ASRAMA ( Asmara Masa Remaja) Si Bad Boy

ASRAMA ( Asmara Masa Remaja) Si Bad Boy
Khawatir


__ADS_3

Setelah tiba di rumah, Nora lekas mencari ibunya.


"Ibu...ibu..." teriak Nora sambil mencari cari ibunya.


"Iya nak, ada apa?" jawab Ibunya.


"Emm, itu Bu. Aku mau minta tolong buat antar ke salon" ucap Nora.


"Ke salon? Salon mana nak? Mau ngapain?" tanya Ibu Nora heran karena dari dulu Nora memang tidak pernah pergi ke salon. Kalaupun rambutnya udah panjang, dia cukup meminta ibunya untuk memotong rambutnya dengan gaya datar. Tapi hal itu juga jarang sekali di lakukan karena sampai sekarang Nora suka rambut panjang. Namun, kalau soal model memang dia sangat tidak modis. Dengan masih tetap menjaga poni ala Dora serta rambut yang selalu di ikat rapi di belakang leher membuat penampilan Nora sangatlah lugu untuk anak seusianya.


"Ya ke salon buat nyalon lah Bu.. Aku kan juga pengen kelihatan cantik." jawab Nora dengan bibir yang manyun.

__ADS_1


"Loh... loh... loh... emang siapa yang bilang kalau anak ibu ini nggak cantik?" Ibunya Nora justru salah mengartikan ucapan putrinya.


"Bukan begitu Bu, nggak ada yang ngata ngatain aku. Teman teman di sekolah juga pada baik baik semua kok, tetapi aku aja yang memang pengen tampil lebih cantik dari biasanya. Aku kan udah gede Bu, sementara gaya penampilanku ini masih seperti anak kecil, apalagi sekarang kita tinggal di kota. Jadi ingin aku rubah penampilanku untuk beradaptasi aja ama teman teman." ucap Nora kepada ibunya dengan berusaha menutupi sikap teman temannya yang sebenarnya sering membuly dirinya.


"Oh begitu, baiklah kalau gitu. Tapi Ibu nggak tahu dimana salon yang kamu maksud. Apa tidak nunggu bapak kamu saja biar sekalian di antar." ujar sang ibu.


"Iya juga ya Bu. Kalau sama Bapak kan naik mobil, jadi rambutku nanti nggak berantakan lagi." jawab Nora menyetujui saran Ibunya.


Akhirnya keduanya kini bersama sama menunggu Pak Surya datang untuk kemudian mau mereka ajak ke salon. Bahkan Ibu Nora pun juga ingin merubah gaya rambutnya.


"Emm, yang ini juga bagus Nak." jawab Ibunya.

__ADS_1


Setelah meyakinkan pilihannya, terdengar suara deru mobil tiba di halaman rumah Nora. Dan rupanya itu adalah Tuan Surya yang baru saja datang dari kerja. Nora segera pergi ke dapur untuk mengambilkan Bapaknya minum, setelah itu dia mengutarakan niatnya yang ingin meminta sang Bapak agar mengantarnya pergi ke salon.


Tuan Surya tidak menolak permintaan putri serta istrinya, beliau kemudian lekas mandi lalu mengantar dua wanita tercintanya itu pergi ke salon sekalian mencari makan malam di luar.


Setibanya di sebuah salon, Nora menunjukkan kepada pegawai salon tentang model rambut yang dia inginkan. Nora ingin membuang poninya serta menambah sedikit curly pada ujung rambutnya. Bukan hanya rambut, Nora juga minta perawatan wajah. Sore itu dia melakukan facial serta me make over tampilan alis serta anggota wajahnya secara natural tetapi terlihat lebih menarik.


Setelah satu jam merubah penampilan rambut dan wajahnya di salon tersebut, Bapak serta Ibu Nora pun sempat tidak mengenali putrinya karena penampilan barunya.


"Cantik sekali putri Ibu. Lihat Pak, putri kita cantik sekali ya..." ucap Ibunda Nora memuji putrinya.


"Iya Bu, cantik sekali. Kalau seperti ini Bapak malah jadi khawatir." timpal Tuan Surya.

__ADS_1


"Loh, kok khawatir? Khawatir tentang apa Pak?" tanya Nora.


"Khawatir kalau besok semua teman laki laki mu akan jatuh cinta sama kamu..." Sontak jawaban dari Tuan Surya membuat pipi Nora merah karena malu. Tentu saja saat itu yang ada di dalam bayangannya adalah Denis, dia bayangkan bagaimana reaksi Denis ketika melihat penampilan barunya esok hari?


__ADS_2