ASRAMA ( Asmara Masa Remaja) Si Bad Boy

ASRAMA ( Asmara Masa Remaja) Si Bad Boy
Percayalah Padaku


__ADS_3

Ketika waktu pelajaran telah usai dan tiba waktunya beristirahat, semua murid keluar dari kelasnya. Sonia yang tidak suka melihat kedekatan Nora dan Denis, berusaha ingin merusak hubungan mereka.


"Eh, aku sebel banget lihat mereka. Apalagi pas di ulang tahunku kemaren." tukas Sonia kepada Tina dan Angel sahabatnya.


"Iya, di kerjain lagi aja yuk." Sahut Tina.


"Caranya gimana? Tau ndiri kan, yang kemaren aja malah berantakan." jawab Sonia.


"Aku ada ide sih sebenarnya, tapi entah kalian setuju apa nggak? " Angel ikut menyela. Karena merasa penasaran, Tina dan Sonia meminta Angel untuk memberi tahu rencana yang di maksud.


"Keren juga idenya, oke aku setuju! " ucap Sonia setelah Angel berbisik di telinganya.


Keesokkan harinya mereka merealisasikan rencana jahat mereka. Ketika para siswa mulai berdatangan di pagi itu, semua di buat riuh karena melihat tulisan yang ada di cetak di sebuah kertas yang isinya tentang Nora, dan di bawah tulisan tersebut tertera nama Denis.

__ADS_1


"Taukah kamu, siapa manusia teraneh di dunia ini?


Dan taukah kamu, siapa yang berhak mendapat piala manusia terkolot? Jawabannya hanya satu, yaitu Nora. Barang kali ada yang mau berfoto dengan makhluk langka itu, japri aja sama aku Denis kelas XII C"


Tulisan tersebut juga di lengkapi dengan foto Nora yang di edit menyerupai badut dan di tempel hampir di seluruh sudut sekolah.Sontak hal itu mengundang perhatian para siswa yang tinggal di kelas lain karena ingin melihat seperti apa penampilan Nora? Mereka beramai ramai mendatangi kelas XII C untuk bertemu Nora, namun rupanya gadis yang mereka tuju tengah menangis akibat membaca bulian pada kertas tersebut. Terlebih lagi di situ tertera nama Denis.


"Sudahlah Nora, jangan nangis. Kalau itu anak datang, nanti biar aku kasih pelajaran sama dia! " Olla berusaha membujuk Nora, tetapi sepertinya hal itu tidak di gubris. Nora tetap saja menangis sesenggukan dengan kepala yang tertunduk tanpa berani mengangkatnya karena ada banyak siswa di luar kelasnya yang tengah menertawakan dirinya. Hingga akhirnya tak berselang lama, Denis muncul dari kerumunan para siswa itu dan masuk ke kelas tanpa merasa bersalah. Bahkan dia menyapa Nora seperti biasa.


"Senyum senyum, dia itu nangis gara gara kamu! Dasar orang nggak punya perasaan, bukannya minta maaf malah di ledekin! " bentak Olla dengan kedua mata yang melotot.


"Gara gara aku? Emangnya aku ngapain? Dan emang bener ya kamu lagi nangis? Kamu ada masalah apa Nora? " tanya Denis.


"Nih! " seru Olla sembari menyodorkan selembaran kertas yang berisi bulian dan foto Nora yang menyerupai badut.

__ADS_1


Denis sangat terkejut setelah membaca tulisan itu, dan dia lun segera menyangkal. "Ini bukan aku yang bikin. Kamu harus percaya!"


Mendengar ucapan Denis, seketika Nora mengangkat kepalanya lalu menatap Denis. Namun, prasangka baik Nora segera di tepis oleh Olla. "Jangan percaya sama dia Nora! Maling mana ada yang mau ngaku!" Ucapan Olla sempat membuat Nora merasa bimbang, hingga akhirnya kebimbangannya berhenti ketika Denis kembali bersuara.


"Percayalah padaku, aku tidak melakukan semua ini. Mungkin ada orang berniat merusak hubungan kita." ucap Denis sembari memegang tangan Nora. Dan tentu saja hal itu seketika membuat hati Nora luluh tak berdaya. Dia pun akhirnya lebih memilih percaya kepada Denis dari pada Olla.


"Astaga Nora, kenapa kamu percaya begitu saja? Denis itu tukang bohong! " seru Olla mencoba mengingatkan Nora.


"Dia sudah bilang kalau dia tidak melakukannya Olla," jawab Nora dengan apa adanya ketika Denis sudah kembali duduk di kursinya.


"Astaga Nora, iiiihhhh...Gemess aku lihat kamu tuh! Bisa bisanya kamu jadi bucin sama manusia seperti itu? " Olla berkata sembari menggelengkan


kepalanya berkali kali.

__ADS_1


__ADS_2