ASRAMA ( Asmara Masa Remaja) Si Bad Boy

ASRAMA ( Asmara Masa Remaja) Si Bad Boy
Kenapa Jadi Begini


__ADS_3

"Kekasih baru? Maksudnya apa Denis?" tanya Nora nampak kebingungan.


"Ya itu, dia yang barusan manggil kamu sayang. Siapa lagi kalau bukan kekasih baru kamu? Baru juga sekali nggak aku temenin makan di kantin, kamu udah berduaan dengan cowok lain!" ungkap Denis dengan raut wajah yang kesal.


"Apa maksud kamu Denis? Aku nggak ngerti! Siapa yang kamu maksud kekasih baru dan siapa juga yang berduaan?" Nora kembali menanyakan arti kalimat Denis.


"Ah sudahlah, mungkin kamu memang sudah merasa paling cantik. Emang bener apa kata Sonia." Untuk pertama kalinya Denis membela Sonia di hadapan Nora.


"Sonia? Sebenarnya apa sih maksud kamu Denis? Aku tidak mengerti. Semua yang kamu ucapkan itu tidak benar." sangkal Nora berusaha meyakinkan kekasihnya.


"Jika semua tidak benar, bagaimana dengan foto ini?" ujar Denis seraya menunjukkan foto yang di kirim oleh Sonia.

__ADS_1


"Astaga... Siapa yang melakukannya Denis? Apakah Sonia? Itu tidak seperti yang kamu pikir," lagi lagi Nora berusaha menjelaskan kebenarannya kepada Denis, tetapi sayangnya kekasihnya itu sudah terlanjur di makan api cemburu. Tanpa kembali menjawab pertanyaan Nora, Denis pun berlalu begitu saja.


"Denis, tunggu Denis... Denis..." teriak Nora yang sama sekali tidak di gubris oleh Denis.


"Ya ampun, kenapa jadi begini sih?" gerutu Nora dengan mata berkaca kaca. Di tengah tengah rasa galaunya, dia teringat jika ponselnya masih di bawa oleh Leo, sehingga Nora segera mencari keberadaan Leo yang saat itu sudah menghilang.


Setelah mondar mandir kesana kemari mencari cowok iseng itu, Nora tak kunjung menemukan batang hidungnya. Hingga akhirnya dia memberanikan diri menanyakan keberadaan Leo di kelasnya.


"Oh, ini cewek barunya Leo? Bukannya kamu cewek kampung yang kemaren baru saja pindah ke sini? Jangan blagu deh kamu, baru juga bisa dandan, udah nyamber pacar orang!" bentak seorang siswi yang dengar dengar merupakan mantan kekasih Leo. Dia merasa tidak terima ketika mendengar gosip, Leo berpacaran dengan Nora.


"Tidak, itu tidak benar. Aku tidak ada hubungan apa apa sama dia." Ujar Nora berusaha menjelaskan kesalahpahaman mereka.

__ADS_1


"Terus ngapain kalau gitu kamu nyariin dia kesini? Dasar cewek kegatelan!" bentak siswi itu kembali.


"Aku, aku mau mengambil ponselku yang di bawa oleh Leo." jawab Nora apa adanya.


"Apa? Ponsel kamu di bawa Leo, terus kamu bilang kalian nggak ada apa apa? Kamu pikir aku bodoh! Lagian Leo ngapain juga bawa bawa ponsel anak kampung macam kamu kalau kamu nya yang mancing duluan? Jangan jangan, di ponsel itu ada video bokep kalian?" mantan kekasih Leo itu semakin memberi tudingan yang tidak masuk akal.


"Apa maksud kamu? Jangan bicara yang tidak tidak. Ponselku tadi ketinggalan di meja kantin, dan Leo yang mengambilnya. Terus aku minta nggak boleh, jadinya aku ngejar dia sampai di sini." ucap Nora dengan sungguh sungguh, tetapi tetap saja di remehkan oleh mereka.


"Duh, makin ngaco nih anak! Mana ada Leo ngambil ponsel orang? Leo itu anaknya orang tajir, mau beli tokonya ponsel pun bisa. Ngapain coba ngambil ponsel kamu? Paling paling kamu nya aja yang kecentilan terus nawarin diri sama Leo!" tudingan menyakitkan itu terucap dari siswi lain yang saat itu juga sedang ikut berkerumun di situ.


Tak sanggup mendengar kalimat kalimat yang menorehkan rasa sakit di hatinya, Nora memilih untuk pergi dari kelas Leo dan segera kembali di kelasnya sembari meneteskan air mata.

__ADS_1


__ADS_2