ASRAMA ( Asmara Masa Remaja) Si Bad Boy

ASRAMA ( Asmara Masa Remaja) Si Bad Boy
Apa kamu tidak malu


__ADS_3

"Minggir kalian! " bentak Denis sembari mendekat ke arah pria yang mengelilingi tubuh Nora.


"Heh, apa urusan kamu? Emang dia adik kamu?" tanya seorang pria itu yang tak lain adalah teman sekolah Denis.


"Nggak usah banyak tanya, udah pokoknya minggir! " Denis masih saja melawan.


"Wuih, sabar bro. Jangan jangan gadis ini udah kamu boking? Eh, ngomong ngomong berapa tarifnya?"


Pertanyaan itu tidak mendapat jawaban dari Denis, tapi yang ada tangan Denis melayang ke pipi pria itu sehingga keributan pun tak dapat di cegah.


"Eh, apaan sih? Main pukul pukul aja?" pria itu tidak terima lalu membalas serangan Denis hingga keduanya akhirnya beradu jotos.


Perkelahian di antara keduanya membuat pesta itu menjadi kacau sehingga kedua orang tua Sonia memanggil satpam penjaga untuk memisahkan mereka.


"Sudah cukup! Hentikan! " teriak Sonia kepada mereka berdua tetapi tidak di hiraukan.


Setelah merasa tidak di hiraukan, Sonia melemparkan amarahnya kepada Nora.


"Ini semua gara gara kamu!"


Nora yang sudah terlanjur down hanya bisa menangis saat melihat Sonia semakin terbawa emosi.


"Pergi kamu dari sini!" bentak Sonia dengan kedua mata yang membola sembari melempar tas Nora yang sempat dia taruh di kamarnya.


Denis sejenak menghentikan aksinya ketika mendengar Sonia membentak Nora. Dengan cepat dia berseru memanggil Nora yang sudah mulai melangkah keluar.


"Tunggu! "


Dengan langkah lebar, Denis berjalan menghampiri Nora seraya melepas jas yang dia kenakan lalu dia pakaikan pada tubuh Nora yang menjadi pusat perhatian para tamu. Setelah berhasil menutupi bagian atas tubuh Nora, mereka berdua berjalan beriringan keluar dari rumah Sonia tanpa menghiraukan para tamu yang masih memandang mereka dengan seksama.


Nora tetap menundukkan kepala dan tidak berani mengangkat kepalanya hingga mereka tiba di halaman rumah.

__ADS_1


"Apa kamu tadi bawa motor? " tanya Denis dengan pelan. Nora menggeleng dan Denis pun mengajak Nora untuk masuk ke dalam mobilnya. Namun, ketika berada di depan pintu mobil, Nora menghentikan langkahnya.


"Kenapa?" tanya Denis.


"Aku mau ganti baju dulu." jawab Nora.


"Apa kamu bawa baju ganti? Baiklah, masuklah dulu ke mobil untuk ganti baju. Akan aku tunggu kamu di sini." tukas Denis.


Nora pun menurut dengan apa kata Denis lalu masuk ke dalam mobil dan mengganti pakaiannya. Setelah selesai mengganti pakaiannya, Denis lekas masuk ke dalam mobil lalu segera melajukan kendaraan roda empat itu meninggalkan rumah Sonia.


Selama di perjalanan, Denis masih belum berani banyak bertanya karena dia lihat Nora masih nampak sock. Dia membiarkan Nora menangis menumpahkan kesedihannya. Barulah ketika tiba di sebuah taman, Denis menepikan mobilnya.


"Kenapa berhenti di sini? " tanya Nora.


"Karena aku akan menunggu kamu berhenti menangis dan mengganti air mata itu dengan senyuman." jawab Denis.


"Untuk apa?" tanya Nora lagi.


Dalam hati Nora membenarkan ucapan Denis sehingga dia sejenak lebih tenang dan menghentikan tangisnya.


"Udah.Aku udah diem." ucap Nora sembari menyeka air matanya.


"Belum." sahut Denis.


"Belum apa?" tanya Nora lagi.


"Belum cantik. Kamu masih jelek karena menangis." Denis malah menggoda Nora.


"Aku kan memang nggak cantik." jawab Nora dengan bibir mencebik.


"Siapa bilang?" tanya Denis.

__ADS_1


"Kamu yang bilang! " jawab Nora dengan bibir yang sama.


"Kamu itu cantik, kecuali malam ini." jawaban dari Denis semakin membuat Nora penasaran.


"Apa maksud kamu? " tanya Nora.


"Iya, malam ini kamu itu jelek banget berdandan seperti itu. Emang siapa sih yang udah dandanin kamu pakai pakaian seperti itu?" tanya Denis dengan kesal.


"Sonia.. " jawab Nora sambil kembali menangis.


"Sudah ku duga! Kamu pasti hanya ingin di permalukan oleh dia." sahut Denis.


"Aku tidak menyangka kejadiannya akan seperti itu. Tadi siang aku di beri pakaian dan alat make up katanya untuk acara itu, tetapi aku tidak boleh bilang siapa siapa karena katanya pesta kejutan. " jawab Nora sembari menahan tangis.


" Astaga, keterlaluan itu anak. Lihat aja besok! Pasti aku balas. " tukas Denis dengan geram.


"Jangan Denis, nanti kamu ikut di marahi sama dia! " tegur Nora.


"Aku tidak peduli. Anak itu perlu di kasih pelajaran." jawab Denis tanpa menghiraukan teguran Nora. Nora pun akhirnya terdiam dan tidak melawan omongan Denis. Malam itu Denis mengajak Nora ke suatu tempat sebelum pulang ke rumah untuk menenangkan diri.


"Makasih ya, kamu mau menolongku. Apa kamu tidak malu membelaku?" tanya Nora.


"Apa kamu juga tidak malu berteman dengan cowok resek dan tidak beraturan seperti aku?" Denis malah membalikkan pertanyaan.


Nora tercengang mendengar pertanyaan Denis, lalu dia tersenyum simpul untuk menanggapinya.


"Kamu itu sebenarnya baik, hanya saja kamu kesepian.Dan saat kamu mencari keramaian untuk mengisi rasa kesepianmu, kamu datang ke tempat yang salah." ungkap Nora.


"Bukan hanya itu, meski aku berusaha mencari tempat yang benar pun, tidak akan ada yang menerimaku karena memang sudah terlanjur di pandang buruk." Jawab Denis.


Nora merasa miris mendengar ucapan Denis, seakan semua menyudutkan perbuatannya dan tidak memberi celah kepada dirinya untuk berubah menjadi lebih baik.

__ADS_1


__ADS_2