ASRAMA ( Asmara Masa Remaja) Si Bad Boy

ASRAMA ( Asmara Masa Remaja) Si Bad Boy
Petuah


__ADS_3

Ketika melihat keadaan sahabatnya sedang tidak baik baik saja, Olla tetap berusaha merebut ponsel itu dari Leo. Dia mengancam Leo jika akan melaporkan kasus itu ke guru BP jika ponsel Nora tidak di kembalikan. Berkat banyaknya tekanan yang di berikan oleh Olla, dia pun akhirnya berhasil mengambil ponsel itu kembali.


"Duh, Nora nya udah pulang lagi," gumam Olla dalam hati, sehingga sedikit terlintas di benak Olla untuk memberikan saja ponsel itu kepada Denis, sekalian agar dia bisa bantu menjelaskan kesalah pahaman di antara mereka.


"Denis... Denis..." teriak Olla memanggil Denis, tetapi sepertinya cowok itu tidak mempedulikan Olla.


"Dih, itu punya kuping apa tidak sih? Di panggil panggil nggak denger?" geram Olla saat kelelahan berteriak dan sempat mengejar Denis. Tetapi pada akhirnya ponsel tersebut masih berada di tangan Olla.


"Ya sudahlah, aku kasihkan besok pagi aja." ujar Olla dalam hati, kemudian dia segera pulang karena hari itu dia ada acara di rumah kerabatnya, sehingga dia tidak punya waktu untuk mengantar ponsel itu ke rumah Nora.

__ADS_1


Hari telah berganti sore, tetapi Nora masih enggan keluar kamar. Sejak pulang dari sekolah, dia lekas masuk ke kamarnya, bahkan tanpa makan siang terlebih dahulu. Rupanya dia masih begitu meratapi kesedihan dan sakit hatinya atas sikap Denis kepadanya. Sebenarnya itu bukan hal yang pertama bagi Nora melihat Denis berbuat semaunya. Tetapi kaki itu berbeda karena Denis benar benar mengabaikannya, bahkan ingin agar mereka menjaga jarak.


Tok..tok..tok..


Terdengar pintu kamar Nora di ketuk, dan bisa di pastikan jika itu adalah Ibunda Nora yang melakukannya. Beliau pasti khawatir karena putrinya tak kunjung keluar kamar dan juga belum makan siang.


"Nora, ayo keluar Nak. Kamu baik baik saja kan? Apa kamu sakit? Ayo Nak, kamu makan siang dulu. Nanti kamu lanjut istirahatnya," titah Bu Iin kepada putrinya.


Mendengar suara putrinya yang berbeda, Ibu Iin kembali bertanya, " Sayang, kenapa suara kamu begitu? Ayo buka pintunya, Ibu ingin lihat keadaan kamu!" Karena tidak ingin melihat ibunya khawatir, Nora kemudian lekas membuka pintu kamarnya.

__ADS_1


"Ya Tuhan, kamu kenapa Nak?" tanya Bu Iin ketika melihat putrinya keluar dengan wajah yang sembab dan mata yang merah.


"Nggak apa apa Bu. Nora hanya sedikit kurang enak badan." Jawab Nora menutupi masalahnya.


"Apa kamu yakin? Cerita pada Ibu Nak, kamu punya masalah apa?" tanya Bu Iin kembali. Karena Nora terbiasa dekat dengan sang Ibu, akhirnya dia bercerita kejadian hari itu di sekolah kepada ibunya.Setelah menceritakan semua permasalahannya, Nora meminta kepada Ibunya agar jangan memberi tahu tentang masalah itu kepada bapaknya.


"Begitu Bu ceritanya. Jangan bilang bilang Bapak ya Bu, ini kan cuma salah paham. Kasihan Denis jika kena teguran dari Bapak." ujar Nora di penghujung cerita.


"Baiklah, Ibu mengerti. Ya sudah, kamu yang tenang ya. Sekarang kamu makan dulu biar nggak sakit, nanti pelan pelan kamu jelaskan kepada Denis kejadian yang sebenarnya jika keadaan sudah lebih tenang. Mungkin saat ini Denis sedang emosi, sehingga sulit menerima penjelasan dari kamu. Tapi kamu jangan sedih, karena jika Denis marah itu tandanya dia cemburu. Dan jika dia cemburu, tandanya dia benar benar suka sama kamu. Lelaki itu memang begitu Nak, sampai kelak berumah tangga, seorang lelaki yang sudah menjadi suami pasti juga akan merasa cemburu jika melihat istrinya dekat dengan laki laki lain. Jadi, kita sebagai seorang perempuan, harus lebih sabar dan jangan ikut emosi juga dalam menghadapinya. Yang terpenting kita tunjukkan bahwa kita tetap setia." tutur Bu Iin kepada putrinya. Petuah teduh dari sang Ibu tersebut, berhasil menenangkan hati Nora yang sedang galau.

__ADS_1


"Terima kasih Bu. Akan selalu Nora ingat petuah dari Ibu." sahut Nora.


__ADS_2