ASRAMA ( Asmara Masa Remaja) Si Bad Boy

ASRAMA ( Asmara Masa Remaja) Si Bad Boy
Kamu harus tega


__ADS_3

Meski Nora meminta untuk berdamai, tetapi Olla tidak menggubrisnya. Dia akan tetap memberi pelajaran kepada Sonia agar tahu rasa.


Setelah usai melakukan gladi bersih, mereka berkumpul di belakang panggung untuk mendengarkan beberapa nasehat yang di sampaikan oleh Bu Novi.


"Baiklah anak anak, kalian sudah mengerti kan apa yang ibu sampaikan? Jadi Ibu mohon kerja sama kalian dengan baik agar tujuan kita tercapai."


Semua peserta drama itu menjawab "iya " dengan serempak, lalu Bu Novi melanjutkan kalimatnya.


"Baiklah, sekarang kalian masuk ke ruang ganti lalu segera mengenakan kostum masing masing karena pertunjukan akan di mulai tiga puluh menit lagi. Untuk Sonia, Ibu punya satu kejutan untuk kamu. Maaf sebelumnya jika kamu kecewa karena tidak menjadi pemeran utama, tetapi malam ini kostum yang akan kamu kenakan adalah kostum yang paling bagus. Yakni milik Nora,si bawang putih." ucapan Bu Novi seketika membuat Sonia membuka kelopak mata lebar lebar karena terkejut. Dan dia pun lekas menjawabnya,


"Tidak Bu, tidak perlu. Saya pakai kostum saya aja. Saya suka kok. Kostum itu khusus untuk pemeran utama saja." Sangkal Sonia dengan cepat karena dia tahu jika pada kostum Nora sudah tertuang serbuk gatal.


"Tidak apa apa Sonia, kamu pakai saja. Sementara Nora akan memakai kostum kamu karena dia sepertinya akan kesulitan jika memakai gaun seperti itu." Bu Novi tidak bisa merubah keputusannya meski Sonia berkali-kali mencari alasan.

__ADS_1


Setelah sempat menolak dan memberi berbagai alasan, Sonia akhirnya tidak bisa menolak perintah tersebut. Ingin rasanya dia mundur saja dari pentas itu, tetapi hal itu pasti akan mengecewakan para guru dan akan mempengaruhi nilai ujiannya nanti. Di saat dia penuh dengan kebimbangan, Sonia akhirnya tidak mampu menolak. Benar benar tidak bisa dia bayangkan jika kostum itu akan di tukarkan.


"Kurang a- jar! sepertinya dia punya rencana yang tidak di ketahui oleh siapa siapa! Tapi bagaimana ini semua bisa terjadi secara kebetulan?" tanya Sonia dalam hati.


"Ayo Sonia, cepat kenakan! Sebentar lagi acara akan di mulai!" Titah Bu Novi membuat Sonia tidak bisa mengelak dan dia pun lekas mengambil kostum itu lalu mengenakannya.


"Mampuss kamu!" Ucap Olla dalam hati saat melihat Sonia begitu ragu untuk mengambil nya.


"Sudah diam saja kamu Nora! Kali ini kamu harus tega!" Nora tidak bisa berbuat banyak ketika Olla sudah mengatakan ketegasannya.


Dua puluh menit kemudian, sepuluh jemari tangan mulai menggaruk nggaruk area punggung dan lengan karena merasakan sensasi gatal yang sangat berlebihan. Tentu saja hal itu di alami oleh Sonia.


"Duh, kasihan kamu Son. Lebih baik kamu minta ganti kostum aja Son!" Tina berusaha memberi saran kepada sahabatnya.

__ADS_1


"Iya kamu benar. Aku udah nggak kuat. Rasanya panas dan gatal, bisa melepuh nanti kulitku kalau aku garuk terus." rengek Sonia sembari terus menggaruk tubuhnya.


"Ya Sudah, ayo bilang sama Bu Novi!" tukas Tina selanjutnya.Setelah mengajukan permintaan kepada gurunya, ternyata Bu Novi tidak mengabulkan. Hingga dengan berat hati Sonia berkata,


"Jika tidak bisa ganti kostum, lebih baik saya tidak ikut Bu. Karena kostum ini sangat gatal sekali, saya rasa ada yang sengaja menaruh sesuatu pada kostum ini agar saat aku pakai, sekujur badanku terasa gatal dan panas!" ungkap Sonia dengan lantang. Dia justru bersilat lidah demi menutupi keburukannya.


Mendengar keterangan dari Sonia, kemudian muncul sebuah pertanyaan di benak Bu Novi.


"Olla, bisa kah kamu jelaskan semua ini? Bukankah tadi kamu yang meminta agar Nora dan Sonia bertukar kostum?"


Kedua mata Sonia seketika terbuka lebar ketika dia tahu bahwa ini adalah rencana Olla.


"Kurang a-jar! Beraninya dia ngerjain aku! Awas aja ntar ya!" geram Sonia dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2