ASRAMA ( Asmara Masa Remaja) Si Bad Boy

ASRAMA ( Asmara Masa Remaja) Si Bad Boy
Penasaran


__ADS_3

"Terima kasih Denis, aku janji tidak akan membuat kamu kecewa." ucapan Nora seketika membuat Denis menghentikan langkah. Dia membalikkan tubuhnya menghadap ke arah Nora.


"Aku juga akan berusaha untuk tidak akan mengecewakan kamu." jawab Denis seraya mengecup punggung tangan Nora, bahkan saat itu Denis tidak peduli jika mereka sedang berada di area sekolah yang penuhi oleh para siswa yang sedang beristirahat. Tentu saja mereka lekas mendapat sorakan ramai ramai.


Huuuuuuuuuuu..........


Sorakan itu terdengar sangat riuh, hingga membuat Sonia semakin kesal. Bukan cuma Sonia, tetapi juga Karin. Cewek yang merasa dirinya adalah kekasih Denis, serta para cewek cewek lain yang merasa punya hubungan dekat dengan Denis di buat panas melihat aksi cowok itu bersama Nora.


Aksi keduanya terhenti ketika terdengar suara bel masuk kelas berbunyi. Seketika semua siswa membubarkan diri lalu masuk ke kelasnya masing masing.


"Gila kamu sob! Bikin heboh sekolahan aja.." ujar Joni sembari menepuk pundak Denis berkali kali, sementara Denis hanya tersenyum tipis menanggapinya.


Lain halnya dengan sahabat Nora yang tak habis habisnya membodohkan aksi Denis.

__ADS_1


"Astaga Nora, kenapa kamu mau di perlakukan seperti itu sama si cowok rese itu? Kamu itu cuma di permainkan sama dia Nora. Kamu sadar dong!" berkali kali Olla selalu menasehati Nora tapi Nora. Bukannya menjawab, Nora juga memberi reaksi yang sama seperti Denis, yakni hanya tersenyum tipis yang membuat Olla kesal karena nasehatnya tidak di gubris oleh Nora.


Mengingat kejadian yang baru saja dia alami, Nora tersenyum senyum sendiri tanpa henti hingga menarik perhatian Olla kembali.


"Kamu kenapa sih Ra? Senyum senyum sendiri? Lama lama kamu ketularan si cowok tengil itu." cecar Olla dan lagi lagi Nora hanya tersenyum menanggapinya.


Namun, mendadak senyum Nora terhenti karena dia memikirkan sesuatu.


"Sepertinya aku harus melakukan sesuatu untuk membuat Denis tidak kecewa dan semakin menyukaiku." ucap Nora dalam hati.


"Iya benar. Aku sudah tahu apa yang harus aku lakukan." tukas Nora dalam hati. Dia begitu tidak sabar untuk segera pulang lalu merealisasikan pemikiran yang baru saja melintas di benaknya.


"Semoga Denis akan menyukai apa yang akan aku lakukan." ucapnya kemudian di dalam hati dengan tetap mengukir senyum di bibir manisnya.

__ADS_1


Bel pertanda pulang telah berbunyi, Nora sangat bersemangat untuk pulang bahkan dia sampai mengabaikan panggilan Olla dan juga Denis.


"Nora.. tunggu Nora..." teriak Olla.


Tak berselang lama, Denis pun ikut memanggil Nora seraya mengejarnya. Meski tidak mendapat jawaban, tetapi tangan Denis berhasil meraih tangan Nora.


"Kenapa kamu buru buru?" tanya Denis.


Nora menghentikan langkahnya karena pergelangan tangannya di tarik oleh Denis.


"Maaf, aku harus segera pulang. Ada yang ingin segera aku lakukan untuk kamu. Eh, ups..." Nora keceplosan bicara. Padahal dia berniat untuk memberikan kejutan kepada Denis, tetapi dia terlanjur sedikit mengatakan tentang hal itu sehingga membuat Denis penasaran.


"Untukku? Apa maksud kamu?" tanya Denis.

__ADS_1


"Emm.. Maaf, aku salah bicara. Besok aja aku kasih tahu, sekarang aku pulang dulu ya. Bye...." Nora bergegas melepas genggaman tangan Denis lalu segera berlari meninggalkan cowok itu. Sementara Denis berhasil di buat penasaran dengan ucapan Nora yang terputus.


"Kira kira apa ya yang ingin dia lakukan untukku?" tanya Denis dalam hati seraya mengerutkan dahi.


__ADS_2