ASRAMA ( Asmara Masa Remaja) Si Bad Boy

ASRAMA ( Asmara Masa Remaja) Si Bad Boy
Baikan


__ADS_3

Siang itu Denis terpaksa menjalani hukumannya dengan berat hati, dan hal itu membuat Nora semakin simpati.


"Dia dihukum gara gara aku." kata Nora menjawab ucapan Olla.


"Lah, kenapa gara gara kamu?" tanya Olla dengan heran.


"Iya, kemaren aku udah bilang kalau mau bantu Denis ngerjakan tugas Fisika. Tapi sekarang dia malah di hukum gara gara aku belum bantu dia." tukas Nora yang semakin membuat Olla menggelengkan kepala.


"Ya Tuhan Nora, itu bukan salah kamu. Itu tuh salah dia sendiri. Salahnya karena udah nyakitin kamu dan salahnya lagi karena suka nyontek. Nggak mau berusaha mengerjakan tugasnya sendiri!" Olla berusaha mengingatkan Nora, tetapi sepertinya hal itu tetap saja sia sia.


Setelah usai satu jam pelajaran, Nora izin ke kamar mandi untuk menemui Denis. Meski Olla sudah berusaha melarangnya, tetapi Nora tetap saja bersikeras ingin menemui Denis.


"Denis," panggil Nora ketika sudah berada di toilet.


Mendengar ada yang memanggilnya, Denis pun menoleh. Dan ketika dia tahu jika yang memanggilnya adalah Nora, Denis pun lekas memasang wajah memelas.


"Iya, ada apa?" tanya Denis dengan lesu.

__ADS_1


"Aku minta maaf. Gara gara aku, kamu jadi mendapat hukuman." ucap Nora dengan penuh penyesalan.


Melihat penyesalan yang di sampaikan oleh Nora, Denis pun tak ingin menyia nyiakannya dengan semakin berakting di depan Nora.


"Bukan, ini bukan salah kamu. Ini semua salahku sendiri. Harusnya aku tidak menyakiti hatimu. Aku minta maaf, aku memang tidak berguna." sahut Denis dengan begitu lemah dan membuat Nora semakin iba melihatnya.


"Jangan bilang begitu, aku juga salah kok. Harusnya aku nggak langsung marah sama kamu." Nora dengan mudah termakan akting Denis.


"Makasih ya Nora, kamu itu memang baik banget. Sebenarnya aku tidak serius saat mengucapkan soal tadi kepada Joni, aku hanya ingin mengelabuhi dia supaya dia tidak curiga tentang hubungan kita. Kamu tahu sendiri kan kalau Joni itu mulutnya ember dan tukang gosip?" ungkap Denis yang seolah olah terdengar sungguhan di telinga Nora.


Sejak saat itu, mereka kembali berbaikan seperti semula, bahkan Denis semakin menegaskan kepada Nora agar tidak mudah marah kepada dirinya. Nora pun menyetujui hal itu, karena tentu saja Denis selalu menggunakan kata kata mautnya untuk menaklukkan hati Nora.


"Dih, ada yang udah baikan nih?" ledek Joni pada sahabatnya.


"Iya dong, Denis.." Denis justru berbangga diri mendengar ucapan Joni.


Lain halnya dengan Olla, dia justru sangat kesal melihat Nora yang mudah sekali di bohongi oleh Denis.

__ADS_1


"Astaga Nora, ngapain sih kamu baikan lagi sama dia? Buka mata kamu Nora, buka! Kamu itu cuma di manfaatin sama Denis." cecar Olla yang tek henti henti menyadarkan sahabatnya.


"Tidak Olla. Kamu itu salah. Denis itu melakukan semua itu agar tidak ada yang tahu tentang...." sejenak Nora menghentikan ucapannya. Dia hampir saja keceplosan untuk mengakui hubungannya dengan Denis kepada Olla.


"Tentang apa?" rupanya Olla sudah terlanjur di buat penasaran dengan kalimat Nora yang terputus.


"Nggak, nggak tentang apa apa!" jawab Nora dengan gugup dan hal itu membuat Olla curiga jika telah terjadi sesuatu antara Nora dan Denis.


"Denis tidak melakukan hal aneh aneh sama kamu kan Nora?" Olla berusaha mengintrogasi Nora.


"Aneh aneh apa maksud kamu?" tanya Nora sedikit heran.


"Yaaa, yang aneh aneh. Siapa tahu dia sudah berani ngapa ngapain kamu." pikiran buruk Olla tentang Denis sudah mulai berkelana.


"Ya enggak lah Olla. Dia nggak ngapa ngapain aku kok!" jawab Nora.


"Syukurlah, tapi kamu harus tetap hati hati sama Denis!" Olla kembali memberi petuah kepada sahabatnya yang sangat polos itu.

__ADS_1


__ADS_2