Ayo Pergi Ke Dungeon !

Ayo Pergi Ke Dungeon !
Chapter 9


__ADS_3

Sontak Liria kaget mendengar perkataan Ace. "Apa yang kamu maksud Ace ?" Tanya Liria penasaran.


"Aku juga kurang yakin, tapi jika memang benar mereka kerasukan. Berarti kita dalam masalah yang sangat serius" Ucap Ace menjawab.


"Kerasukan ? Apa seperti terpengaruh ?" Sahut Liria kembali bertanya.


"Ya, mirip. Namun, kerasukan memiliki efek yang sangat kuat. Tubuh yang terpengaruh akan diambil alih oleh sesuatu yang membuat si pemilik tubuh sulit untuk mengendalikan dirinya sendiri" Jawab Ace menjelaskan.


"Oh, lantas, ulah siapa dan mengapa ?" Sahut Liria.


"Hmm... Apa kau pernah mendengar kisah peperangan besar yang merebutkan Menara Suci Dewa ?" Ucap Helos menyela.


"Ya, aku pernah membaca kisah itu dari sebuah buku" Jawab Liria.


"Jika yang dikatakan Ace benar. Maka, malapetaka besar akan lahir kedunia ini" Balas Helos.


"Ya, Dewi Hitam mulai terbangun dari tidurnya. Yang menyebabkan ketidak seimbangan terhadap dunia ini" Ucap Ace mengkhawatirkan hal tersebut.


"Tapi, bukankah Dewi Hitam dan Dewi Bintang Suci telah membantu menyelesaikan peperangan besar tersebut ?" Ucap Liria yang tidak yakin.


"Buku tidak selalu menceritakan yang sebenarnya. Selain itu, sifat perbedaan diantara dua dewi menyebabkan banyak kekacauan dimasa lampau. Maka dari itu, Menara Suci Dewa mereka bagi menjadi 3 bagian Menara" Sahut Ace.


"Dan menara itu adalah Menara Dungeon Dunia. Yang memiliki 10 tingkatan, serta yang mewakili lebih dari 10 dunia tempat kita berada saat ini. Setelah itu, Menara Dungeon Suci, tidak banyak yang tahu dengan dunia didalam Dungeon ini. Karena kita tidak pernah melakukan ekpedisi resmi kesana" Balas Helos menjelaskan.


"Yang terakhir adalah Menara Dungeon Bintang, yang mewakili dunia dewa diatas sana. Dan menyimpan banyak misteri didalam Dungeon itu" Jelas Ace menambahkan.


.


.


Seketika tubuh naga es itu melebur hingga menyisakan bongkahan kristal elixir yang begitu banyak. Dan diantara elixir itu terdapat sebuah Rune Naga dan 4 rune biasa. Sebuah rune kuning, rune hijau, dan dua rune biru. "Woah... Seperti panen kristal elixir !" Sahut Helos bergembira.


"Kita harus membagi rata kristal-kristal ini" Ucap Liria.


"Aku terserah saja, lagi pula ini adalah kerja keras para pasukan kerajaan" Ace berkata dan mengambil Rune Naga berwarna merah itu. "Namun, aku minta bagian ini saja !" Menunjukkan rune itu.


"Haey, jangan seenaknya kau..." Sahut Helos menggerutu.


"Sudahlah, kapten. Lagi pula tanpa bantuan Ace kurasa kalian tidak akan pernah bisa mengalahkan naga itu" Ucap Liria memihak kepada Ace.

__ADS_1


"Baiklah, tapi kau hanya mendapat 5 persen kristal ini" Balas Helos.


"Haha... Terserah saja... Terima kasih, Liria !"


"Sama-sama, Ace. Kerajaan sepantasnya juga berterima kasih kepadamu" Liria menambahkan.


Setelah mereka membagi rata kristal-kristal tersebut, Ace segera berpamitan. "Baiklah, semua telah dibagi dengan rata. Aku pergi dulu, masih banyak pekerjaan yang menungguku" Ace dengan cepat berlari meninggalkan altar tersebut. Dan seketika menghilang kedalam salah satu lorong gua.


"Baiklah, kita segera kembali. Laporkan semua kejadian, dan beritahu bahwa Dungeon sudah aman !" Ucap Helos dan menarik mundur semua pasukannya.


"Tidak aku sangka, kita mendapat bantuan yang tak terduga" Sahut Liria.


"Ya, siapa pun dia. Kerajaan sangat berterima kasih atas bantuannya" Balas Helos.


Mereka segera meninggalkan gunung tersebut dan kembali menuju kerajaan. Pihak Guild telah menyatakan aman untuk para petualang menjelajah Dungeon tingkat 5. Seketika banyak petualang yang memasuki Dungeon untuk menjelajah. Nampak ramai didalam kantor pusat Guild, banyak misi dan tugas menanti para petualang.


"Huh, ramai sekali. Tapi, baguslah masalah ini telah selesai" Ace yang baru saja kembali dari Dungeon melihat kearah kantor pusat Guild.


"Senior Ace ! Apa yang kamu lakukan disini ?" Teriak Erin memanggil Ace.


"Eh ? Erin ?! Kamu darimana ?" Tanya Ace.


"Ini kan sudah sore ?!"


"Ya, semenjak kau pergi siang tadi. Pelanggan semakin bertambah banyak, tapi tenang saja kami bisa mengatasinya" Jelas Erin.


"Haha... Syukurlah, mari aku bantu membawa belanjaan itu"


"Eh, bukankah kamu akan ke kantor Guild ?" Tanya Erin kembali.


"Tidak, aku kesana besok saja. Terlalu ramai, mungkin akan sampai malam" Ucap Ace mengelak.


"Baiklah, mohon bantuannya" Balas Erin sembari menunduk sopan.


"Sudah, ayo cepat jalan. Nanti Lucia marah"


"Hmm... Baiklah"


Mereka berdua bersamaan berjalan menuju penginapan Lucia. Dengan Ace membantu Erin membawa kantong belanjaan. Tidak lama berjalan, mereka telah sampai dipenginapan Lucia.

__ADS_1


"Aku kembali..." Ucap Erin masuk kedalam penginapan dan diikuti oleh Ace. "Hay, Lucia..." Sahut Ace.


"Ya, Erin. Terima kasih...! Eh, Ace kamu kembali, ada apa ?" Balas Lucia kepada Erin dan Ace.


"Tidak ada apa-apa, haha... Hanya kebetulan ketemu Erin dijalan" Jawab Ace mengecoh Lucia.


"Hmm... Aku melihat senior Ace dijalan, dan ingin pergi ke kantor Guild. Namun, dikarenakan ramai, dia tidak pergi kesana..." Jelas Erin dengan polosnya.


"Oh, kantor Guild ya... Apa ada hal lain disana...?" Sahut Lucia dengan mencurigai Ace.


"Ahaha... Tidak, tidak ada apa-apa..." Ace mengelak.


"Sini kantong belanjaannya..." Erin meminta kantong belanjaan kepada Ace. "Iya, silahkan..." Ace memberikan kantong tersebut. "Terima kasih untuk bantuaannya, senior Ace" Ucap Erin dan segera pergi ke dapur.


"Hey, Erin, apa benar yang kamu katakan ?" Tanya Carmen penasaran. Dari balik pintu dapur ternyata Anna dan Carmen menguping pembicaraan mereka. "Iya, itu yang terjadi..." Erin dengan polos menjawab.


"Oh, aku mengira senior Ace kesana karena ingin bertemu ketua Miya" Anna berbisik mengobrol dengan Carmen. "Hmm... Iya, aku juga berpikir begitu" Sahut Carmen. Dan rupanya Lucia sedikit mendengar permbiraan kedua pegawainya itu.


"Ace...!"


"Hehe... Lucia, tenangkan dirimu dulu" Sahut Ace mencoba menenangkan.


"Eh, senior Lucia, apa diamarah...? Gawat..." Ucap Anna merasa bersalah.


Seketika terdengar suara pintu penginapan terbuka, dan masuklah ketiga kapten pasukan Kerajaan. "Ace ?! Kamu ada disini ?" Ucap Zed kaget melihat Ace.


"Eh, Kapten Zed ? Kalian, ada apa kesini ?" Sahut Ace menjawab dan mencoba mengelak dari amukan Lucia. "Kami biasa kesini, beristirahat sejenak dari tugas kami" Sahut Helos menjawab.


"Para kapten, silahkan kalian duduk dulu" Ucap Lucia menyela. "Haha... Terima kasih, Lucia" Jawab Zed.


"Oh, iya Ace, ada apa kamu kesini ?" Ucap Liria menyapa. "Hehe... Hanya urusan kecil" Balas Ace.


"Kalian saling kenal ?" Tanya Lucia yang terlihat nampak marah.


"Anu, tenangkan dirimu dulu Lucia" Ace mencoba menenangkan Lucia kembali.


"Nampaknya ada kesalah pahaman disini" Sahut Zed. Kemudian ketiga kapten kemudian duduk dikursi dekat dengan jendela penginapan. Pemandangan sore kota Eleanor terlihat berkilau dari balik jendela.


"Ya, begitulah... Hehe..." Ucap Ace menjawab.

__ADS_1


"Haha... Kurasa lebih baik kita bicarakan hal ini dengan kepala dingin" Balas Zed menengahi permasalahan tersebut. Lucia terlihat kesal dan nampak manyun mendengar perkataan Zed. "Hmm... Jadi sebenarnya apa yang terjadi, Ace ?" Tanya Lucia.


__ADS_2