ASRAMA ( Asmara Masa Remaja) Si Bad Boy

ASRAMA ( Asmara Masa Remaja) Si Bad Boy
Video


__ADS_3

"Apa? Kenapa hukumannya seperti itu?" teriak Sonia ketika mendengar telepon dari Tina.


"Iya Son, emang begitu kata Bu Novi. Selama satu bulan ke depan kita akan di pindah di kelas sebelah." jawab Tina dari seberang telpon.


"Ini nggak adil dan keterlaluan!" Sonia merasa tidak terima dengan hukuman yang di berikan oleh Bu Novi dan dia berniat untuk protes tentang masalah itu, bahkan dia akan mengadukan hukuman itu kepada orang tuanya untuk mendapat pembelaan.


"Baiklah, besok Papa akan datang ke sekolah kamu untuk bicara dengan wali kelas kamu." tukas Papa Sonia yang menerima pengaduan dari putrinya. Tentu saja Sonia sepandai mungkin memutar balikkan fakta agar dia mendapat perlindungan.


Keesokkan harinya, Sonia benar benar datang ke sekolah bersama Papanya. Mereka segera menuju ke ruang Guru untuk menemui Bu Novi.


"Selamat pagi Bu, kedatangan saya kemari untuk membicarakan tentang hukuman yang Ibu berikan kepada Sonia. Sepertinya hukuman itu terlalu berlebihan, harusnya teman teman Sonia yang bernama Nora dan Olla juga ikut di pindah kelasnya." tutur Papa Sonia menolak hukuman untuk putrinya.


"Selamat pagi juga Bapak, tapi sebelum Bapak merasa tidak terima dengan hukuman yang di terima oleh putri anda, apa Bapak sudah benar benar tahu apa kesalahan Sonia?" tanya Bu Novi.

__ADS_1


"Kesalahan? Kesalahan dia kan karena tidak bisa fokus ketika memainkan perannya di atas penggung. Itupun karena dia merasa tidak nyaman sebab rasa gatal di tubuhnya. Dan semua itu adalah ulah Nora serta Olla. Jadi nggak adil kan kalau Sonia saja yang di hukum? Harusnya kedua teman mereka yang usil juga mendapat hukuman yang sama." ungkap Papa Sonia di hadapan wali murid nya.


Setelah mendengar penjelasan dari Papa Sonia, Bu Novi malah bertepuk tangan selama beberapa kali kemudian memberi jawaban atas penjelasan Papa Sonia.


Plok..plok..plok..


"Hebat kamu Sonia, meski kamu gagal dalam memainkan peran di panggung, tapi kamu hebat dalam bersandiwara pada kehidupan nyata kamu."


Tentu saja Papa Sonia merasa heran dengan jawaban Bu Novi.


"Sonia.." teriak Bu Novi dan seketika membuat Sonia terkejut.


"Iya Bu." jawab Sonia dengan tetap menatap ke bawah.

__ADS_1


"Kamu sendiri yang cerita ke Papa kamu atau Ibu yang cerita? Atau kita tidak perlu bercerita, dan biarkan Papa kamu menyaksikan video rekaman milik Olla?" pertanyaan dari Bu Novi mengundang rasa penasaran Papa Sonia.


"Video apa Bu?" tanya Papa Sonia, tetapi Sonia segera mengelaknya.


"Itu Pa, Papa nggak perlu lihat Video itu. Karena Video itu nggak jelas. Bahkan Bu Novi saja melarang ku untu melihatnya." ungkap Sonia berusaha membujuk Papanya.


"Enggak, Papa mau lihat video itu aja biar


semuanya tahu!" jawab Papa Sonia.


"Ini Pak, " jawab Bu Novi sambil memberikan ponselnya.


"Terimakasih Bu." ucap Papa Sonia lantas segera membuka ponsel itu. Sementara Sonia berusaha keras untuk menahannya, tetapi usahanya akhirnya sia sia.

__ADS_1


Setelah melihat video berdurasi lima menit itu, kini Papa Sonia justru memarahi Sonia.


"Sonia, kenapa kamu berbohong sama Papa? Jika tahu semuanya ternyata seperti ini, Papa nggak bakal mau kamu ajak ke sekolah." bentak Papa Sonia pada putrinya.


__ADS_2