
Hari itu Denis di buat tidak nyaman karena Nora masih saja merajuk. Bahkan ketika waktu istirahat tiba, Nora juga tidak mau di ajak ke kantin bersama seperti biasasahabatnya.
"Widih, kenapa tuh muka di tekuk tekuk kayak lap meja gitu?" celetuk Joni sembari menghampiri sahabatnya yang sedang duduk sendiri di kantin.
"Lagi bete!" jawab Denis dengan datar.
"Kenapa bro?" Tanya Joni lagi.
"Nora masih ngambek sama aku." jawaban Denis seketika justru membuat Joni tercengang.
"Astoge, Denis bete karena ceweknya ngambek? Berita langka ini. Jangan jangan Denis sudah mulai bucin sama perempuan?" sahut Joni dengan ledekan.
"Apaan sih? Nggak ada lah ceritanya Denis bucin ama perempuan. Aku tuh bete karena habis istirahat ada tugas yang belum aku kerjakan, dan kalau si Nora ngambek terus, siapa yang akan ngerjain tugasku nanti?" ungkap Denis tanpa dosa.
"Ehh busyettt, aku kira beneran bete karena cinta? ternyata karena mau nyontek? Parah kamu bro!" cerocos Joni seraya menepuk pundak sahabat somplak nya.
"Ya, emang kenyataannya begitu! Masak iya Denis yang tampan ini cinta ama perempuan kampungan!" Denis semakin memperjelas ungkapannya, bahkan dengan tertawa dan tanpa dia sadari bahwa Nora tengah berdiri di belakangnya.
"Sob, dia ada di belakang kamu." bisik Joni kepada Denis.
"Maksud kamu?" tanya Denis sembari menerka siapa yang di maksud oleh Joni, lalu perlahan dia menoleh ke belakang.
__ADS_1
"Kamu jahat Denis!" satu kalimat singkat yang di lontarkan Nora untuk Denis ketika Denis membalikkan badan.
"Nora, tunggu Nora..." teriak Denis memanggil Nora tetapi panggilan itu tidak di gubris. Apalagi Nora berlari ke arah toilet perempuan yang pastinya Denis tidak bisa menembus hingga ke dalam area tersebut.
Denis kembali ke kantin layaknya seorang pecundang, sementara Nora melampiaskan tangisnya di dalam toilet. Baru saja Nora di buat bahagia karena ungkapan cinta Denis, tetapi sekarang dia menangis bersedih karena kebohongan Denis.
"Kenapa aku bodoh sekali..." gumam Nora dalam tangisnya. Setelah hampir dua puluh menit berada di dalam toilet, terdengar pintu toilet tersebut di gedor.
"Nora.. Nora.. apa kamu ada di dalam? Kamu nggak apa apa kan?" Nora mendengar suara Olla yang memanggilnya dari balik pintu. Dengan suara yang serak, dia pun lekas menjawab.
"Iya, aku nggak apa apa." jawab Nora.
"Iya, kamu duluan aja!" sahut Nora dari dalam toilet sembari menyeka air matanya.
"Enggak, aku akan nungguin kamu di sini sampai keluar!" tukas Olla dengan tegas.
Mendengar ucapan dari sahabatnya, Nora tidak bisa benyak mengelak. Beberapa detik kemudian dia segera keluar dengan terlebih dahulu merapikan rambut dan mencuci mukanya agar lebih segar.
"Tuh kan bener kamu habis nangis? Tuh matanya aja merah. Memangnya apa yang sudah Denis lakuin sama kamu? Bukannya tadi kamu mau nemuin dia?" cecar Olla ketika Nora sudah keluar dari toilet.
Nora hanya menggelengkan kepala mendengar pertanyaan Olla, karena Olla memang tahu bahwa tadi Nora sempat bilang akan menemui Denis dan berniat ingin baikan. Tetapi yang ada, Nora malah mendengar ucapan menyakitkan dari Denis.
__ADS_1
Melihat sahabatnya yang masih tampak down, Olla tidak banyak bicara lagi. Dia membujuk Nora agar masuk ke kelas karena dua menit lagi pelajaran kembali di mulai.
"Selamat siang anak anak!" terdengar seorang guru memberi salam, sementara Nora dan Olla baru saja masuk ke dalam kelas.
"Maaf terlambat Bu." ucap Olla ketika berjalan menuju bangkunya.
"Iya silahkan duduk, tapi lain kali jangan terlambat lagi!" sahut guru tersebut.
"Eh lihat bro, kayaknya dia habis nangis." lirih Joni setelah melihat Nora dan Olla melintas di sampingnya.
"Iya aku tahu, sekarang mampuss deh aku. Soalnya aku belum ngerjain tugas fisika. Bisa kena hukuman bersihin toilet lagi aku!" jawab Denis dengan lirih juga.
"Parah nih anak, udah bikin nangis gitu masih mikirin nyontek!" tukas Joni kepada sahabatnya.
"Sekarang keluarkan tugas kalian. Yang belum mengerjakan, silahkan maju ke depan!" percakapan Denis dan Joni mendadak berhenti setelah mendengar titah dari gurunya. Dan pada saat itu juga, Denis terpaksa berdiri dan dengan berat hati melangkah ke depan kelas untuk menerima hukuman.
"Kamu tidak mengerjakan tugas? Kalau begitu sekarang kamu ibu hukum untuk membersihkan semua bilik toilet!" titah guru tersebut kepada Denis.
"Kasihan dia Olla," mendadak Nora bersuara setelah sempat membisu beberapa saat.
"Apa? Kamu kasihan? Dia udah nyakitin kamu Nora? Buat apa kamu kasihan sama dia? Biar saja dia tau rasa kalau dapat hukuman seperti itu!" Olla benar benar tidak habis pikir melihat kepolosan sahabatnya.
__ADS_1