
Setelah menjalin kedekatan selama beberapa waktu, Denis dan Nora akhirnya resmi berpacaran. Tetapi, Denis mempunyai satu komitmen yang harus Nora setujui selama mereka berpacaran.
"Nora, mulai malam ini kita sudah resmi jadian. Tetapi, ada satu hal yang masih mengganjal di pikiranku." tukas Denis dengan nada yang serius sambil menggenggam kedua tangan Nora.
Pipi Nora yang semua merah merona, mendadak sedikit redup mendengar ucapan Denis.
"Sesuatu apa yang mengganggu pikiran kamu? " tanyanya.
"Kamu." jawab Denis dengan singkat.
"Aku? Kenapa dengan ku? " tanya Nora kemudian.
"Aku mengkhawatirkan kamu jika sampai teman teman yang lain tahu tentang hubungan kita. Karena kamu tahu sendiri jika di sekolahan aku di kenal buruk oleh mereka." ungkap Denis.
"Iya, lalu bagaimana? " Nora kembali bertanya.
"Jika kamu mau, lebih baik kita rahasiakan hubungan kita demi kenyamanan kamu." Tentunya Denis punya satu tujuan akan komitmennya yang tidak di ketahui oleh Nora.
"Apa harus begitu? " Nora seakan keberatan dengan komitmen yang di sampaikan oleh Denis.
__ADS_1
Tetapi karena Nora yang terlanjur bucin kepada Denis, serta kelihaian lidah Denis dalam memainkan kata kata, Nora pun akhirnya menurut dengan komitmen yang di sampaikan oleh Denis meski ada syarat yang di sebutkan oleh Nora.
"Baiklah, aku setuju. Tapi ada syaratnya." jawab Nora.
"Syarat? Apa syaratnya?" tanya Denis.
"Aku mohon tinggalkan dunia genk motormu. Mulailah kehidupan baru dengan lebih baik. Aku siap menjadi teman ceritamu kapanpun kamu butuhkan." ucap Nora.
Sejenak Denis terdiam mendengar syarat yang di sampaikan oleh Nora. Tetapi dengan segala keyakinan, dia berusaha mengambil keputusan terbesarnya.
"Baiklah, aku akan berusaha meninggalkan dunia liarku. Aku harap kamu juga bisa menerima aku apa adanya dengan segala keburukan yang selalu orang katakan tentang aku." ujar Denis. Kemudian, tanpa banyak berpikir, Nora segera menganggukkan kepala menerima permintaan tersebut.
"Terima kasih honey, kamu memang yang paling mengerti aku." ucap Denis sembari mencium kedua tangan Nora hingga membuat gadis itu tersipu malu. Apalagi Denis memberikan panggilan yang sangat romantis.
"Tentang apa? " sahut Denis.
"Jika hubungan kita rahasia, apa itu berarti aku tidak boleh menyapamu jika di sekolah? Dan kamu akan menjauhi aku? " tanya Nora dengan polosnya.
Bukannya menjawab, Denis justru tertawa lalu mencubit kedua pipi Nora dengan gemas.
__ADS_1
"Bukan seperti itu juga sayang, aku akan tetap bersama kamu. Yang perlu di rahasiakan hanya status kita saja, oke? " Nora pun mengangguk mendengar penjelasan dari Denis.
Keesokkan harinya ketika mereka kembali bersekolah, seperti biasa Denis duduk mendekati Nora untuk menggodanya.
"Pagi cantik, udah ngerjain PR nya apa belum?" sapa Denis sembari mencolek dagu Nora.
"Dih, pakai nanya udah ngerjain PR apa belum? Emang situ udah ngerjain tuh PR? Bilang aja mau nyontek... " mendadak Olla menyela ucapan Denis.
"Astaga, Nora. Apa kamu mendengar suara? Atau hanya aku saja yang mendengarnya? Padahal aku tidak lihat ada orang yang ngomong padaku tetapi aku mendengar suara itu. Jangan jangan, kuntilanak! " ucap Denis sembari menoleh ke kanan dan kiri seolah olah mencari seseorang dan tentu saja hal itu membuat Olla naik pitam.
"Heh, mata kamu itu emang katarak! Ini nih, di sini orang yang ngomong sama kamu. Ini, bisa lihat apa nggak? Kalau nggak lihat berarti rabun itu mata. Di ganti aja sana ama matanya kuda! " seru Olla sambil memegang kepala Denis dengan kedua tangannya lalu di arahkan ke dirinya.
"Astaga, tolong aku Nora. Aku seperti merasakan ada makhluk gaib yang menarik kepalaku! "
Bukannya menjawab atau membantu Denis, Nora malah tertawa melihat kelakuan Denis dan Olla yang selalu saja bertengkar. Dan pertengkaran mereka berakhir ketika Bu Novi telah masuk ke kelas.
"Ih, dasar ngeselin! Kamu itu kok bisa bisanya betah di deketin ama cowok kayak gitu sih Nora? " bisik Olla kepada Nora sebelum pelajaran di mulai.
"Dia itu sebenarnya anak baik kok Olla," jawaban dari Nora seketika membuat Olla membuka kedua kelopak matanya lebar lebar dengan mulut menganga.
__ADS_1
"What? Baik? Baik dari mana? Astaga, sepertinya kamu sudah mulai kena rayuan gombalnya! "
Mendengar tudingan Olla, Nora hanya tersenyum dengan sedikit menyembunyikan wajahnya karena malu.