Asyifa (Proses Penerbitan)

Asyifa (Proses Penerbitan)
-


__ADS_3

Matahari telah berganti bulan tak lupa ditemani oleh para bintang, Asyifa termenung, ia berusaha meyakinkan dirinya untuk tidak takut kepada Raihan, tapi sulit, keyakinan itu berulang kali roboh karena bayang bayang wajah suaminya.



Syifa ingat surat dari abi, dengan perlahan ia bangkit yang tadinya tidur menjadi duduk, Asyifa berusaha tidak menimbulkan suara sedikitpun karena tidak mau membangunkan abangnya yang tampak pulas terlelap di sofa.



"بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم..."


Setelah mengucapkan bismillah Asyifa mulai membuka surat itu.



terimakasih Syifa udah mau baca surat dari mas.



Pertama tama mas mau minta maaf sama Syifa, secara sadar mas udah menyakiti fisik dan batin Syifa, kalau bilang khilaf itu ngga bener karena mas melakukan itu ngga cuma satu dua kali tapi selama dua bulan lebih, mas ngga bisa larang Syifa buat benci sama mas karena memang mas pantas di benci.



Mas sadar kalau yang mas lakuin itu salah, mas melampiaskan kekesalan mas atas perjodohan kita ke kamu, hingga mas bertekad ingin membuat Syifa ngga betah sama mas, selama sebulan mas tunggu permintaan ceria Syifa, tapi hingga mas masuk rumah sakit mas belum mendapatkan permintaan ceria kamu.



Tanpa sadar mas udah jatuh kedalam pesona seorang Asyifa, mas terbiasa bergantung sama Syifa, selama dirumah sakit selalu berharap Syifa datang, bisa di bilang mas rindu sama Syifa tapi selama seminggu kamu belum datang juga, mas pikir Syifa ngga perduli sama mas pikiran mas kemana mana hingga hari itu kamu datang, kamu merawat mas dengan sangat baik, di situ seakan mas mendapatkan petunjuk kalo mas udah naruh hati pada Syifa tapi karena ego yang tinggi mas tepis semua perasaan itu.



Hari hari berikutnya mas mulai sadar mas berusaha buat ngga nyakitin kamu tapi perkataan mas tetap saja selalu menyakiti Syifa hingga kemarin mas lihat barang barang bang Azzam di dapur, mas kira itu orang lain, mas cemburu, mas takut terjadi sesuatu bayangan mas kemana mana, hingga mas lepas kontrol.



Mas minta maaf, mas menyesal, mas mohon beri kesempatan mas janji ngga nyakitin Syifa mas janji, mas sayang sama kamu, jangan takut lagi, mas ngga akan ngelakuin hal yang sama, percaya sama mas.



Mas sayang sama Syifa mas pengen membuka lembaran baru, mas pengen mengulang dari awal membangun keluarga yang sakinah mawadah warohmah bersalah kamu, sekali lagi mas minta maaf.



Mas sayang kamu, tetap bersama mas.


Raihan suaminya Asyifa❤




Syifa terharu membaca tulisan tangan Raihan, akhirnya semua telah berakhir, Asyifa senang mendengar Raihan mau menerimanya, pengorbanan yang selama ini ia lakukan tidak sia sia.



"Ra... kenapa ngga tidur?" panggil Azzam, Asyifa menengok.


"Astagfirullah Ra." Azzam bergegas menghampiri Asyifa.

__ADS_1



"Kenapa bang?" Tanya Asyifa dengan suara serak habis menangis.



"Hidung kamu berdarah, abang panggil dokter dulu." Azzam keluar dari kamar dengan setengah berlari.



Syifa memegang hidungnya 'darah' kenapa ia tidak sadar...



Di luar Raihan yang sedang melamun kaget melihat Azzam keluar dengan buru buru.


"Kenapa bang?" Menghentikan abang iparnya.



"Apa sih lo! Minggir!." Dengan keras Azzam mendorong Raihan dan berlalu pergi.



Raihan penasaran, ada apa ini? Apakah berhubungan dengan istrinya? Dengan ragu Raihan membuka pintu ruang istrinya, Asyifa yang melihat itu langsung kaget sekaligus takut



"Astagfirullah... Kenapa sampai mimisan?" Tanya Raihan di depan pintu, Asyifa semakin takut.


Raihan menyadari ketakutan istrinya "Tenang sayang, jangan takut mas ngga ngapa ngapain Syifa, bang Azzam baru panggil dokter tahan ya... Jangan takut lagi sama mas, mas tunggu di luar." Ucap Raihan dengan tatapan sendu dan kembali menutup pintu.




"Bang Syifa kenapa bang?" Tanya Raihan yang tidak di jawab Azzam.



"Kenapa bisa mimisan?" Azzam kembali menghiraukan pertanyaan Raihan.



"Bang..." Ucap Raihan terpotong.



"LO BISA DIEM NGGA SIH! JANGAN BANYAK BACOT." Raihan menegang mendengar bentakan Azzam.



"Maaf bang..." Raihan lirih.



__ADS_1





_______________________________



Hai hai 👋


Besok pagi udah lebaran aja, sebulan kita berpuasa kini hari kemenangan telah tiba.



Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1441 H


Taqabbalallahu minna wa minkum


Minal Aidin wal faizin


Mohon maaf lahir dan batin.🙏



Author minta maaf jika ada kata kata yang menyinggung perasaan para pembaca.



Semoga amalan kita di bulan Ramadhan ini di terima Allah subhanahu wa ta'ala, semoga kita menjadi pribadi yang lebih baik kedepannya, perkuat iman karena identitas paling tinggi adalah iman.



Saling memaafkan tanpa berjabat tangan.



Corona hilang baru kita pelukan.



Salam manis dari Author👐








__ADS_1



__ADS_2