Asyifa (Proses Penerbitan)

Asyifa (Proses Penerbitan)
-


__ADS_3

"Sini yang temenin mas nonton Bumblebee." Raihan duduk di sofa ruang keluarga sambil menghidupkan TV.


"Syifa ambil air dulu ya mas." Wanita itu melangkah menuju dapur.


Perlu kalian tau kalau seorang Raihan amat menyukai serial Transformers, salah satunya Bumblebee yang akan ia tonton malam ini.


Mobil VW kodok berwarna kuning yang ditemukan Charlie Watson mulai muncul di layar kaca, menandakan film akan segera mulai.


"Dimatikan nggak mas lampunya?" Tanya Syifa, ia sudah paham dengan kebiasaan suaminya saat menonton film.


"Iya yang." Jawab Raihan tanpa menoleh.


Setelah mematikan lampu Syifa ikut bergabung dengan sang suami, dengan cepat Raihan mengganti posisinya menjadi tidur berbantal paha istrinya, tangan Raihan mengambil tangan Syifa dan diletakkan di atas kepalanya, Syifa yang peka langsung mengelus pelan sambil sesekali menyisir rambut Raihan dengan jari jarinya.


"Kenapa nggak beli di dealer mobil aja ya mas?" Tanya Syifa melihat gadis berusia 18 tahun pergi ke tempat barang rongsokan.


"Kan perempuan itu suka otak atik mobil nah mungkin lagi cari cari barang antik, kan udah diatur sutradaranya kalau belinya di dealer mana ketemu perempuan itu sama Bumblebee." Jawab Raihan.


"Iya juga ya mas." Syifa mengangguk menyetujui perkataan Raihan.


Mereka kembali hanyut dalam film, pertemuan dua sosok beda dunia yang sama sama rapuh kemudian menyatu saling memberi kekuatan, aksi kejar-kejaran, baku hantam mewarnai film ini, didalam film ini juga menampilkan banyak sisi heroik dan drama membuat cerita semakin menyentuh dan pastinya menguras emosional.


"Perasaan pas jadi mobil nggak sebesar itu ya mas."


"Mengembang kali." Jawab Raihan sekenanya.

__ADS_1


"Kenapa mobil kuning di kejar kejar robot?" Pertanyaan Syifa tidak digubris oleh Raihan karena sangking fokusnya.


"Emangnya sebelum di bumi mereka kejar kejaran dimana sih?" Tanya Syifa lagi.


"Robot pinter ya bisa mikir bisa nyusun rencana."


Otak Asyifa benar benar tidak bisa memahami alur cerita film di depannya, bukan hanya film ini tapi juga film film lainnya kesukaan suami yang memang harus menggunakan pemahaman yang luarbiasa, kemarin kemarin ia hanya diam berusaha mencerna sendiri tapi sekarang entah mengapa ia sangat ingin memahami rentetan kisah berdurasi 114menit itu, seberapa bagusnya hingga membuat suaminya teramat fokus menonton, Syifa tipe orang yang lebih bisa paham jika membaca daripada menonton.


Asyifa mengambil Handphonenya untuk membantu menjawab semua pertanyaan yang ada di otaknya, ia mulai searching satu persatu hal yang ia tidak pahami.


Setelah sekian lama akhirnya Raihan terlepas dari fokusnya, ia merasa elusan di kepalanya menghilang, Raihan mendongak, difikirnya Asyifa tertidur ternyata sedang fokus dengan Handphonenyan


"Yang..." panggil Raihan.


"Hah?" Syifa kaget hingga handphone terlepas dari tangannya.


"Auhhh..." Raihan meringis mengusap jidatnya.


"Astaghfirullahal-ladzi... maaf mas Syifa kaget dengar suara mas." Asyifa langsung mengusap usap jidat suaminya.


"Lagi ngapain sih yang?" Tanya Raihan, tangan terulur mengambil Handphone Syifa yang terjatuh di samping kepalanya, Raihan meneliti apa yang sedang istrinya lakukan dengan benda pipih itu.


"Hahaha.. gemes banget sih isteriku ini... Kenapa nggak tanya mas aja kalo nggak paham?" Raihan terkekeh geli melihat bekas penelusuran istrinya.


"Syifa tadi udah tanya tapi mas nggak dengar, Syifa nggak mau ganggu mas jadi Syifa searching deh, udah paham kok." Tangan Syifa masih aktif mengelus jidat Suaminya.

__ADS_1


"Maaf ya mas jadi asik sendiri, harusnya waktu kayak gini kita habisin berdua, cerita cerita bukan malah mas nyuekin Syifa gini."


"Nggak papa, mas kan juga butuh hiburan, mas kan kemarin waktu di kantor belajar sama Syifa tentang dunia Syifa jadi sekarang Syifa gantian belajar tentang dunia mas, biar nyambung kalo berkomunikasi, lagian cuma sekali kali jadi nggak masalah, beda kalo setiap malem nonton ginian terus Syifa putusin antena tv." Perempuan itu mempraktekkan memotong antena dengan tangannya yang seolah olah adalah gunting.


Raihan bangkit dari tidurnya.


"Kenapa sih Syifa selalu buat mas tambah sayang, bikin mas melayang berbunga bunga, kayak gini yang bikin mas selalu kangen sama Syifa, setiap mandang jadi seneng, ucapan Syifa buat adem, aihhh jadi gila mas karenamu." Raihan menguyel uyel pipi istrinya.


"Nggak usah dilebih lebihkan mas, Syifa ngomong apa adanya kok, udah ah nonton lagi nanti malah nggak tau alurnya." Syifa mengalihkan perhatian untuk menutupi pipinya yang merona.


"Humaira..." Raihan menoel pipi Syifa.


"Mas itu loh lagi kejar kejaran robotnya." Tunjuk Syifa ke TV.


"Biarin, mas lebih nyesel kalo nggak lihat wajah istrinya mas yang kepedesan padahal nggak makan apa apa." Raihan terus menoel noel pipi Syifa.


"Mas Syifa kesel loh mas." Syifa menatap suaminya garang namun malah terkesan lucu dimana Raihan.


"Nggak boleh kesel sama suami." Raihan menggerak gerakkan jari telunjuknya.


"Aissss serba salah jadi istri." Dengus Syifa.


Terimakasih banyak semua...


Salam dari nina✋

__ADS_1


Tinggal kalau membuat para pembaca lalai!


__ADS_2