Ayo Pergi Ke Dungeon !

Ayo Pergi Ke Dungeon !
Chapter 1


__ADS_3

Hari cerah di kota Eleanor, sebuah kota besar tempat berkumpulnya para petualang. Segala kebutuhan untuk menjalankan tugas, kebutuhan menjelajah, hingga tempat tinggal ada di kota ini.


Setiap petualang biasanya akan bergabung dengan sebuah Aliansi yang juga berpusat di kota ini. Setelah mereka lelah bekerja keras, dapat juga langsung bersantai di kota Eleanor yang indah ini.


Seorang anak muda yang terlihat bergegas, sedang berlari di atas atap rumah. Menuju ke sebuah pondok penginapan, dia kemudian turun dan segera masuk kedalam penginapan itu.


"Selamat pagi." Ucap anak muda tersebut, kepada seorang gadis muda yang nampak begitu kesal.


"Ace, kamu terlambat lagi!"


Ucap seorang gadis berambut pirang, dan segera menyuruh anak muda tersebut menuju ke dapur.


"Cepat, banyak pesanan menunggumu!"


"Maaf-...Iya, baiklah."


Ace menggunakan celemek dan segera memotong sayuran. Dia terlihat begitu cekatan menggunakan pisau dan berbagai peralatan dapur lainnya.


"Ace, satu lagi pesanan sandwich dengan tuna." Si gadis berambut pirang berteriak dari depan. Yang juga terlihat sibuk melayani beberapa pelanggan.


Pagi itu terlihat sibuk di penginapan. Ace yang masih memasak di dapur, juga terlihat beberapa gadis pelayan lain sedang melakukan tugasnya.


"Nona Lucia, kami sudah membersihkan kamar atas."


Ucap seorang gadis ras elf berambut kehijauan dan gadis manusia dengan rambut berwarna biru turun dari lantai atas.


"Oh, terima kasih Erin, juga Carmen! Tolong bantu kami disini juga ya." Gadis berambut pirang meminta tolong.


"Baiklah Nona Lucia!" Sahut Carmen dan segera mengajak Erin untuk mengembalikan alat pembersih ke tempatnya. "Erin, ayo segera bereskan alat-alat ini!"


"Hmm...Ayo!" Erin menjawab.


Setelah kedua gadis itu mengembalikan alat pembersih ke tempatnya. Segera mereka membantu Lucia melayani para pelanggan yang ingin memesan.


"Anna, pesanan sandwich sudah siap!"


Ace berteriak dari dapur, dengan segera gadis berkulit agak gelap menghampirinya.


"Baik, tunggu sebentar."


"Tambahan satu lagi salad buah." Ucap Anna kepada Ace, sembari mengambil pesanan sandwich tersebut.


"Baiklah, segera aku siapkan."


Jawab Ace dan segera membuat pesanan dari Anna. Penginapan sangat sibuk pagi itu, semua pegawai bekerja keras dan saling bekerjasama.


.


.


Siang hari


Di salah satu meja penginapan, terlihat tiga petualang baru saja masuk dan duduk. Mereka nampak baru saja kembali dari dalam Dungeon, dan begitu sangat kelelahan.

__ADS_1


"Untung kita bisa kabur..."


Ucap salah seorang petualang yang begitu terlihat sangat kekar.


"Ya-...Aku pikir bisa melewatinya. Namun, kali ini bukan hal yang biasa."


Jawab lagi seorang petualang yang terlihat sangat jenius.


"Hmm...Ada yang tidak beres dengan Dungeon tingkat 5 kali ini."


Sahut seorang petualang gadis yang bersama mereka. "Ya, kurasa rumor itu memang benar. Sekarang kita hanya bisa menunggu pasukan Kerajaan membereskan hal itu." Jawab lagi si petualang bertubuh kekar.


Dari status mereka bertiga, terlihat bahwa mereka sudah menjadi petualang tingkat emas. Seharusnya Dungeon tingkat 5 bukan hal yang sulit untuk mereka.


Ace yang sedari tadi mendengar percakapan mereka bertiga seakan tak percaya rumor itu.


"Ace, aku rasa kamu jangan coba pergi ke sana." Ucap Lucia memperingatkannya, karena mengkhawatirkan Ace.


"Tenang saja, aku tidak akan ke sana!" Balas Ace menyakinkan Lucia.


"Ya, itu lebih baik" Sahut Lucia kembali.


"Tapi jika mereka semua bisa keluar maka hal itu seharusnya bukan hal yang terlalu berbahaya." Pikir Ace yang nampak penasaran.


"Lucia, hari ini aku sudah selesai. Aku pulang dulu ya!"


"Iya, terima kasih banyak Ace. Sekali lagi aku sangat terbantu berkat dirimu." Ucap Lucia yang merasa senang. Dan kemudian dia memberikan upah untuk Ace.


"Terima kasih kembali, Lucia. Aku pergi dulu..." Ace menerima upahnya, dan segera pergi meninggalkan penginapan itu.


.


.


"Hay, Ace-...Sebelah sini!" Seseorang ras werebeast memanggil dari bawah.


Seorang laki-laki setengah serigala berdiri diantara rumah dan jalanan kota. Kemudian Ace yang mendengar suara tersebut, segera datang menghampirinya.


"Hay juga-...Ruu, apa kabar? Lama tidak bertemu."


Sapa Ace kepada temannya tersebut. "Ya, kabar ku baik." Balas Ruu dan mereka saling berjabat tangan.


"Ada apa Ruu, kenapa kau tiba-tiba memanggilku? Dan kenapa kau bisa berada di sini?"


"Ya, kebetulan kau lewat. Dan ada sesuatu yang ingin aku tunjukkan kepadamu." Ucap Ruu dan mengeluarkan sebuah rune berwarna hijau muda dari dalam tas pinggangnya.


"Ini ada sebuah rune yang cocok untukmu."


"Huh?! Kenapa kau bisa mempunyai rune langka sejenis ini?"


Tanpa pikir panjang, Ruu memberikan rune hijau dengan lambang kadal terukir diatasnya kepada Ace.


Sontak Ace terkejut dengan hal tersebut, dan dengan berat hati dia menerima rune itu.

__ADS_1


"Aku ingin kau menerima ini."


"Sebelumnya, aku berterima kasih, Ruu. Tapi, sebenarnya ada apa ini?"


Ace penasaran dengan tujuan sebenarnya Ruu. Dia mencoba memaksa temannya tersebut untuk bercerita.


"Apa kau sudah mendengar rumor yang tersebar belakangan ini?"


"Apa maksudmu keanehan tentang Dungeon tingkat 5 itu?" Sontak Ace menebak.


"Apa kau memasukinya?"


"Ya, beberapa hari sebelumnya aku memang memasukinya. Dan menurutku tidak ada keanehan apapun selama di awal penjelajahan."


"Jadi rumor itu bohong?"


Kemudian Ruu menjelaskan. "Tidak juga, rumor itu memang benar. Dungeon tingkat 5 terdiri dari 4 teritori, kamu tahu itu bukan?"


"Ya, semua orang juga mengetahuinya."


"Setelah aku melewati hutan hitam, yang aku pikir tidak ada apapun yang terjadi disana. Aku memasuki teritori kedua, yaitu rawa tak berujung."


Ace semakin penasaran dengan cerita Ruu.


"Rawa tak berujung? Apa benar tempat itu tidak berujung?"


"Tidak juga, itu hanya sebuah nama. Di teritori inilah keanehan mulai terjadi. Monster rawa tingkat ke 5 mulai bermunculan, tanpa henti. Dan monster rawa langka tingkat 5 pun muncul diantara mereka"


"Jangan bilang kadal pemilik rune ini?" Ace menebak dan kembali menunjuk ke arah rune itu.


"Ya, kau benar. Aku hampir kewalahan melawan gerombolan serangga-serangga rawa tingkat 5. Ditambah si kadal lumpur itu sangat cepat.


Namun, keberuntungan masih bersamaku. Aku berhasil membunuh kadal itu, dan mendapat rune tersebut. Meski rune itu kurang berguna untuk ku."


Ace semakin penasaran dengan rumor tersebut dan sangat ingin memasuki Dungeon tersebut.


"Dari statusmu kau sudah naik ke tingkat emas. Hal itu seharusnya bukan masalah yang berarti untukmu." Ucap Ace.


"Ya, aku berfikir persis sepertimu. Tapi kenyataannya aku harus menggunakan banyak potion untuk menyembuhkan luka-luka ku."


"Apa kau bercanda?" Ace kaget mendengar ucapan temannya itu.


"Aku sarankan, jika kau penasaran dan ingin mencobanya. Lebih baik jangan, jika tidak ingin berakhir seperti yang lainnya."


"Ya, aku mengerti. Terima kasih Ruu! Kalau begitu aku pergi dulu. Lalu ini 2000 koin perak dan 80 keping emas, untuk usahamu kali ini."


Ace segera pergi meninggalkan temannya tersebut, dan memberikan koin beserta keping emas kepada Ruu.


Meski Ruu tidak membutuhkannya tapi dia menerima sebagai apresiasi dari sahabat baiknya itu.


"Terima kasih Ace, kuharap kau tidak kesana!"


Ruu berteriak kepada Ace yang telah melompat keatas atap dan pergi meninggalkannya.

__ADS_1


Ace melambai dan menghilang diantara atap rumah, Ruu kemudian segera pergi juga.


__ADS_2