
Usai memberi kejutan kepada teman teman sekelasnya, kini tiba waktunya Denis masuk ke ruangan kelas. Awalnya dia hanya sekilas memperhatikan bangku Nora sudah berpenghuni, tanpa dia sadari bahwa penghuninya sudah berubah penampilan karena saat itu Nora tengah mengambil pensilnya di bawah bangku, sehingga hanya terlihat punggung dari gadis itu.
Setelah duduk di bangkunya, Denis menoleh ke arah belakang, dimana Nora di situ terletak bangku Nora.
"Pagi sayang..." sapa Denis tanpa menutupi lagi hubungan mereka. Dan betapa terkejutnya dia ketika Nora mengangkat tubuhnya, lalu menatap ke arah Denis.
"Astaga... kamu... kamu beneran Nora Erlita?" tanya Denis dengan kedua kelopak mata yang melebar. Sementara Nora hanya menjawabnya dengan senyum manis dan pipi memerah.
"Cantik sekali kamu sayang....." puji Denis tanpa mengedipkan mata.
"Yeeee..... emang dari dulu Nora cantik. Situ aja matanya rabun!" mendadak Olla menyela ucapan Olla.
"Diem kamu, bidadari secantik Nora sebenarnya nggak pantes duduk satu bangku dengan gajah bengkak kayak kamu!" Denis membalas ucapan Olla dengan seenak jidat.
__ADS_1
"Apa kamu bilang?" Olla merasa tidak terima.
"Gajah bengkak! Harusnya pangeran tampan seperti aku yang lebih pantas duduk di situ!" sahut Denis kemudian.
Perdebatan mereka tidak berlangsung lama karena suara seorang guru sudah memasuki ruangan.
"Nanti kita lanjutkan di kantin ya..." Denis sempat mencolok dagu Nora sebelum membalikkan tubuhnya menghadap ke papan tulis.
Setelah melewati tiga jam pelajaran, mereka akhirnya mendengar bel istirahat berbunyi. Semua siswa siswi mulai keluar dari kelasnya, dan kini hanya menyisakan Denis serta Nora.
Pria itu sengaja keluar kelas paling akhir bersama kekasihnya agar lebih tenang, dan tentunya bisa menggoda kekasihnya sepuasnya tanpa ada Olla di samping Nora.
"Aku masih tidak percaya dengan siapa aku bicara? Kamu benar benar cantik..." Denis tak henti hentinya memuji Nora hingga membuat gadis itu tersipu malu.
__ADS_1
"Ngomong ngomong, siapa yang mendandani kamu jadi seperti ini?" tanya Denis.
"Aku pergi ke salon kemaren dengan di temani Ibu dan Bapak." jawab Nora dengan jujur dan hal itu membuat Denis seketika tertawa.
"Astaga Nora, kamu ini benar benar anak yang lugu. Kenapa kemaren kamu tidak memintaku untuk mengantarkan?" tanya Denis lagi dan Nora pun menggeleng.
"Aku kan ingin ngasih kejutan sama kamu." jawab Nora seraya menundukkan kepala.
"Astaga, jadi semua ini kamu lakukan hanya untukku?" Denis tiada henti bertanya kepada kekasihnya, dan kali ini Nora mengangguk untuk menjawabnya.
"Terima kasih sayang, kamu benar benar gadis idaman. Aku begitu beruntung bisa memiliki hatimu." ujar Denis sembari meraih kedua tangan Nora, lalu mengecup punggung tangannya. Setelah puas mengungkapkan segala isi hatinya, mereka beranjak keluar kelas untuk menuju ke kantin. Sejak dari dalam kelas hingga mendapat bangku di kantin, Denis tidak melepas tangan Nora yang dari tadi di gandengnya.
Teman teman mereka yang awalnya suka mengolok olok Nora, kini ganti memuji muji perubahan Nora. Bahkan sempat membuat beberapa teman perempuannya merasa iri melihat hubungan mereka. Karena, sejak Denis dekat dengan Nora, Denis tidak lagi menjadi laki laki yang suka menggoda perempuan dan suka usil. Nora membawa banyak perubahan bagi Denis. Hal itu juga membuat kedua orang tua Denis senang, selain nilai sekolah dan kelakuannya menjadi baik, yang paling utama Nora bisa mengajak Denis untuk keluar dari geng motornya.
__ADS_1