ASRAMA ( Asmara Masa Remaja) Si Bad Boy

ASRAMA ( Asmara Masa Remaja) Si Bad Boy
Seksi


__ADS_3

Setibanya di rumah, Nora membuka pakaian yang Sonia berikan. Dan betapa terkejutnya dia ketika dia melihat dress mini yang tingginya di atas lutut, dengan bagian dada terbuka tanpa lengan. Bagian pundaknya pun sangat transparan, bahkan persis menyerupai warna kulit.


"Apa memang seperti ini ya pakaian pesta orang orang di kota itu? " tanya Nora dalam hati sembari mengernyitkan dahi.


Hatinya mulai bimbang untuk memakainya, tetapi mengingat siapa yang memberi pakaian itu, Nora jadi berpikir ulang.


"Kalau nggak datang dan nggak pakai pakaian ini, nanti Sonia dan teman temannya marah." Nora kembali berdialog dengan dirinya sendiri.


Waktu untuk memutuskan tinggal setengah hari lagi karena pesta itu akan di adakan nanti malam. Bukan hanya pakaian, Sonia juga melengkapi alat make up dan juga rambut palsu serta high heels yang jarang sekali Nora kenakan.


"Ini bagaimana cara pakainya?" tanya Nora dalam hati sembari membolak balikkan peralatan rias tersebut. Ingin dia bertanya kepada ibunya, tetapi Nora takut karena pasti bapak ibunya melarang dia mengenakan pakaian seksi itu untuk pergi ke luar rumah. Hingga akhirnya dia memilih untuk menghubungi Sonia.


"Halo Son?" sapa Nora di telepon.


"Hei, ada apa? " sahut Sonia berlaga sok ramah.


"Aku bingung gimana cara memakai semua perlengkapan pesta ini? Aku juga takut kalau pakai pakaian seperti ini pasti tidak di izinkan sama orang tuaku untuk pergi. Apa boleh aku ganti pakaiannya di rumah kamu saja?" tanya Nora dengan lugu.


"Oh itu, boleh boleh. Tapi syaratnya kamu harus datang satu jam lebih awal ya... " jawab Sonia dengan antusias dan Nora pun bernapas lega.


"Hufftt, syukurlah." ucap Nora dalam hati. Dia sama sekali tidak mengira bahwa Sonia dan teman temannya ingin mengerjainya.


Setelah hari sudah mulai sore, Nora bersiap siap untuk berangkat ke rumah Sonia. Bapak dan Ibu Nora pun mengizinkan selama Nora tidak pulang larut malam karena memang hari itu adalah hari sabtu.


Setelah tiba di rumah Sonia, Nora di sambut baik oleh gadis itu. Nora segera di arahkan ke sebuah kamar untuk mulai make over. Wajah polos gadis dari desa itu begitu berubah ketika make up tebal mulai menghiasi wajahnya.


"Apa harus tebal begitu ya Son? Aku tidak terbiasa. " tukas Nora dengan ragu.

__ADS_1


"Udah, nanti lama lama juga terbiasa. Ini kan pesta kejutan. Jadi semua harus tampil berbeda dari biasanya." ungkap Sonia meyakinkan.


"Oh, begitu ya Son?" tanya Nora lagi.


"Iya, udah diem. Habis ini kamu pakai pakaiannya terus aku pasangin bulu mata dan rambut palsunya. Kamu pasti akan terlihat sangat cantik malam ini." Sonia membubuhi pujian di sela sela ucapannya.


"Makasih ya Son, meski aku tidak terbiasa berpenampilan seperti ini, tapi kamu sudah sudi mendadani aku. Apa nanti teman teman tidak menertawai penampilanku ini Son?" dengan polosnya Nora bertanya.


"Ya enggak lah, yang ada nanti mereka malah memujimu habis habisan."


Mendengar jawaban Sonia, hati Nora pun berbunga bunga meski dia malu melihat bayangannya sendiri di depan cermin mengenakan pakaian seksi dengan make up tebal.


Setelah selesai make over, Sonia meminta Nora untuk menunggunya di kamar itu hingga nanti Sonia menyuruhnya keluar.


"Ya udah, kamu tunggu aja di sini ya. Aku mau ganti baju dulu. Kalau kamu malu dan takut, nanti keluarnya pas teman teman udah pada datang aja ya.. Ntar aku chat kamu. Oke?" kata kata Sonia terdengar begitu bersahabat. Dan dengan senang hati Nora pun menyetujui ucapan Sonia.


"Heh Son, si culun gimana? " tanya Angel kepada sahabatnya.


"Beres, aku jamin malam ini bakal ada hiburan gratis." jawab Sonia sembari melepas tawa hingga kemudian di iringi tawa Angel dan juga Tina.


Tepat di saat semua sudah berkumpul dan acara akan di mulai, Sonia mengirim chat kepada Nora agar keluar dari kamarnya. Dengan hati yang berdebar, Nora mempersiapkan diri untuk keluar dari kamar tersebut. Berkali kali dia melihat bayangannya di cermin, tetapi penampilannya yang begitu eksotis membuatnya tidak percaya diri.


"Kenapa nggak keluar?" Sonia mengirim pesan lagi kepada Nora.


"Aku malu." balas Nora.


"Nggak usah malu, mungkin kamu hanya belum terbiasa.Ayo cepat keluar, semua sudah menantimu..." Sonia berusaha memberi dukungan kepada Nora.

__ADS_1


Nora menarik nafas panjang agar lebih tenang. Kemudian, perlahan dia melangkah untuk menuju ke pintu lalu membuka dengan pelan pintu tersebut.


Ceklek,


Suara musik yang menggema membuat para tamu undangan tidak mendengar pintu itu terbuka. Bahkan ketika Nora sudah melangkahkan kakinya hingga keluar kamar, semua mata masih mengacuhkannya. Hingga akhirnya semua mata tertuju pada Nora ketika Angel meneriakinya.


"Astaga, lihat itu Nora... Udah kayak biduan mau di boking om om! ha.. ha.. ha... " teriakan Angel mengundang pandangan semua tamu tertuju kepada Nora, hingga akhirnya menimbulkan banyak bulian.


"Eh, diam diam si culun ternyata bakat jadi wanita malam ya? Lihat tuh penampilannya? " celetuk salah seorang temannya.


"Iya, padahal pada undangan Sonia kan jelas di tulis memakai pakaian sopan dan rapi karena Sonia juga mengundang para guru. Lah ini kenapa pakai pakaian kayak gitu?" seru teman Nora yang lainnya, padahal Nora sama sekali tidak menerima undangan tersebut.


"Udah dong udah, kalian itu pada iri ya? Biarin sajalah Nora pakai pakaian kayak gini, aku suka lihatnya. Iya nggak teman teman? " salah seorang pria yang juga bersekolah di sekolah Nora malah menggoda Nora. Bahkan ada yang dengan lancang memboking Nora sambil mencolek pantatnya.


"Eh cantik, mau aku ajak kencan? Biasanya berapa tarif kamu?"


"Lepaskan!" bentak Nora sembari menepis tangan liar yang mulai memegang anggota tubuhnya. Air mata Nora mulai menggenang dan dia baru sadar jika Sonia telah menjebak dirinya.


"Ah sudahlah, kenapa malu malu gitu? Toh belahan dada dan lekuk tubuh kamu itu udah terlanjur menggoda mata kami. Udah, bilang aja berapa tarifnya?"


Ada tiga pria yang kini mengelilingi Nora dengan tangan yang mulai menjamah salah satu bagian tubuh Nora. Sementara gadis itu hanya bisa menangis karena langkahnya untuk pergi dari tempat itu sudah di kunci oleh ketiga pria teman sekolahnya itu.


"Ayolah cantik, kita kencan bersama juga seru kok! Nggak nyangka, aku kira kamu culun. Ternyata bodymu wow... " celetuk salah seorang pria itu. Tidak ada yang menghentikan aksi para pria yang menggoda Nora, hingga akhirnya terdengar suara teriakan yang membuat aksi mereka berhenti.


"Hentikan! "


Semua mata kini tertuju pada asal suara tersebut, dan hal itu membuat Sonia sangat geram karena rencananya pasti akan gagal.

__ADS_1


__ADS_2