ASRAMA ( Asmara Masa Remaja) Si Bad Boy

ASRAMA ( Asmara Masa Remaja) Si Bad Boy
Pemilihan Peran


__ADS_3

"Oh gitu? Ya udah, kalau gitu aku bilang lagi sama si Karin kalau aku berbohong!" sahut Sonia sembari memalingkan muka.


"Bilang aja sana, emangnya aku pikirin!" jawab Denis dengan santai.


"Parah ya nih anak! Nggak ada perasaannya sama sekali!" Sonia nampak begitu frustasi dengan jawaban Denis.


"Bukan Son, dia bukan cuma nggak ada perasaan, tapi juga nggak ada otak!" dengan cepat Olla juga ikut menimpali.


"Eh bisa diem nggak itu mulutnya? Aku kasih lem sandal kalau masih ngomong terus!" celetuk Denis kepada Olla.


Merasa ucapannya tidak di gubris oleh Denis, Sonia pun berlalu dari hadapan mereka dengan hati yang kesal.


"Tuh Nora, kamu denger sendiri kan seperti apa si Denis itu? Kamu tuh harus hati hati sama dia. Jangan terlalu deket dan percaya!" Untuk ke sekian kalinya Olla mengingatkan Nora.


Mendengar nasehat dari Olla serta setelah melihat kejadian yang di depan matanya, Nora mulai ambigu dengan Denis. Tetapi, dengan cepatnya Denis segera menetralisir rasa ambigu itu.

__ADS_1


"Kamu tahu kenapa aku mengatakan semua itu pada Sonia? Karena untuk menjaga hati kekasihku." tukas Denis dengan lembut.


"Kekasih? Siapa?" tanya Nora dengan ragu, karena dia takut jika prasangka nya salah.


"Yang ada di depan mataku." Seketika pipi Nora memerah mendengar jawaban dari Denis. Rasa ambigu nya pun mendadak hilang setelah mendengar ungkapan dari Denis. Apalagi setelah melontarkan kata kata manis itu, Denis membubuhi lagi dengan kata kata.


"Malam ini kita jalan yuk?"


"Jalan? Kemana?" tanya Nora.


"Kemana aja, asal kita selalu berdua." jawaban dari Denis seketika membuat hati Nora meleleh dan dengan segera dia menganggukkan kepala mengiyakan ajakan Denis.


"Baik Om, saya akan menjaga kepercayaan Om. Kalau gitu kami berangkat dulu." ujar Denis kepada Pak Surya dengan ramah. Dan hal itu berhasil meluluhkan hati Nora serta bapaknya.


Malam itu Denis mengajak Nora mengelilingi kota menikmati pemandangan malam yang indah di bawah sinar rembulan. Ujung dari perjalanan mereka adalah Denis mengajak Nora ke sebuah kafe yang pemandangan sekitarnya sangat indah.

__ADS_1


"Makasih ya Denis." ucap Nora dengan malu.


"Makasih untuk apa?" tanya Denis pura pura tidak mengerti.


"Untuk malam ini dan untuk semuanya." jawab Nora.


"Kenapa harus berterima kasih? Kamu memang layak menerima semua itu karena kamu adalah kekasihku." lagi lagi Denis kembali membuat hati Nora meleleh sekaligus berbunga bunga.


Usai menghujani hati Nora dengan kata kata manis, kini Denis justru menyuapi makanan ke mulut Nora dan hal itu menjadi pengalaman pertama baginya sehingga dia benar benar merasa tersanjung.


Dalam suasana hangat yang semoat melambungkan hati Nora, tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul setengah sembilan malam dan mereka harus segera pulang.


"Udah malam, ayo kita pulang. Nanti kamu di marahi bapak kamu." tukas Denis kepada Nora lalu Nora pun mengangguk setuju.


Selama di perjalanan pulang, tidak sedikitpun Denis melepas genggaman tangan Nora hingga mereka tiba di rumah. Bahkan demi lebih mendapatkan hati Pak Surya, sebelum tiba di rumah, Denis sempat bertanya kepada Nora tentang makanan kesukaan bapaknya lalu kemudian Denis membelikannya.

__ADS_1


"Terima kasih Nak Denis. Kamu tahu saja apa makanan kesukaan saya. " ujar Pak Surya sebelum Denis berpamitan untuk pulang.


Sejak malam itu, Nora semakin yakin dan percaya pada cinta dan ucapan Denis. Meski berkali kali Denis sering melakukan kesalahan, tetapi ujung ujungnya rayuan Denis mampu meluluhkan hati gadis lugu itu.


__ADS_2