ASRAMA ( Asmara Masa Remaja) Si Bad Boy

ASRAMA ( Asmara Masa Remaja) Si Bad Boy
Super Duper Baik


__ADS_3

Setelah beberapa minggu latihan, waktu pentas drama pun di mulai. Sesuai dengan rencana Sonia sebelumnya, dia sengaja ingin mempermalukan Nora di atas panggung sehingga Sonia sengaja menaruh sesuatu di gaun Nora agar gadis itu merasa gatal dan tidak fokus berakting di atas panggung.


"Gimana?" tanya Sonia kepada Tina yang membantunya menjalankan rencananya.


"Beres!" jawab Vina.


Setelah sempat menyelinap di ruang kostum, mereka kemudian pergi meninggalkan ruang tersebut. Namun tanpa mereka ketahui, aksi mereka tertangkap oleh Olla yang sengaja memantau gerak gerik mereka yang mencurigakan.


Melihat kecurangan yang mereka lakukan, Olla segera memutar otak untuk membalasnya hingga akhirnya dia menemukan satu ide cemerlang.


"Ahaaaa... aku ada ide!" lirih Olla di balik pintu. Usai menemukan ide yang sesuai, Olla segera datang menemui Bu Novi wali kelasnya. Tapi, sebelumnya dia sudah memberi tahu Nora terlebih dahulu tentang apa yang dia lihat dan apa yang dia rencanakan. Tentu saja Nora terkejut mendengarnya, tetapi Olla menyuruh Nora pura pura tidak tahu tentang semua itu.


"Bu Novi, " panggil Olla seraya mendekat ke arah gurunya tersebut.

__ADS_1


"Iya Olla, ada apa?" tanya Bu Novi.


"Maaf Bu, saya mau bicarakan soal kostumnya Nora. Jika boleh, dia mau tukar dengan kostumnya Sonia, karena dia takut jatuh memakai pakaian yang seperti itu. Beda dengan kostumnya Sonia yang lebih simpel." ungkap Olla secara terus terang.


"Apa benar begitu Nora?" Bu Novi melemparkan pertanyaan kepada Nora yang tengah berdiri di sebelah Olla.


"Iya Bu, saya tidak berani bilang. Makanya saya bilang ke Olla." Nora menjawab pertanyaan Bu Novi sesuai skenario Olla, dan Bu Novi pun dengan mudah segera percaya.


"Tapi bagaimana dengan Sonia? Apa dia mau di ajak gantian?" tanya Bu Novi.


"Iya juga sih, kamu benar. Kalau begitu biar ibu kasih tahu dia tentang perubahan kostum." tukas Bu Novi.


"Eh, jangan Bu. Buat kejutan aja, dia pasti seneng. Sebenarnya selama ini Nora merasa tidak enak dengan Sonia karena dia sangat menginginkan peran utama. Iya kan Nora?" tanya Olla pada Nora.

__ADS_1


"Iya Bu, benar." lagi lagi Nora mengikuti skenario Olla.


"Jadi jika dia dapat kostum yang spesial secara dadakan, mungkin aja hatinya akan gembira dan sedikit mengobati rasa kecewanya." Olla semakin merasuki pikiran Bu Novi agar menerima permintaannya.


"Sepertinya kamu benar lagi." sahut Bu Novi sembari menganggukkan kepala berulang ulang secara pelan.


"Memang benar Bu, bukan sepertinya lagi. Jadi saya harap Ibu setuju dengan saran saya." Satu langkah lagi Olla akan mendapat persetujuan dari Bu Novi dan akan berhasil membalas perbuatan Sonia.


"Baiklah, nanti saya kasih tahu Sonia ketika sudah waktunya ganti kostum. Semoga saja dengan kostum itu, dia semakin semangat aksinya di atas panggung." ujar Bu Novi penuh harap dan hal itu mengundang tawa Olla dalam hati.


"Mampuss kamu ya, bakalan kegagalan di atas panggung. Biar senjata makan tuannya sendiri...." Olla menutup bibirnya menahan tawa yang ingin dia lepas. Dan setelah Bu Novi berlalu dari hadapannya, barulah dia melepas tawa tersebut.


"Ha..ha..ha.. Aku udah nggak sabar lihatnya Nora! Pengen tahu seperti apa aksinya nanti di atas panggung!" ucap Olla sembari tertawa lepas.

__ADS_1


"Tapi kasihan Olla, lebih baik kita damai aja yuk. Nanti kita nasehati dia pelan pelan." Sahut Nora yang merasa tidak tega dengan perbuatan yang di lakukan Olla pada Sonia.


"Kasihan? Astaga Nora, hati kamu ini terbuat dari apa sih kok bisa buuaaiik bahkan super duper baik gitu? Denis dan Sonia itu bukan anak yang baik, mereka sering jahatin kamu, tapi kamu masih merasa kasihan? Kamu tuh nggak perlu merasa seperti itu, biarkan saja dia tahu rasa mendapat balasan dari perbuatannya!" tidak ada henti hentinya Olla menasehati sahabat polosnya itu.


__ADS_2