Asyifa (Proses Penerbitan)

Asyifa (Proses Penerbitan)
-


__ADS_3

"Huek..."


Raihan menepikan mobilnya, Syifa cepat cepat keluar lalu memuntahkan semua isi perutnya, dengan cekatan Raihan mengambil beberapa tisu juga sebotol air sebelum keluar menghampiri istrinya.


Pria itu dengan sabar memijit tengkuk istrinya yang nampak pucat, tangan Raihan yang bebas menahan tubuh lemas Syifa, keringat dingin semakin banyak keluar.


"Udah..." Ucap Syifa lirih.


"Duduk pelan pelan mas bantu." Raihan memapah Asyifa mamasuki mobil kembali.


"Minum dulu." Menyodorkan botol minum.


Syifa menerima dan langsung menenggaknya, tangan Raihan terulur menyekal keringat di pelipis istrinya.


"Apa yang dirasain?"


"Lemes, pusing, Syifa mungkin kecapekan." Perempuan itu memejamkan matanya.


"Kita cari hotel ya istirahat dulu besok pagi kita pulang."


"Nggak usah mas kita pulang aja tinggal deket, mubazir uangnya."


"Masih satu jam loh yang."


"Nggak papa mas Syifa masih kuat kok."


"Ya udah Syifa tidur aja kalo gitu." Raihan menurunkan punggung kursi yang diduduki Syifa agar istrinya itu nyaman.


Raihan kembali masuk kedalam mobil, hari ini Syifa menemani suaminya meeting di Bandung, sebenernya atas paksaan Raihan karena ia ingin sekalian mengajak istrinya jalan jalan, setelah pulang dari Arab sebulan yang lalu mereka belum pernah jalan jalan kecuali kekantor, rumah ayah, rumah abi, kerumah baru Azzam.

__ADS_1


Ngomong ngomong soal Azzam, kemarin hubungan rumah tangganya sedikit renggang karena sebuah kesalahan fahaman.


Singkat cerita saat itu Azzam dan Husna akan mengunjungi kediaman orang tua Husna, sebelumnya mereka berhenti untuk membeli roti sebagai buah tangan, saat Azzam sedang mencari Handphonenya di dalam tas Husna ia menemukan pil KB, kalian tahukah bagaimana saat Azzam marah, ia mendiamkan Husna tanpa mau mencari tau yang sebenarnya, ia tidak mau disentuh, bahkan ia menyindir nyindir istrinya, tentu saja membuat Husna bingung apa yang terjadi dengan suaminya itu.


Hingga Husna memberanikan diri menanyakan apa alasan suaminya itu berubah, awalnya Azzam tidak percaya jika pil KB itu titipan dari Hasan adik laki laki Husna tapi melihat bekas chat kakak beradik itu akhirnya ia percaya, chat yang berisikan tentang permintaan Hasan kepada sang kakak membelikannya pil KB untuk bahan praktek kuliah, ia malu jika harus membelinya sendiri, bisa bisa ia dituduh yang tidak tidak alhasil ia meminta tolong kepada kakak perempuannya itu.


Kalian tau apa yang dilakukan Azzam setelah mendengar penjelasan dari Husna?


Ia langsung memeluk erat sang istri, kangen katanya.


Salah siapa berpikir yang tidak tidak tentang istrinya, sok sokan tidak mau disentuh seharian makan tuh kangen.


Janganlah kamu berburuk sangka apalagi hingga menimbulkan fitnah, seperti dalam QS. Al-Baqarah ayat 191.


"Dan bunuhlah mereka di mana kamu temui mereka, dan usirlah mereka dari mana mereka telah mengusir kamu. Dan fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan. Dan janganlah kamu perangi mereka di Masjidilharam, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu, maka perangilah mereka. Demikianlah balasan bagi orang kafir."


Rasulullah juga mendapatkan wahyu berkaitan dengan ummahatul mukminin atau bundanya orang orang beriman yang difitnah oleh orang orang munafik, sebagaimana dirangkum Jalaluddin al-Suyuthi dalam Luqaabun Nuquul fii Asbaabin Nuzuul.


Ketika mereka mengumumkan keberangkatan, bunda sedang pergi untuk menyelesaikan hajat.


Saat hendak kembali ke tandu bunda menyadari bahwa kalung beliau terputus dan hilang, beliau pun kembali ketempat buang hajat tadi, bertepatan dengan datangnya orang orang yang membawa tandu bunda, tandu itu diangkut ke atas unta, mereka kira bunda sudah didalam.


Bunda Aisyah pergi ketempat peristirahatan mereka, tapi tidak ada satu orangpun yang terlihat, akhirnya bunda kembali menuju peristirahatan-Nya semula, siapa tau mereka akan menyadari dan kembali menjemput beliau.


Bunda menunggu hingga tertidur, bunda terbangun akibat Shafwan ibnul-Mu’aththal as-Sulami mengucapkan


Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun!


Bunda Aisyah pun buru-buru menutupi wajah dengan jilbab, Shafwan tidak mengeluarkan sepatah katapun ia hanya menundukkan untanya, menginjak kakinya, lalu bunda pun menaikinya. Kemudian Shafwan berangkat menuntun unta itu sampai mereka tiba di pasukan yang sedang berhenti untuk beristirahat di siang hari yang terik.

__ADS_1


Setelah itu muncullah fitnah dari orang orang munafik mengatakan bahwa bunda Aisyah berselingkuh, hingga sampai Madinah berita itu semakin menyebar.


Rasulullah sempat meminta pendapat kepada shohabat Ali bin Abi Thalib dan shohabat Usamah bin Zaid tentang kemungkinan mencerahkan bunda Aisyah.


Mendengar perkataan kedua shohabat Rasulullah bangkit menuju mimbar, beliau berkata ‘Wahai kaum Muslimin, siapa yang maklum kalau aku ambil tindakan atas seseorang yang menyakiti aku dengan memfitnah istriku? Demi Allah, aku tidak mengetahui selain kebaikan pada istriku!’


Sudah sebulan Rasulullah tidak kunjung menerima wahyu mengenai urusan bunda Aisyah. Beliau mengucapkan syahadat lalu berkata, 'Amma ba’du. Aisyah, aku mendengar begini dan begitu tentang dirimu. Kalau kamu tidak bersalah, pasti Allah akan menyatakanmu tidak bersalah. Namun, kalau kamu telah melakukan suatu dosa, mintalah ampun kepada Allah dan bertobatlah. Sebab, kalau seorang hamba mengakui dosanya dan bertobat, Allah akan menerima tobatnya.'


Bunda Aisyah berkata pada sang ayah untuk membantu menjawab Rasulullah, ayah beliau berkata 'Demi Allah, aku tidak tahu apa yang mesti kukatakan!’ 


Bunda beralih berkata kepada sang ibunda, ibu beliau juga berkata 'Demi Allah, aku tidak tahu apa yang mesti kukatakan!’ 


Akhirnya bunda berkata  "sementara aku hanyalah seorang perempua belia 'Demi Allah, aku tahu kalian telah mendengar hal ini hingga perkataan ini mantap dalam hati kalian dan kalian membenarkannya. Kalau kukatakan kepada kalian bahwa aku tidak bersalah dan Allah Mahamengetahui bahwa aku tidak bersalah pasti kalian tidak akan percaya ucapanku. Dan demi Allah, aku tidak menemukan perumpamaan tentang aku dan kalian kecuali seperti perkataan ayahanda Yusuf (dalam surah Yusuf ayat 18),maka hanya bersabar itulah yang terbaik (bagiku). Dan kepada Allah saja memohon pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu ceritakan.' "


Rasul SWT belum juga mendapatkan wahyu, akhirnya beliau mendatangi bunda Aisyah meminta klarifikasi, para mertua Rasulullah saat itu berada disana, bunda menegaskan dengan suara yang teramat sedih, beliau telah dituduh berselingkuh.


Setelah itu bunda kembali ke kamar dan berbaring ditempat pembaringan, nabi Muhammad belum beranjak dari sana begitupula orang tua bunda.


Akhirnya, Allah menurunkan wahyu kepada Nabi SAW. Tampak tubuh beliau bergetar. Begitulah keadaan beliau ketika menerima wahyu.


'Bergembiralah wahai Aisyah! Allah telah menyatakan kamu tidak bersalah!’ itu kata pertama yang diucapkan beliau.


Wahyu yang dimaksud adalah surah an-Nuur ayat 11-20. Inilah firman-Nya yang membebaskan bunda Aisyah dari segala tuduhan dan fitnah keji.


Assalamualaikum✋


Kakak kakak semua yang ingin mengetahui lebih jelas tentang kisah bunda Aisyah bisa baca di kitab Luqaabun Nuquul fii Asbaabin Nuzuul.


__ADS_1


Semoga bermanfaat


__ADS_2