
Siang itu Denis benar benar mengajak Nora pergi ke acara genk motornya, dan setelah tiba di sana, sempat ada yang menggunjing dan menertawakan penampilan Nora.
"Heh, ngapain kamu bawa guru TK datang ke sini?" tanya salah seorang genk motor sambil tertawa sehingga mengundang tawa yang lainnya juga. Denis merasa tidak enak dengan gunjingan mereka, tetapi Denis tidak bisa melawan karena itu hanya akan menyebabkan pertikaian.
"Aku minta maaf ya..." ucap Denis kepada Nora.
"Iya nggak apa apa. Aku sudah biasa denger kayak gitu, bahkan dulu kamu yang ngatain aku kayak gitu." Seketika Denis kena mental mendengar jawaban Nora, karena memang waktu awal perkenalan di dalam kelas, Denis lah yang pertama meledek Nora.
"Aku minta maaf juga untuk yang itu. Tapi sekarang aku baru sadar kalau kamu itu istimewa." jawab Denis.
"Sudahlah, jangan di pikirin. Kamu berlebihan memuji ku." sahut Nora.
Karena merasa tidak nyaman, Denis berniat mengajak Nora pergi dari tempat itu.
"Hey mau kemana?" teriak salah satu teman Denis.
"Aku cabut dulu." jawab Denis dengan dingin.
"Udah biarin aja dia pergi, lagian kalau bawa cewek itu yang kece dong biar nggak malu maluin genk kita...." celetuk salah satu anggota yang lainnya dan hal itu sempat membuat Denis ingin marah, tetapi Nora mengelus pundak Denis agar tidak meladeni ucapan itu.
Usai meninggalkan tempat itu, Denis mengajak Nora pergi ke sebuah cafe untuk menikmati minuman. Di sanalah Denis mulai bercerita kepada Nora bagaimana dia bisa terjerumus masuk ke dunia liar genk motor.Namun, karena waktu sudah menunjukkan pukul tiga sore, Nora meminta untuk segera di antar pulang sehingga cerita Denis terpaksa harus terpotong.
"Makasih ya udah mau dengerin kisahku, lain kali kita terusin lagi." ucap Denis sebelum mengantar Nora pulang.
Semakin hari Denis dan Nora semakin dekat, dan hal itu membuat Sonia tidak menyukainya.
"Eh lihat tuh mereka... " Angel mengompori Sonia.
"Apaan sih? Biasa aja. Cuma ngobrol doang!" sahut Sonia dengan ketus.
__ADS_1
"Biasa gimana sih? Kamu nggak lihat mereka deket banget gitu? Jangan mau kalah dong? Ancur deh reputasi genk kita kalau kalah sama tuh cewek culun.. " Tina juga ikut menyela.
"Terus aku mesti gimana? Mesti dandan culun juga kayak dia?" tanya Sonia dengan cemberut.
"Dih, nggak gitu juga kali. Sini deh, aku punya rencana... " ucap Angel.
Ketiga gadis itu kemudian saling berbisik merencanakan sesuatu, hingga akhirnya mereka saling tertawa kecil memikirkan rencana mereka.
Ketika waktu istirahat tiba, Sonia berdiri di depan kelas lalu berteriak memanggil teman temannya.
"Hay teman teman semua, aku ada pengumuman penting nih. Besok sabtu aku mau bikin pesta ulang tahun, kalian semua datang ya... Nggak perlu bawa kado, yang penting kita makan makan aja! " seru Sonia kepada teman sekelasnya.
"Pakai bikini atau baju pantai Son? " tiba tiba Denis menyahuti.
"Pakek karung goni!" ketus Sonia menyahuti.
"Ya elah, masak iya pakai karung goni? Kalau aku yang pakai sih, tetep ganteng. Lah kalau yang pakai si Olla, udah kayak beras di karung yang kagak laku di jual di pasar... ha.. ha... ha... " Denis kembali membuat kelas itu riuh dan pastinya mengundang amarah Olla yang duduk di sebelah Nora.
"Heh, mulut kamu tuh yang perlu di tambal pakek karung goni!" bentak Olla sembari memukul lengan Denis menggunakan buku tebal di mejanya. Sementara Nora hanya tersenyum simpul melihat kelakuan Denis dan Olla yang selalu bertengkar. Usai mendengar pengumuman dari Sonia, semua siswa membubarkan diri masing masing.
"Kamu besok pakai kostum apa? " tanya Denis seraya mencolek dagu Nora ketika berada di kantin.
"Nggak tau, emangnya ada aturan kostumnya ya?" tanya Nora dengan polos.
"Sepertinya enggak, cuma kadang tuh anak pasti bikin sensasi kalau buat acara pesta." jawab Denis. Nora hanya berusaha memahami bagaimana caranya berpakaian ketika hadir di pesta Sonia.
Acara tersebut akan di adakan lusa, sementara Nora sempat bingung harus memakai kostum apa karena itu adalah pertama kalinya dia di undang pada acara pesta teman kotanya.
Dua hari telah berlalu dan nanti malam Nora akan ikut hadir pada acara tersebut. Ketika hendak pulang, tiba tiba Sonia menghampiri Nora yang tengah keluar dari gerbang dan hendak pulang.
__ADS_1
"Heh Nora," sapa Sonia.
"Eh, kamu Sonia. Ada apa?" tanya Nora dengan lugu.
"Ini, aku mau ngasih kamu pakaian buat acara nanti malam." tukas Sonia.
"Pakaian?" tanya Nora heran.
"Iya, semua aku kasih pakaian dengan motif yang berbeda kecuali Olla. Karena aku nggak ada pakaian yang muat untuk ukuran dia. Tapi kamu nggak boleh ngasih tau pada anak yang lain tentang motif baju kamu. Karena nanti malam temanya pesta kejutan kostum. "jawab Sonia.
"Oh gitu. Ini harganya berapa?" tanya Nora kemudian.
"Kamu pikir aku jualan? Ini kan acara ku, jadi aku yang bayarin semua.. " sahut Sonia sembari menyodorkan pakaian di dalam kantong plastik putih.
"Emm, makasih ya Sonia. Dan makasih juga kamu udah mau mengundang aku." balas Nora tanpa merasa curiga. Dia justru merasa tersanjung karena Sonia bersikap manis padanya.
Setelah Sonia berlalu dari dekat Nora, Denis datang menghampiri.
"Hei, lagi ngapain kamu? Kok bengong aja! " sapa Denis dengan tiba tiba hingga membuat Nora terkejut.
"Ih kamu, suka bikin kaget aja." tukas Nora.
"Ngapain tadi Sonia nyamperin kamu? " tanya Denis mencari tahu.
"Emm itu...dia... " mendadak Nora teringat bahwa kostum itu tidak boleh di kasih tahu ke siapa siapa karena itu adalah kejutan.
"Dia kenapa? " tanya Denis sekali lagi.
"Dia kembali mengingatkanku kalau nanti malam jangan lupa datang! " Nora terpaksa berbohong kepada Denis demi membuat kejutan pada acara pesta tersebut.
__ADS_1