๐ข๐๐ง๐๐ ๐ ๐ฉ๐๐ก๐๐ ๐๐๐ง๐๐ ๐๐๐ง, ๐ฃ๐๐ฃ๐ฉ๐๐ ๐๐ฃ ๐ฃ๐ค๐ซ๐๐ก ๐ฉ๐๐ง๐๐๐ง๐ช ๐ค๐ฉ๐๐ค๐ง ๐ฎ๐๐ฃ๐ ๐จ๐๐ก๐๐ฃ๐๐ช๐ฉ๐ฃ๐ฎ๐. ๐๐๐ ๐ฎ๐ค๐ช ๐๐