ASRAMA ( Asmara Masa Remaja) Si Bad Boy

ASRAMA ( Asmara Masa Remaja) Si Bad Boy
Teman Baru


__ADS_3

Nora merasa sakit hati melihat kedekatan Denis dan Karin, tetapi dia berusaha percaya bahwa hubungan mereka sudah berakhir. Dengan hati yang tidak nyaman, Nora masuk ke dalam kelas menuju tempat duduknya yang saat itu tengah di duduki Karin.


"Permisi, ini bangku saya." ucap Nora kepada Karin.


"Oh maaf, silahkan duduk." jawab Karin sembari berdiri lalu mempersilahkan Nora untuk duduk. Bukannya pergi dari kelas itu, Nora justru hendak duduk di sebelah Denis yang bangkunya tepat di depan bangku Nora.


"Geser dong sayang, aku mau ikut duduk di sini." kata Karin dengan manja sembari memegang pundak Denis dari belakang.


"Jangan, eh maksud aku sekarang udah waktunya pelajaran di mulai. Lebih baik kamu kembali ke kelas." jawab Denis berlaga menolak Karin karena Nora sudah duduk di bangkunya dengan memasang wajah yang cemberut.


"Kamu kok ngusir aku gitu sih? Emang kamu udah nggak kangen lagi sama aku?" jawab Nora dengan wajah cemberut juga.


"Enggak, eh maksud aku beneran pelajarannya udah mau mulai..." Denis mulai memainkan lidahnya.

__ADS_1


"Masih kurang lima belas menit lagi sayang, kamu kenapa sih kok tiba tiba ngusir aku gini?" Karin merasa tidak terima.


"Iya tuh kenapa? Bukannya tadi pada sayang sayangan, napa sekarang malah di usir?" mendadak Olla ikut menyela pembicaraan Denis dan Karin.


"Eh, diem itu mulutnya. Nggak usah ikut ikutan!" sahut Denis dengan ketus.


"Siap ikut ikut, aku kan cuma lihat doang. Makanya Nora, kamu jangan gampang percaya sama laki macam dia!" Olla mendadak melempar kata katanya kepada Nora dan berhasil membuat hati Nora semakin sakit.


"Emang siapa dia sayang?" Mendengar ucapan Olla, Karin tiba tiba curiga kepada Nora.


"Oh temen baru, iya udah deh. Aku percaya kok sama kamu, kamu kan nggak mungkin mendua. Apalagi sama cewek kayak dia..." kata kata yang Karin ucapkan terdengar tidak nyaman di telinga Nora, tetapi dia hanya bisa diam tanpa melawan.


Ketika mendengar bel masuk telah berbunyi, Karin keluar dari kelas itu karena memang Karin adalah adik kelas Denis.

__ADS_1


"Huffft, keluar juga akhirnya tuh Mak Lampir." gumam Denis dalam hati. Setelah Karin keluar, kini tugasnya ganti menenangkan hati Nora yang pasti sedang tidak baik baik saja. Dia berdiri lalu melangkah ke belakang dan berhenti tepat di sisi kanan Nora.


"Aku minta maaf baby, kamu ingat kan apa alasanku menyembunyikan hubungan kita? Aku harap kamu bisa mengerti aku dan tetap percaya pada ucapanku." ungkap Denis dengan lirih tepat di tepian daun telinga Nora.


Karena terlalu marasa sakit hati, saat itu Nora memilih untuk diam tidak menjawab. Apalagi sahabatnya Olla, tak henti hentinya mengatakan hal buruk tentang Denis.


"Udahlah Nora, kamu jangan mudah percaya dengan ucapan Denis, dia itu pembohong besar. Tuh lihat aja buktinya, habis nempel di Karin sekarang ganti nempel di kamu. Cowok macam apaan itu?" ucap Olla ketika dia lihat Denis berbisik kepada Nora.


"Heh, kamu bisa diem nggak? Dasar tukang kompor!" bentak Denis kepada Olla.


"Biarin aku jadi kompor, biar bisa manggang kamu sampai gosong kayak jagung bakar!" celetuk Olla dengan enteng.


Nora yang biasanya selalu di buat tertawa jika melihat pertengkaran antara Denis dan Olla, tetapi saat itu Nora hanya mematung dengan hati yang tidak karuan. Di sela sela waktu Denis untuk membujuk Nora, terdengar wali kelas mereka sudah memasuki ruangan.

__ADS_1


"Selamat pagi semuanya!" ucapan salam dari Bu Novi membuat Denis kembali duduk di tempatnya.


__ADS_2