
Monster besar itu menahan semua serangan panah api dari pasukan kerajaan. Kemudian kupu-kupu itu membuka kembali sayapnya. Seketika, Ace melepaskan kekuatannya, dan melompat melaju dengan cepat kearah serangga itu.
"Sekarang ! Serang dia...!" Ucap gadis itu dengan keras.
"Haa... Lankah Iblis Maksimal...! Kecepatan Super...!" Sahut Ace dan segera menyerang serangga tersebut.
"Wuussh !"
"Wuussh !"
Dengan aura biru yang memenuhi tubuhnya, ditambah energi dari para ahli sihir kerajaan. Tubuh Ace seakan terbakar oleh energi itu, membuat kilauan cahaya biru yang terang.
Dia dengan sangat cepat melaju kearah kupu-kupu tersebut. Bahkan, monster itu pun tidak bisa menghindarinya lagi. "Shriiink...! Slaash...!"
"Wuuzz !"
Tanpa terlihat oleh mata, Ace telah berada dibelakang monster itu. Kupu-kupu tersebut hanya terdiam kaku diudara. Seketika itu juga, kilauan cahaya biru muncul. Menjadi sebuah tebasan-tebasan yang cukup besar diseluruh tubuh monster itu.
Dan tubuh monster tersebut kemudian terbakar karena energi yang dihasilkan dari serangan Ace. "Selesai sudah !" Ucap Ace, dan segera mendarat.
"Woah, kita berhasil !" Sahut seorang ahli sihir.
Kupu-kupu tersebut terjatuh, dan perlahan tubuhnya melebur. Serta meninggalkan kristal elixir yang sangat banyak. "Kita berhasil !" Ucap para pasukan, yang sangat gembira telah berhasil mengalahkan monster itu.
"Semua tenang, keberhasilan kita berkat bantuan dari anak muda ini. Sudah sepantasnya kita berterima kasih kepadanya" Ucap gadis itu menyela.
"Baik, kapten"
"Oh iya, kalau boleh tau siapa namamu ?" Tanya gadis itu kepada Ace.
"Namaku Ace !"
"Perkenalkan, aku Liria, salam kenal" Dia kemudian mengajak berjabat tangan kepada Ace.
"Oh, salam kenal juga, Liria !" Ace dan Liria saling berjabat tangan.
"Petualang Ace, terima kasih atas bantuannya !" Sontak para pasukan yang lain memberi hormat.
"Tidak perlu seperti itu, ini semua juga karena bantuan dari kalian" Sahut Ace sungkan.
"Oh, iya, Ace. Kenapa kamu bisa berada disini ? Apa yang kamu lakukan sebenarnya ?" Tanya Liria penasaran.
"Sebenarnya aku ingin ke teritori terakhir. Namun, tiba-tiba kabut berpasir ini muncul...!"
Seketika kabut pasir mulai menipis, dan perlahan menjadi hilang. Hamparan gurun pasir yang tandus mulai terlihat jelas. "Wah, kita benar-benar berhasil. Terima kasih banyak Ace, atas bantuanmu" Ucap Liria.
"Fuuh... Akhirnya kabut ini hilang" Sahut Ace menyela.
__ADS_1
"Dan, bagaimana kamu bisa sampai digurun ini ? Bahkan kami sulit untuk sampai disini" Liria kembali bertanya.
"Ah, iya... Hehe ! Sebenarnya aku juga bertemu dengan monster langka diteritori sebelumnya. Dan pasukan kerajaan dirawa tak berujung"
"Apa maksudmu kapten Zed, dan pasukannya. Bagaimana keadaan mereka ?" Tanya Liria panik.
"Oh, jadi namanya kapten Zed ya. Mereka baik-baik saja, aku menolong mereka dari serangan beruang cangkang"
"Benarkah ? Bagaimana bisa mereka..."
"Ini buktinya, rune kuning langka ini aku dapat setelah membunuh beruang itu" Ace menunjukkan rune kuning langka tersebut kepada Liria.
"Wah, sungguh beruntung..."
"Kapten Liria, ada banyak kristal elixir yang kita dapat kali ini. Dan sebuah rune merah langka" Seorang pasukan memberikan rune merah langka itu kepada Liria.
"Rune merah...?"
"Woah, rune merah, apa kau ingin bertukar rune itu denganku ?" Ucap Ace kepada Liria.
"Hmm... Baiklah, lagi pula rune ini kurang beguna untukku" Liria dan Ace saling bertukar rune langka tersebut.
.
.
"Terima kasih kembali, Ace"
"Kapten Liria, bagaimana dengan elixir-elixir ini ?" Ucap salah satu pasukan.
"Hmm... Bagaimana jika 30 persen untuk Ace. Dan sisanya pasukan kerajaan ?" Sahut Liria berpendapat.
"Baiklah, kapten Liria"
"Wah, kurasa itu berlebihan" Ucap Ace.
"Tidak masalah, ini untuk usahamu. Terimalah Ace"
"Baiklah, terima kasih Liria"
Setelah semua pasukan kerajaan menerima kristal elixir, dan juga Ace telah menyerap 30 persen bagiannya. Dia segera berpamitan untuk melanjutkan perjalanannya menuju teritori selanjutnya.
"Ini saatnya aku pergi. Aku harus segera pergi ke teritori terakhir" Ucap Ace.
"Haruskah kau pergi, Ace ?" Tanya Liria.
"Hmm... Aku harus"
__ADS_1
"Fuuh... Baiklah, jaga dirimu"
"Kau juga Liria. Dan lebih baik kalian segera mencari tempat aman untuk memulihkan energi. Tidak jauh dari sini ada gua batuan yang bisa kalian gunakan" Tunjuk Ace kearah gua batu itu.
"Terima kasih Ace. Berhati-hatilah"
"Iya, aku pergi dulu"
Segera Ace meninggalkan mereka, berlari dengan cepat dan menghilang diantara debu pasir gurun. "Kapten Liria, bagaimana rencana selanjutnya ?" Tanya salah seorang pemanah.
"Kita cari tempat berlindung, sembari awasi keadaan sekitar. Segera laporkan kejadian ini kepada pihak Guild" Jawab Liria.
"Baik, kapten"
Sementara itu Ace masih dalam perjalanan menuju teritori berikutnya. Dengan kecepatannya dia menerjang gurun kematian tanpa rasa takut sedikit pun.
Didalam rawa tak berujung komandan Zed dan para pasukan lainnya sedang mendirikan kemah untuk pos pertahanan. "Komandan, bantuan dari kerjaan sudah datang" Ucap seorang pasukan.
"Baiklah, segera bantu kurir-kurir itu. Dan cepat berikan kepada pasukan yang lain" Sahut Zed memerintahkan.
"Baik, komandan"
Para pasukan membantu kurir-kurir kerajaan dan bersama mereka memberikan persediaan potion tingkat menengah kepada pasukan lain. Suasana didalam rawa cukup ramai, mereka terlihat sibuk dengan pekerjaan masing-masing.
Pasukan Kerajaan adalah prajurit yang ditugaskan oleh Kerajaan Eleanor. Para pasukan tersebut memiliki peringkat Emas tingkat 5. Setiap pasukan yang terpilih telah diuji dan dinyatakan lulus oleh pihak Kerajaan.
Pasukan Kerajaan umumnya dibagi dalam empat kelas. Pasukan Perisai, dengan perisai dan pedang bertugas pada barisan pertahanan. Pasukan Tombak, dengan tombak-tombak mereka biasa membuka jalan. Pasukan Pemanah, dengan jarak jangkau serangan terjauh biasa mereka melakukan serangan gertakan.
Dan Pasukan Ahli Sihir, terbagi menjadi dua kelas lanjutan. Ahli Sihir Spiritualis, biasa memberikan dampak sihir untuk musuh. Serta Ahli Sihir Pendukung, dengan energi mereka biasa memberi peningkatan kekuatan pada sekutu.
.
.
"Kapten Liria, gua ini aman. Kita bisa menggunakannya"
Setelah memeriksa gua batuan tersebut mereka segera menempatinya untuk beristiharat. "Segera beristirahat, kita tunggu sampai bantuan datang. Dan jangan sampai lengah, awasi sekitar" Ucap Liria memerintahkan.
"Baik, kapten"
Ace telah mencapai teritori terakhir, disekitarnya nampak bebatuan yang menjulang. "Tebing batuan, kurasa ini teritori terakhir" Sahut Ace bergumam.
"Huh.... Sekarang aku harus keatas sana" Ace mengerutu.
Ace mulai melompat keatas, diantara tebing batuan yang menjulang tinggi. Batu-batu tersebut nampak berbahaya, dan berwarna kemerahan. "Seberapa jauh aku harus melompati bebatuan ini" Ucap Ace kesal.
Tidak lama kemudian dia sampai disebuah tebing dengan pintu gua yang cukup besar. Sebuah totem berdiri dipintu masuk gua tersebut. "Totem Naga, berarti aku sudah sampai diteritori terakhir. Baiklah, saat membongkar rumor itu. Kita lihat apa yang sebenarnya terjadi disini" Ucap Ace dan segera masuk kedalam gua itu.
__ADS_1
"Gelap sekali, seandainya aku punya lentera jiwa..." Ace masuk kedalam gua gelap itu. Setelah cukup jauh masuk kedalam, dia melihat cahaya diantara dinding gua tersebut. "Cahaya... Ada sebuah cahaya ?!" Ace segera berlari kearah cahaya itu.