
Seorang wanita berbadan 3 sedang duduk di sofa sambil mengunyah timun ditanganinya, berbadan 3? Iya karena ia hamil anak kembar, usia kandungannya sekarang menginjak 7 bulan tapi nampak seperti 9 bulan.
Cemilan wanita itu sekarang berganti timun bukan kue kering lagi, kadang juga semangka yang penting dapat menurunkan tekanan darah tingginya.
Wanita itu hanya membuka tutup gawai dan mengganti ganti cenel tv, ia merasa benar benar bosan tapi ia tidak bisa melakukan apa apa selain diam karena pergerakannya akan mempengaruhi kefokusan pria yang duduk di depan meja kerja dengan map ditanganinya.
Tiba tiba ia teringat sang abang, sudah lama ia tak bertemu bang Azzam, abangnya kini sedang sibuk dengan kehamilan sang istri, kehamilan Husna memasuki bulan ke 4, Syifa bersyukur karena kehamilannya tidak neko neko seperti iparnya yang mabuk parah, tapi ia juga kasihan melihat teh Husna yang berbaring lemah di ranjang dengan infus yang tertancap di tangannya, setiap memakan sesuatu atau mencium bau yang menyengat akan mual, begitulah hormon ibu hamil yang berubah ubah dan berbeda beda.
"Jadi pengen denger abang baca surah Maryam." Guman Syifa.
"Apa yang?" Tanya Raihan, tajam sekali telinga bapak Raihan ini.
"Ha? Apa mas?" Syifa menengok kearah Raihan yang berada di meja kebesarannya, benarkan apa yang Syifa bilang kalau apapun pergerakannya akan mempengaruhi kefokusan sang suami, suaminya sangat protektif terhadapnya tapi ia suka dengan ke protektifan Raihan.
Hari ini hari jumat jadwalnya Syifa bersama Raihan di kantor.
"Tadi Syifa ngomong pengen apa?" Raihan bangkit menghampiri istrinya.
"Pengen denger abang baca surah Maryam." Ulang Syifa.
"Mas hubungi abang dulu." Raihan kembali mengambil Handphone yang berada di meja kerjanya lalu duduk disamping Syifa.
"Nggak usah mas, takut abang sibuk." Larang Syifa.
"Kita coba dulu." Raihan menempelkan handphone di telinganya, Syifa tidak kembali mencegah karena ia juga sangat ingin mendengar abangnya ngaji.
Tut... tut... tut...
"Assalamualaikum..."
"Waalaikumsalam bang."
"Gimana Han?"
__ADS_1
"Abang sibuk nggak bang?"
"Nggak ini lagi nemenin istri tidur, kenapa?"
"Emmm ini bang, Syifa ngidam pengen dibacain surah Maryam sama abang."
"Ouhhh boleh boleh sekalian bacain buat anak abang."
"Wahhh keponakan Raihan perempuan bang?"
"Iya perempuan."
"Perempuan emang malu malu ya bang bahkan sejak janin hahaha..."
"Hahaha kodratnya Han."
"Iya bang, nih Syifanya."
"Waalaikumsalam Ra, kangen sama abang ya?"
"Kangen banget."
"Hehehe abang emang ngangenin Ra."
"Teh Husna gimana bang?"
"Alhamdulillah infusnya udah di lepas, mualnya juga udah berkurang."
"Alhamdulillah kalau gitu bang."
"Abang mulai sekarang ya Ra."
"Iya bang."
__ADS_1
"
أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِِْ
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
كٓهٰيٰـعٓـصٓ
ذِكْرُ رَحْمَةِ رَبِّكَ عَبْدَهُ زَكَرِيَّا
...
"
Ingat!
كٓهٰيٰـعٓـصٓ
Bukan dibaca Kaaaaaa Haa Yaa 'Aaaaaa Shaaaaaa melainkan Kaaaaaaf Haa Yaa 'Aiiiiiinn Shaaaaaad.
Karena itu adalah ayat fawatih as-suwar berarti ilmu-ilmu yang mengkaji tentang huruf, kata, dan kalimat yang berada pada permulaan surah dalam al-Qur’an, singkatnya ayat pembuka surah yang dimana harus dibaca seperti pelafalan huruf aslinya.
Suara merdu Azzam mulai terdengar dari seberang sana, suaranya lembut membuat siapapun hanyut didalamnya, suara Azzam saat ngaji berbeda dengan suara Azzam saat berbicara seperti biasa, suara beratnya hilang entah kemana menyisakan suara lembutnya.
Posisi Syifa sekarang duduk menyender di dada bidang Raihan, ponsel suaminya ia dekatkan dengan perutnya dimana sang calon anak berada.
Ini salah satu momen yang Raihan sukai dimana kedua calon anaknya menendang aktif saat mendengar ayat suci dibacakan, ia kadang sempat ngilu melihat dua tendangan bersama, apakah tidak sakit anaknya tendang tendangan sedangkan istrinya meringis merasakan tendangan itu.
Disisi lain Azzam tengah tiduran di depan perut Husna, handphonenya berada di tengah tengah muka dan perut sang istri, tangan Azzam mengelus pelan perut Husna.
Janin yang dikandung Husna berjenis kelamin perempuan, benar kata Raihan, perempuan itu malu malu sejak janin, nyatanya janin Husna dapat diketahui jenis kelaminnya saat berusia 4 bulan, sebelumnya janin itu ngumpet tidak mau dilihat ia perempuan atau laki laki, pengen bikin penasaran orangtuanya katanya, begitu pula dengan salah satu janin Asyifa yang dapat diketahui saat berusia 5 bulan, sedangkan janin Asyifa yang satu saat berusia 3 bulan sudah menampakkan dirinya yang berjenis kelamin laki laki, jadi Syifa hamil anak kembar sepasang, tak terbayang bagaimana bahagianya Raihan yang langsung mendapatkan sepasang anak, membuat ia benar benar menjaga ketat sang istri, jangan sampai kecolongan.
Begitulah Raihan, selama 7 bulan ini apapun permintaan istrinya pasti ia kabulkan dengan syarat tidak membahayakan ibu dan calon anaknya, keadaan kandungan Asyifa Alhamdulillah baik hanya saja akhir akhir ini darah Syifa naik turun, kadang tinggi kadang rendah, ini yang membuat Raihan was was jika mengingat resiko yang terjadi.
__ADS_1