ASRAMA ( Asmara Masa Remaja) Si Bad Boy

ASRAMA ( Asmara Masa Remaja) Si Bad Boy
Kegedean


__ADS_3

Ketika Olla yang mendapat tudingan yang begitu berat, justru Nora yang merasa begitu ketakutan. Sementara Olla terlihat biasa biasa saja.


"Olla, bagaimana ini? Bu Novi sedang marah?" tanya Nora dengan lirih.


"Udah, diam aja? Aku bisa ngatasin kok!" jawab Olla dengan pelan juga.


"Eh gendut, di tanya tuh sama Bu Novi. Cepat jawab dong! Kamu emang sengaja melakukan semua ini kan?" Cecar Sonia di hadapan semua teman temannya.


"Beneran Olla yang ngelakuin?" Denis pun ikut bertanya kepada Nora, sementara Nora tidak bisa memberi jawaban yang sesungguhnya.


"Olla, tolong beri Ibu penjelasan!" sekali lagi Bu Novi membentak Olla agar segera bersuara, dan tak lama kemudian jawaban Olla terdengar mengagetkan seluruh peserta drama di tempat itu.


"Lebih baik Ibu lihat ini biar tahu jawabannya!" jawab Olla sembari memberikan ponselnya kepada Bu Novi yang di dalamnya ada rekaman video ketika Sonia tengah menaruh serbuk gatal pada kostum Nora.


Setelah memperhatikan video itu bahkan di putar ulang selama dua kali, Bu Novi kemudian kembali bersuara setelah suasana sempat hening ketika wali kelas itu sedang melihat video di ponsel Olla.

__ADS_1


"Apa kamu bisa jelaskan tentang ini Sonia dan juga Tina?" tanya Bu Novi kepada dua muridnya.


Tentu saja Sonia dan Tina berusaha mengelak, tetapi video itu cukup menjadi bukti kejahilan mereka yang berujung merugikan diri sendiri.


"Itu akal akalannya Olla aja Bu. Ibu jangan percaya. Dia memang nggak suka sama saya." ucap Sonia membela diri.


"Iya Bu, benar apa kata Sonia. Olla suka resek anaknya!" Tutur Tina menimpali.


"Eh, sembarangan aja kalau ngomong! Yang suka resek itu siapa? Sini atau situ?" Olla merasa tidak terima dengan tudingan Sonia dan Tina.


"Sudah, sudah jangan bertengkar! Acara sudah mau mulai. Untuk Sonia dan Tina, kita lanjutkan masalah ini setelah pentas. Sekarang, kita ke ruang ganti lagi untuk mencarikan kostum lain buat kamu Sonia! Dan peserta lain, silahkan kalian naik panggung, Sonia menyusul." titah Bu Novi mengatur acara pentas.


Tanpa bisa banyak protes, Sonia mengikuti Bu Novi untuk mencari kostum baru saja segera menanggalkan kostum gatal nya.


"Sonia, lepaskan kostum kamu lalu segera mandi biar gatal kamu hilang. Kamu masih punya waktu lima belas menit hingga tiba saatnya kamu naik ke atas panggung." tukas Bu Novi dan segera di jalankan oleh Sonia meski dengan berat hati.

__ADS_1


Meski sudah selesai mandi, badan Vina masih tetap saja gatal gatal. Apalagi dia tidak bawa ganti underwear, sehingga bubuk gatal itu sempat menempel di underwear yang dia kenakan.


"Pakai ini!" titah Bu Novi sembari memberikan satu kostum untuk Sonia.


"Saya masih gatal Bu, " jawab Sonia sebelum menerima kostum itu.


"Kamu mandinya nggak bersih ya?" tanya Bu Novi.


"Bersih Bu, tapi underwear nya kan nggak ganti Bu." rengek Sonia.


Bu Novi menghembuskan nafas kasar mendengar kalimat yang di ucapkan oleh Sonia. Beliau pun segera mengambil tindakan.


"Ini, Ibu ada underwear bersih di dalam tas Ibu untuk persiapan Ibu dinas luar kota hari ini juga. Lebih baik kamu pakai ini cepat! " titah Bu Novi sekali lagi.


Melihat benda segitiga dan juga bra yang di berikan oleh Bu Novi, seketika kening Sonia berkerut lalu berkata.

__ADS_1


"Itu kan ukurannya beda Bu, pasti kegedean dan nggak nyaman." Sonia kembali protes karena memang ukuran badannya dengan Bu Novi selisih sepuluh kilogram.


"Ya sudah, terserah kamu. Kamu mau bertahan pakai punya kamu gatal, atau pakai ini yang kamu bilang kegedean. Yang jelas kamu harus segera ganti kostum dan naik panggung!"


__ADS_2