
Setelah sempat menenangkan diri dan mencoba berpikir lebih jernih, Nora mulai menyimpulkan bahwa semua kejadian itu terjadi karena dia tidak menjadi dirinya sendiri dengan perubahan penampilan yang dia lakukan. Harusnya dari awal dia bisa memahami bahwa tanpa melakukan perubahan pun Denis sudah mengakui dirinya sebagai kekasihnya. Berbeda dengan Leo yang sengaja mendekati dirinya karena penampilannya yang sudah berubah. Dari situ Nora berpikir bahwa yang benar benar tulus itu Denis, tetapi dia malah mengambil resiko berbahaya bagi dirinya sendiri dengan merubah penampilan.
Setelah benar benar yakin dengan pemikirannya, Nora lekas keluar dari kamar untuk menemui Ibunya. Kebetulan juga waktu itu Bapaknya sudah pulang dari kerja dan hendak mengajak Nora serta Ibunya untuk cari makan di luar.
"Bu, ada yang ingin Nora bicarakan." ujar Nora kepada Ibunya.
"Bicara saja Nak, ada apa?" sahut Bu Iin.
"Nora mau pergi ke salon lagi Bu." jawab Nora.
"Ke salon? Apa kamu mau merubah gaya rambut kamu lagi?" tanya ibunya.
__ADS_1
"Iya Bu. Nora tidak nyaman dengan penampilan seperti ini. Nora merasa tidak bisa menjadi diri sendiri setelah berubah penampilan." ungkap Nora menjelaskan.
"Jadi, kamu mau kembali berpenampilan seperti dulu?" tanya Bu Iin lagi kemudian Nora mengangguk.
"Kenapa? Apa kamu di olok olok sama teman kamu? Atau kamu kelelahan menolak teman teman kamu yang menyukai penampilan baru kamu?" tanya Bapak Surya mencoba menebak apa yang di alami oleh putrinya.
"Bapak...." Nora di buat tersipu malu dengan pertanyaan Bapaknya.
"Kalau Bapak sih, mau kamu berpenampilan seperti apa saja, putri Bapak tetap yang terbaik. Tetapi memang sebenarnya penampilan seperti ini lebih banyak mengundang hal negatif jika tidak bisa menjaga diri." Bapak Surya ikut menimpali.
"Iya Pak, Bu. Kalau begitu antar Nora pergi ke salon lagi. Nora lebih nyaman dengan penampilan Nora yang dulu." jawab Nora, lalu kedua orang tuanya pun mengabulkan permintaannya.
__ADS_1
Usai mencari makan di salah satu rumah makan, Nora kembali menuju ke salon dengan di temani oleh kedua orang tuanya. Di sana dia meminta agar penampilan rambutnya di kembalikan seperti semula. Seragam sekolah yang sempat dia ganti pun juga hendak dia tinggalkan. Rencananya besok dia akan berpenampilan sama ketika dia pertama kali masuk di kelasnya.
"Nah, ini baru putri Ibu..." ujar Bu Iin seraya memegang dagu putrinya.
"Iya Bu. Maafin Nora ya, Nora sudah terpengaruh gaya penampilan orang kota dan merubah penampilan Nora yang lama." ucap Nora.
"Iya. Nggak apa apa. Kalau belum di coba, kamu tidak akan pernah tau resikonya." jawab Bu Iin, lalu mereka bertiga lekas pulang dari salon tersebut.
Nora merasa begitu nyaman dengan penampilan lamanya, dia berdiri memandangi dirinya sendiri di depan cermin. Di sana dia melihat karakternya sendiri yang pendiam, pemalu serta lebih suka menunduk. Berbeda dengan penampilannya beberapa saat kemaren, dimana dia menjadi pusat perhatian dan belajar lebih percaya diri dengan mengangkat pandangannya.
Gadis lugu itu menarik nafas dalam lalu menghembuskan nya pelan pelan. Kemudian dia berbicara pada dirinya sendiri.
__ADS_1
"Besok akan terlihat, siapa di antara mereka yang masih tulus ingin dekat denganku. Aku harap perubahan ini cukup menjadi bukti bagi Denis, bahwa perubahan penampilanku yang kemaren bukan untuk menarik perhatian cowok lain."