Asyifa (Proses Penerbitan)

Asyifa (Proses Penerbitan)
-


__ADS_3

8 dosa istri terhadap suami



1. Tidak taat Pada Suami.


2. Membicarakan Kekuarangan/Aib Suami kepada Orang lain


3. Menolak Ajakan Suami di Tempat Tidur


Selama tidak ada udzur syar'i yang menghalangi istri untuk melayani suami.


4. Cemburu Buta Berlebihan


5. Keluar Rumah Tanpa Meminta Izin pada Suami


6. Berhias Bukan untuk Suami


7. Tidak Menghormati Keluarga Suami


8. Tidak Bersyukur atas Nafkah yang Diberikan Suami



🌸🌸🌸



Sungguh siang yang panas, udara panas berhembus bercampur debu, membuat sebagian orang memilih berdiam diri diruangan, tapi bukan untuk pria yang satu ini, ia lebih memilih keluar dari kantornya menuju istananya.



Pria itu berjalan mengendap ngendap, mendorong pelan pintu masuk istananya, berjalan pelan, sebisa mungkin tidak mengeluarkan suara, matanya menelusuri seluruh ruangan.



"Huftt..." pria itu membuang nafas panjang menatap tanggal di depannya, ia lelah harus mengendap ngendap tapi demi mengagetkan seseorang yang mulai mengisi hatinya ia akan tetap melakukannya.



Dug



Langkah pria itu terhenti karena mendengar suara benturan dari taman belakang, tanpa berfikir panjang pria itu melangkah menuju sumber suara, ia bahkan lupa dengan niat awalnya.



Seseorang menengok menyadari kedatangannya.


"Wowww..." pria itu terkagum kagum melihat wajah seseorang yang tengah duduk beralaskan karpet, rambutnya tengah terbalut handuk biru muda.



"Mas..." Syifa mengambil kaca  untuk menutupi wajahnya.



"Tadinya mas yang mau ngagetin Syifa tapi ternyata mas yang kaget." Raihan berjalan mendekat, matanya tidak berkedip sekalipun.


"Cantik, sayang kalo ngga di lihat." Raihan duduk di samping sang istri, tangan menuntun Syifa agar menurunkan kaca.



Tangan Syifa mengambil tangan Raihan untuk ia cium.


"Ma_maas udah pulang." Ucap Asyifa sambil menunduk, ia malu sekaligus gugup ditatap intens oleh Raihan.



"Bidadari mana ini?" Raihan mengangkat dagu istrinya.


"Sangat cantik." Raihan menatap Syifa terkagum kagum.



Pipi Asyifa bersemu, ia malu dipergoki sang suami saat sedang berdandan, bahkan alat alatnya masih berantakan di meja.



Cup



"Punya Raihan semua ini." Raihan mengecup pipi Syifa.


"Kalo gini terus bikin mas males kerja dan pengen cepet cepet pulang, Syifa dasarnya emang cantik dipoles sedikit aja udah cantik banget." Raihan tersenyum cerah matanya masih menatap Syifa.



"Jangan lihat Syifa gitu, Syifa malu..." Ucap Asyifa pelan sambil menundukkan kepalanya dalam.



"Habisnya cantik buanget." Raihan mengelus tangan Syifa.



"Makasih mas."



"Jangan nunduk yang... nanti tanduknya jatuh hehehe..." Raihan terkekeh, ia berusaha membuat istrinya tidak malu.


"Ini make up dari mana?" Tanya Raihan melihat berbagai macam make up.



"Dari mas waktu seserahan dulu." Asyifa sudah mengangkat wajahnya.


__ADS_1


"Wah, masih Syifa simpen ternyata, belajar make up dari siapa?" Tanya Raihan.



"Dari you tube hehehe." Jawab Syifa dengan cengiran, membuat Raihan gemas.



"Ini yang pertama kali?"



"Kalo make up sendiri iya, tapi kalo make up semenjak pakai niqob ini yang ke-dua kalinya, pertama pas nikah tebel banget make up nya." Balas Syifa disertai dengan curahan.



"Jadi nyesel dulu ngga lihat." Ucap Raihan sedih.



"Sama kok kaya gini bendanya cuma lebih mencolok ngitu, lebih kelihatan kalo ini kan masih samar samar." Syifa menenangkan suaminya.



Raihan mengangguk.


"Kalo sebelum pakai niqob sering make up?"



"Ngga sering sih, Waktu SMP pernah beberapa kali pas ada acara besar itupun yang make up umi pakai alat seadanya." Jelas Syifa.



"Banyak dong yang suka Syifa secara kan cantik."



"Ngga tau lagian Syifa ngga perduli yang penting Syifanya ngga suka." Jawab Asyifa enteng.



Raihan tersenyum mengangkat kedua ibu jarinya.


"Best lah." Syifa tersenyum malu, entah kenapa bersama sang suami Syifa bawaannya malu terus.



"Malu malu kucing terus ih, ini apa?" Tanya Raihan mengangkat salah satu alat make up.



"Itu Eyeliner kaya ini tapi ini celak bukan Eyeliner." Syifa menunjuk matanya sendiri.



"Bedanya apa? Kan kata Syifa sama kenapa yang dipakai celak?" Tanya Raihan kepo.




"Sunnah?" Tanya Raihan semakin bingung.



"Iya salah satu amalan sunnah adalah memakai celak, Para sahabat dahulu suka bercelak, karena mengikuti amalan Nabi SAW, Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam biasa melakukannya sebelum tidur, selain untuk mempercantik mata celak juga punya banyak manfaat setau Syifa celak bisa membersihkan kotoran mata, menjernihkan pandangan dan selaputmata, mengobati mata rabun serta menumbuhkan bulu mata. Melihat manfaat yang bagus jadi orang Islam baik laki laki atau perempuan disunatkan memakai celakmata, eh kok jadi promosi ya hehehe... mas mau pakai? Ini bisa luntur kok kalo kena air."



"Boleh, pakek in ya." Raihan menyetujui.



"Jangan tutup mata ya mas." Syifa mulai mendekati suaminya, dengan hati hati mulai mengoreksi celak itu, Raihan menyunggingkan senyumnya melihat wajah Asyifa tepat dihadapinya, bagaimana bisa dia tutup mata melihat pemandangan seindah ini, mata yang fokus dengan mulut sedikit terbuka, hahaha lucu.



Celak dianjurkan untuk dipakai sebelum tidur. Yaitu dengan mengoleskannya sebanyak tiga kali di mata kanan dan dua kali di mata kiri.



Seperti diriwayatkan oleh Ibnu Abbas: "Bahwasanya Nabi Muhammad SWA memiliki celak. Dia bercelak setiap malam 3 kali pada mata kanan dan dua kali pada mata sebelahnya." (HR. At Tirmidzi).



Meski dalam ilmu kesehatan tidak diperkenankan menggunakan kosmetik mata apapun ketika tidur, namun ternyata celak memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Karena mengandung fungsi yang menyelimuti kelopak mata. 



"Selesai... nih mas kacanya." Syifa menyerahkan kaca ke Raihan.



"Wawww tamba ganteng ini." Raihan mengedip ngedipkan mata, membuat Asyifa terkekeh pelan.


"Gimana?" Tanya Raihan melebarkan matanya.



"Iya ganteng."



"Suaminya siapa dulu... ini apa?" Tanya Raihan menunjuk salah satu alat make up lagi.



"Lipstik nih buat bibir." Asyifa memajukan bibirnya berniat memberitahu sang suami.


"Mas ihh..." rengek Syifa karena bibirnya di cubit pelan oleh Raihan.

__ADS_1



"Salah siapa lucu hehehe..."



Allahuakbar Allahuakbar...



"Alhamdulillah..." Ucap Asyifa dan Raihan bersama.



10 Adab Ketika Mendengarkan Adzan.



1. Mengucapkan seperti apa yang diucapkan oleh muadzin. Sehingga mendapat pahala mendengarkan adzan.



2. Bershalawat pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: Allahumma sholli ‘ala Muhammad.



3. Minta pada Allah untuk Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam wasilah dan keutamaan sebagaimana yang disebutkan dalam hadits Jabir bin ‘Abdillah: Allahumma robba hadzihid da’watit taammah wash sholatil qoo-imah, aati Muhammadanil wasilata wal fadhilah, wab’atshu maqoomam mahmuuda alladzi wa ‘adtah …



4. Membaca: Asyhadu alla ilaha illallah wahdahu laa syarika lah wa anna muhammadan ‘abduhu wa rasuluh, radhitu billahi robbaa wa bi muhammadin rosulaa wa bil islami diinaa, sebagaimana disebutkan dalam hadits Sa’ad bin Abi Waqqash.


“Siapa yang mengucapkan setelah mendengar adzan: Asyhadu alla ilaha illallah wahdahu laa syarika lah wa anna muhammadan ‘abduhu wa rasuluh, radhitu billahi robbaa wa bi muhammadin rosulaa wa bil islami diinaa



(artinya: aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah, tidak ada sekutu baginya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, aku ridha sebagai Rabbku, Muhammad sebagai Rasul dan Islam sebagai agamaku), maka dosanya akan diampuni.” (HR. Muslim no. 386)



5. Memanjatkan doa sesuai yang diinginkan. Sebab terdapat doa mustajab antara adzan dan iqamah.



6. Berdoa agar dosa dosa diampuni.



7. Tidak Berbicara.



8. Menghentikan aktifitas yang dilakukan.



9. Menyegerakan shalat. Agar terhindar dari waktu terlarang untuk sholat.



10. Tidak keluar dari majid atau mushala setelah adzan.



"Syifa bersihin dulu ya mas mau Sholat." Syifa menuangkan cairan pembersih ke kapas.



"Sini mas yang hapus, tutup mata, nanti Sholat jamaah ya." Raihan merebut kapas itu.



Asyifa menurut menajamkan mata, ia pasrah dengan apa yang dilakukan suaminya, dengan telaten Raihan menghapus make up di wajah ayu istrinya, Raihan menghapus sisi kirinya terlebih dahulu, ia membandingkan kedua sisinya baru menghapus seluruhnya, kecantikan Syifa benar benar natural, kalau dasarnya cantik diapa apain tetap cantik.



Cup



"Udah selesai, mas mau ganti baju dulu Syifa tunggu di musholla ya."  Raihan beranjak setelah mengecup dahi Asyifa, ia bergegas menuju kamar untuk mengganti pakaian dan mungkin ia akan mandi terlebih dahulu.



Dr. Isnawati Rais, MA, Dosen Ilmu Hadits Fakultas Syari'ah Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah (UIN) Jakarta menjelaskan bahwa syarat sahnya wudhu apabila air mengenai kulit.



Pernyataan ini juga didukung oleh Nabi Muhammad SAW dalam sebuah hadits.



"jika Nabi Muhammad SAW melihat seorang lelaki sedang shalat, sementara kaki belakangnya menunjukkan cahaya sebesar mata uang dirham yang tidak basah (karena wudhu) Rasulullah SAW kemudian memintanya untuk mengulang lagi wudhu dan doanya. (HR. Abu Daud:175)



Jadi dapat disimpulkan bahwa wudhu yang sah adalah apabila air menyentuh kulit. Faktanya banyak perempuan yang tidak menghapus make up nya sebelum wudhu, wudhunya saja tidak sah apa lagi sholatnya, lebih baik menghapus make up terlebih dahulu apa lagi make up yang tahan air.



Asyifa melaksanakan sunnah qobliyah 2 rakaat sambil menunggu suaminya tiba, tak lama Raihan datang mengambil shaf agak jauh dari Syifa untuk melakukan sunnah juga.



"Sudah?" Tanya Raihan.



"Sudah mas." Syifa mulai mengambil shaf di belakang Raihan, ini adalah lah yang bersejarah bagi  Syifa, satu shaf di belakang sang suami, mengamini setiap doanya, mengikuti gerakannya, memperoleh 27 derajat bersamanya, mendengar takbir keluar dari mulut Raihan sudah membuat Asyifa melayang, bahagia, senang, haru menjadi satu, tanpa sadar setetes air mata meluncur begitu saja, Bahagianya....


__ADS_1



__ADS_2