ASRAMA ( Asmara Masa Remaja) Si Bad Boy

ASRAMA ( Asmara Masa Remaja) Si Bad Boy
Cemburu


__ADS_3

Sejak Nora berpenampilan beda, banyak teman cowok di sekolahnya yang ingin mengenal Nora lebih dekat. Tanpa peduli jika Nora sudah jadian sama Denis.


"Hai Nora. Sendirian aja..." sapa Leo, siswa yang tinggal di kelas sebelah. Nora hanya menjawab pertanyaan itu dengan senyum, tanpa berani menatap cowok itu. Meski penampilannya berubah, tetapi sifat dan perilaku Nora tidak pernah berubah. Dia tetap menjadi gadis pemalu dan pendiam.


"Di tanya kok diam aja sih? Bikin aku makin penasaran," tanya Leo kemudian, sembari berniat mencolek dagu Nora tetapi lekas di tepis oleh gadis itu.


"Apaan sih kamu? Jangan gitu dong!" sangkal Nora.


"Dih, cuma mau nyolek doang masak nggak boleh?" Leo tidak berhenti menggoda Nora, sementara gadis itu tidak ada hentinya juga memberi perlawanan.


Namun sayang sekali, sebuah kamera sudah terlanjur mengabadikan foto mereka, sehingga dari foto tersebut, ada yang berniat jahat kepada Nora. Dan benar saja, pada hari yang sama, terpampang foto Nora bersama Leo di ponsel Denis. Siapa lagi pelakunya kalau bukan Sonia, cewek yang paling benci sama Nora.


"Rasain kamu! Makanya, jangan sok kecantikan!" tukas Sonia dengan senyum masam.


Setelah berselang lima menit dari masuknya foto tersebut pada ponsel Denis, barulah dia meraih benda pipih itu untuk mengeceknya.


"Apa maksud semua ini?" Tanya Denis dalam hati dengan menyimpan rasa cemburu.

__ADS_1


Di bawah foto itu, ada satu kalimat yang di sertakan oleh Sonia.


"Lihat tuh kekasih kamu! Ngerasa udah cantik, jadi main serong deh!"


"Nggak mungkin!" Balas Denis.


"Nyatanya!" Tegas Sonia.


Denis hampir saja membanting ponselnya karena terbakar api cemburu. Tetapi, dia masih berusaha untuk tenang selama belum mendapat keterangan dari Nora.Dia yakin jika kekasihnya itu tidak mungkin menduakan dirinya. Siang itu mereka memang tidak istirahat bersama karena Denis masih mengikuti kegiatan ekstrakurikuler futsal.


Sementara Nora yang saat itu masih di godain Leo di kantin, berusaha untuk melarikan diri. Akan tetapi sayang sekali, karena terlalu terburu buru untuk menghindar, tanpa sengaja ponsel Nora ketinggalan di meja kantin, dan hal itu lekas di manfaatkan oleh Leo untuk segera meraihnya.


"Mau ngambil ini?" Tanya Leo dengan tatapan mata yang mulai nakal, seraya memegangi ponsel Nora di tangannya.


"Sini, berikan padaku!" seru Nora dengan wajah garang.


"Duh, makin cantik aja kalau marah. Maju sini dong, ntar aku kasih ponselnya. Sekalian aku peluk dikit," goda Leo.

__ADS_1


"Jangan macam macam ya kamu, mana ponselnya!" bentak Nora sekali lagi tetapi tidak di gubris oleh Leo. Bahkan cowok iseng itu malah membawa ponsel Nora lari, sehingga membuat Nora mengejarnya.


"Heh, jangan lari. Tunggu!" teriak Nora sembari memanggil Leo. Bukannya berhenti, tetapi Leo malah semakin menjauh dari Nora, bahkan dia berlari menuju ke arah kelas Nora.


Karena begitu fokus mengejar Leo, Nora tidak memperhatikan jalan. Hingga tanpa sengaja dia menabrak seseorang.


Bruuukkh....


"Nora!"


"Denis!"


Rupanya seseorang yang tidak sengaja di tabrak oleh Nora adalah Denis.


"Kamu kenapa berlarian seperti itu?" tanya Denis.


"Maaf Denis, aku tidak sengaja. Aku sedang me....." belum sempat Nora menjelaskan tentang kejadian yang dia alami, mendadak Leo berteriak menyela percakapan mereka.

__ADS_1


"Hei sayang, cepat sini ambil ponselnya.....!!" Teriak Leo, sembari melambai lambaikan tangan ke atas, dengan ponsel Nora yang masih tergenggam erat di tangannya. Dan aksi itu sontak berhasil membuat Denis semakin emosi.


"Pergi saja sana! Tuh kekasih barumu manggil kamu!" Titah Denis dengan ekspresi geram.


__ADS_2