ASRAMA ( Asmara Masa Remaja) Si Bad Boy

ASRAMA ( Asmara Masa Remaja) Si Bad Boy
Harus Percaya


__ADS_3

Sonia begitu kesal karena rencananya telah gagal. Denis dan Nora tetap membaik meski dia sempat mengadu domba keduanya.


"Nora, kamu tahu kan kenapa alasan aku menyembunyikan status kita? Kamu lihat aja kejadian ini? Padahal mereka tahunya kita temanan doang, gimana kalau mereka tahu kita sudah jadian? " tanya Denis mencoba semakin meracuni pikiran Nora.


Karena ucapan Denis memang terdengar masuk akal, Nora pun lekas mempercayainya.


"Iya, kamu betul. " jawab Nora sembari menganggukkan kepala.


"Nah, tuh kan? Jadi mulai sekarang kamu harus benar benar percaya sama aku. Oke? " ucap Denis meyakinkan. Kepercayaan Nora kepada Denis semakin besar sehingga apapun yang di ucapkan oleh Denis pasti akan di percaya oleh Nora.


"Hebat bener dah sobat ku satu ini. Ngomong ngomong gimana si Karin? Minggu ini dia balik loh dari PKL nya di luar kota." ucap Joni.


"Serius? Berarti mulai hari ini dia masuk sekolah dong? " Denis justru bertanya balik.


"Jelaslah, emang kamu udah enggak kontak sama dia? " tanya Joni.


"Astaga, aku lupa. Nomornya pernah aku blokir satu bulan lalu. Dan aku lupa untuk buka blokir nya. " jawab Denis sembari menepuk jidatnya.


"Parah kamu sob, kok bisa nomor Karin kamu blokir? Padahal dia kan bisa jadi sumber keuangan kamu? " tanya Joni yang merasa heran. Karin selama ini memang di kenal sebagai kekasih Denis. Dia adalah adik kelas Denis dan lebih sering di manfaatkan Denis untuk di mintai uang karena Karin adalah anak orang kaya raya.


"Habisnya aku risih. Masak tiap jam tiap menit dikit dikit chat, telpon atau video call." jawab Denis sembari meminum minumannya.

__ADS_1


"Itu namanya dia cinta sama kamu bro. Nggak peka banget jadi cowok? " tukas Joni berusaha menasehati temannya.


"Cinta kalau seperti itu ya menyebalkan. Itu namanya bukan pacar, tetapi wartawan berita TV." jawab Denis dengan asal.


"Diih, ni anak kalau ngomong suka ngaco! Udah, sekarang kamu pikirin aja gimana kalau Karin datang lalu protes sama kamu kenapa nomornya nggak bisa di hubungi? Terus lagi, kamu pikirin bagaimana dengan jika Karin bertemu dengan Nora? "


Mendengar jawaban dari Joni, Denis sejenak berpikir. Tetapi tidak lama kemudian, dia kembali bersuara.


"Itu gampang. Aku udah atur semuanya. " jawab Denis dengan enteng dan begitu yakin.


"Gila parah emang nih orang. Eh ngomong ngomong, kamu beneran udah keluar dari geng motor kita?" tanya Joni memastikan, lalu Denis pun lekas mengangguk.


"Gila, bener bener gila. Tuh cewek culun ampuh juga ilmunya bisa bikin seorang Denis insyaf." ucap Joni seraya menggelengkan kepala.


"Ya udah sob, selamat ya. Semoga lain waktu aku bisa nyusul kayak kamu, tapi kalau kamu tahu dia itu istimewa, jangan di sia siain dong..." Joni berusaha menasehati Denis. Tapi kalau soal cewek, sepertinya Denis belum bisa serius.


Waktu belajar udah usai, semua murid pun keluar dari kelas. Tetapi Denis masih berada di dalam kelas dan mendekat ke arah Nora lalu berkata,


"Ada yang ingin aku katakan sama kamu." ucap Denis.


"Katakanlah, tentang apa emangnya ? " Nora berusaha menanggapinya.

__ADS_1


"Akan ada murid yang akan kembali ke sekolah, setelah usai melakukan PKL dari luar kota." ungkap Denis.


"Siapa?" tanya Nora dengan polos.


"Namanya Karin, dia itu sangat menggemari ku. Jadi nanti kamu jangan kaget ya kalau Karin akan suka mendekatiku." tukas Denis mencoba menyediakan payung sebelum hujan.


"Begitu ya? Kalian pacaran? " tanya Nora dengan lugu.


"Dulu iya, tapi sekarang udah enggak." jawab Denis. Setelah berhasil meyakinkan hati Nora, mereka bersama sama keluar dari kelas untuk segera pulang.


Malam telah berlalu dan pagi kini kembali menyapa, Nora bersiap siap untuk berangkat ke sekolah. Begitupun Denis yang juga tengah di sibukkan dengan persiapannya ke sekolah.


Setelah tiba disekolah, Nora di sambut oleh Karin yang mendadak memeluk Denis dari belakang.


"Hey sayang? Apa kabar kamu, aku kangen banget deh sama kamu." Denis terkejut mendengar ucapan Karin, tetapi bukannya melawan, Denis justru menggodanya.


"Halo juga sayang.. makin cantik aja nih. Mana nih traktirannya buat kita? " tanya Denis tanpa dia sadari Nora tengah melihatnya dari kejauhan.


"Gampang, entar pulang sekolah aja ya. Ngomong ngomong, kenapa nomor kamu tidak bisa di hubungi? " tanya Karin.


"Oh itu, maaf sayang. Beberapa waktu lalu nilaiku jelek, jadi ponselku di banting sama nyokap dan rusak deh. Aku di hukum nggak boleh pegang HP. " Denis mulai membelitkan lidahnya.

__ADS_1


"Oh gitu, ya udah deh nggak apa apa. " jawab Karin yang langsung percaya begitu saja dengan ucapan Denis.


__ADS_2