ASRAMA ( Asmara Masa Remaja) Si Bad Boy

ASRAMA ( Asmara Masa Remaja) Si Bad Boy
Kecewa


__ADS_3

Hari itu menjadi hari yang membuat Nora begitu sakit hati. Mendapat tudingan tudingan menyakitkan, serta harus melihat Denis dekat dengan Sonia. Namun, Nora tidak mampu melampiaskan rasa sakit dan marahnya selain hanya dengan menangis. Karena memang pada dasarnya Nora adalah gadis lemah yang tidak pandai melawan. Dia begitu merutuki kecerobohannya karena telah meninggalkan ponselnya di meja, tetapi semua sudah terlanjur terjadi. Nasi telah menjadi bubur, dan Nora tidak bisa merubahnya kembali.


"Jika aku tidak ceroboh, mungkin semua ini tidak akan terjadi." sesal Nora dalam hati.


Ketika jam pelajaran telah usai, Olla lekas menggandeng Nora keluar dari kelas sambil tergesa gesa. Dan rupanya Olla lekas menuju ke kelas Leo untuk meminta kembali ponsel Nora sebelum mereka pulang.


"Heh Leo, mana ponsel Nora? Cepat kembalikan!" seru Olla kepada Leo.


"Dih, siapa kamu? Emaknya Nora main nyuruh nyuruh aja. Orang Nora nya aja boleh kok ponselnya aku bawa. Iya kan sayang?" Leo melempar pertanyaan kepada Nora, lalu Nora lantas menyahuti dengan kasar.


"Jangan panggil aku sayang sayang! Cepat kembalikan ponselku!" bentak Nora.

__ADS_1


"Tuh, kamu denger kan Nora bilang apa?" Olla lekas menimpali.


"Iya deh. Dia cuma malu aja buat ngakuin perasaannya, padahal tadi kita enjoy loh di kantin." Leo masih saja menggoda Nora.


Ternyata perdebatan di antara mereka tertangkap oleh sepasang mata Denis yang saat itu melintas ketika hendak pulang.


"Denis, tunggu." Nora berusaha memanggil dan mengejar, tetapi sayangnya Denis tidak menggubrisnya. Nora tidak mau menyerah, dia tetap berlari ke arah Denis hingga dia berhasil meraih tas punggung yang di pakai oleh kekasihnya itu, lalu dia berusaha mengajaknya bicara.


"Sudahlah minggir. Aku malas ngomong sama kamu!" sahut Denis dengan ekspresi wajah yang datar seraya menepis tangan Nora yang sempat memegang lengan Denis.


"Denis, mengapa kamu tidak memberi ku kesempatan bicara? Dan kenapa nanti malam kamu mau mengajak Sonia jalan bareng?" tanya Nora dengan mata berkaca kaca.

__ADS_1


"Itu urusanku, bukan urusan kamu. Jangan ngatur ngatur kegiatanku, kamu urus saja kekasih barumu!" Lagi lagi Denis selalu mengedepankan ego dan rasa cemburunya.


"Cukup Denis. Cukup! Jangan menurutku seperti itu terus. Aku tidak ada hubungan apa apa sama dia!" Sekali lagi Nora menjelaskan dengan nada suara yang lebih keras, berharap Denis mau mendengarkannya.


"Bodo amat. Yang jelas aku mulai nggak nyaman sama kamu, lebih baik kita jaga jarak dulu untuk mencari kenyamanan masing masing." jawab Denis sembari kembali melangkah meninggalkan Nora yang masih terpaku dengan mata berkaca kaca.


"Kamu tega Denis!" teriak Nora melampiaskan rasa kecewanya atas perlakuan serta ucapan Denis. Ketika mendengar teriakan Nora, Denis sempat menghentikan langkah karena sebenarnya hati kecilnya berkata bahwa kekasihnya itu tidak mungkin berkhianat, tetapi saat dia ingat foto dan kedekatan antara Nora dan Leo, Denis tidak bisa mengontrol rasa cemburunya. Padahal Nora merubah penampilannya hanya semata mata untuk membuat dirinya senang, meski nyatanya yang terjadi justru salah paham hingga membuat dirinya dan Denis bertengkar.


Ketika dia rasa hingga detik itu Denis tak kunjung memperhatikan dirinya, Nora lekas berlari sambil menangis untuk segera pulang. Bahkan dia lupa jika ponselnya masih berada di tangan Leo.


"Nora tunggu, ini ponsel kamu bagaimana?" teriak Olla dari kejauhan, sementara Nora justru semakin menjauh dari sahabatnya itu.

__ADS_1


__ADS_2