Ayo Pergi Ke Dungeon !

Ayo Pergi Ke Dungeon !
Chapter 23


__ADS_3

"Kapten, keadaan semakin memburuk ! Jika dibiarkan anak itu bisa..." Ucap perempuan petualang ahli sihir yang menghampiri Helos.


"Aku tau, tapi bagaimana caranya kita memisahkan mereka ?! Singa itu terlalu kuat dan waspada, dan Ace tidak bisa dikendalikan juga" Jawab Helos yang masih memikirkan sebuah rencana.


"Iya, kapten... Anda benar !" Sahut perempuan itu.


Pertarungan antara Ace dengan singa es semakin memanas, pertahanan singa es yang begitu rapat terus di serang oleh Ace dengan bertubi-tubi. Sesekali Ace terlempar karena serangan balasan dari singa es tersebut. Namun dia kembali berdiri dan menyerang kembali.


"Slaassh !"


"Shriink..."


"Groooarr !"


Ace kembali terlempar karena serangan singa es. Dia jatuh tidak jauh dari pedang besar milik Helos yang tergeletak disebelah kirinya. Tanpa pikir panjang dia mengambil pedang tersebut. "Apa yang ingin dia lakukan ?" Sahut perempuan petualang itu menunjuk kearah Ace.


"Astaga, mungkin dia ingin memakai pedangku !" Balas Helos kaget.


"Hah, mana mungkin kapten ? Setahuku tidak ada yang bisa menggunakan dua jenis senjata yang berbeda !" Ucap perempuan itu kembali.


"Yang kita tau memang begitu. Tetapi kita tidak tau soal anak ini, mungkin saja dia memang bisa" Jawab Helos kagum.


Ace memegang pedang besar itu, dan menancapkan ujungnya ke lantai altar. Dia kemudian berdiri menatap kearah singa es tersebut dengan marah. Seketika keempat bayangannya juga terlihat berdiam menatap kearah singa es itu.


Aura hitam kembali menyelimuti tubuh Ace, sontak terlihat gumpalan seperti asap hitam ditangan kiri dari keempat bayangan tersebut. Seketika gumpalan itu membentuk sebuah pedang besar berwarna hitam.


"Astaga, bahkan bayangannya pun juga meniru apa yang anak itu pegang !" Ucap perempuan si ahli sihir. "Woah, anak lihat anak itu ! Ini kejadian yang sangat langka..."


"Iya, aku juga baru pertama kali melihat kemampuan sehebat ini. Menurut rumor yang beredar, tidak banyak petualang dengan kemampuan memanipulasi bayangan seperti ini" Sahut Helos kagum.


"Grooaarr !"


"Wuuzzz..."


Singa es yang merasa terancam kemudian meniupkan nafas dinginnya kearah Ace dan keempat bayangannya. Hebusan angin dingin membentuk sebuah gelombang duri es di lantai altar. Duri-duri es yang tajam itu menuju kearah Ace dengan cepat, kemudian dua bayangan Ace menancapkan pedang besarnya ke lantai altar.


"Boomm..."

__ADS_1


Mereka menahan serangan duri es tersebut, kemudian Ace melompati kedua bayangannya. Dan dia langsung menusukan pedang besar tersebut kearah singa es.


"Hyaa...!"


"Krraakk !"


"Rooaar !"


Singa es kembali membuat perisai es untuk menahan serangan dari Ace. Dan terlihat pedang besar tersebut berhasil tertancap diperisai es milik singa es itu. "Eh ?! Lihat kapten, pedang anda berhasil tertancap diperisai es itu" Ucap petualang perempuan sebelumnya.


"Ya, aku juga melihatnya... Tidak aku sangka dia benar-benar menggunakan pedangku. Bahkan hanya dengan satu tangan !" Balas Helos yang semakin kagum.


"Grooaarr !"


"Hee... Rasakan seranganku singa jelek !" Ucap Ace.


Dua bayangan lainnya, masing-masing menyerang dari sisi samping singa es tersebut. Mereka secara bersamaan menebaskan pedang besarnya ke tubuh singa es. Mengetahui hal itu, singa es mengambil langkah mundur untuk menghindari serangan kedua bayangan.


"Slaassh !"


"Shriink..."


"Roaarr !"


"Kapten, pertarungan ini tidak akan selesai... Dan mungkin bisa lebih buruk lagi !" Ucap petualang pria ras setengah serigala yang menghampiri Helos.


"Ya, aku tau... Tapi aku juga tidak memiliki rencana lagi. Kita hanya bisa menunggu bantuan datang" Sahut Helos mencoba tenang.


Sementara itu singa es nampak sangat berhati-hati menghadapi Ace dan keempat bayangannya. Pertarungan mereka terlihat belum akan berakhir, singa es kembali memasang kuda-kuda untuk menyerang. Dan disusul oleh Ace dan keempat bayangannya yang juga menyiapkan kuda-kuda menyerang.


.


.


Diatas salah satu menara di kota Eleanor, si gadis misterius terlihat sedang membuka buku berwarna hitam miliknya. Sekilas nampak terlintas senyuman diraut wajah gadis itu, kemudian dia mulai membaca sebuah mantra yang tertulis di buku tersebut.


"Dari dalam jurang kegelapan... Selimutilah bumi dengan kekosongan ! Dari balik fajar... Bangkitlah para makhluk yang menghuni kegelapan ! Datanglah wahai... Prajurit bayangan !" Ucap gadis itu dengan keras.

__ADS_1


Seketika sebuah lingkaran sihir yang cukup besar muncul dilangit Eleanor. Dan dari dalam lingkaran tersebut bersinarlah cahaya berwarna keemasan. Bersamaan dengan munculnya cahaya itu, angin di Eleanor kembali berhembus dengan kencang.


Kemudian datanglah awan hitam menyelimuti langit di Eleanor. Dan dari balik bayangan disudut kota, muncullah para prajurit bayangan. Mereka menyerbu kota dan membuat kepanikan diseluruh Eleanor.


"Ratuku ! Berita buruk...!" Ucap seorang pelayan yang terlihat panik. Dia memasuki ruangan ratu dengan terburu-buru, dan dengan nafas tersendat-sendat.


"Ada apa pelayan ? Tenangkan dirimu, dan beritahu aku apa yang terjadi !" Sahut sang ratu dengan tenang. Perempuan berambut agak kemerahan itu berdiri lalu menghampiri gadis pelayan tersebut.


"Gawat ratuku ! Eleanor sedang diserang oleh para prajurit bayangan !" Jawab si pelayan.


"Prajurit bayangan ? Mana mungkin bisa... Darimana mereka datang ?" Sang ratu nampak kaget mendengar berita tersebut. "Apakah sudah meminta bantuan kepada aliansi prajurit bayaran ?" Sang ratu dengan segera menuju kearah balkon di ruangan itu.


"Sudah yang mulia, dengan cepat mereka segera menahan para prajurit bayangan itu. Dan dibantu oleh pasukan kerajaan !" Balas si pelayan.


"Baguslah ! Selalu pantau keadaan diluar, dan cepat laporkan apapun yang terjadi di Eleanor" Ucap sang ratu memerintahkan.


"Baik yang mulia, saya permisi dahulu..." Si pelayan kemudian segera meninggalkan ruangan ratu.


"Chk, ada apa lagi ini !? Apa yang sebenarnya terjadi !?" Gumam sang ratu sembari melihat kota Eleanor dari atas balkon disalah satu menara istana kerajaan.


Terlihat dijalanan kota banyak petualang mencoba menghadapi prajurit bayangan yang menyerang. Namun tanpa mereka ketahui, para prajurit bayangan itu ternyata memiliki kemampuan lain. Disaat para petualang lengah, dengan cepat mereka merasuki tubuh dari petualang-petualang itu.


Petualang dengan jiwa yang lemah akan mudah dirasuki oleh prajurit bayangan. Kemudian mereka akan menjadi tubuh baru dari bayangan-bayangan itu. "Astaga... Lihat mereka !" Ucap salah satu pasukan kerajaan.


"Kita tidak boleh biarkan mereka semakin mengacau ! Tahan semua prajurit bayangan itu, dan juga mereka yang sudah dirasuki oleh bayangan-bayangan itu !" Sahut pasukan kerajaan lainnya.


"Benar sekali, kita tidak boleh biarkan mereka mengacau di kota Eleanor ini !" Teriak seorang wanita dengan membawa kapak besarnya.


Wanita berambut kecoklatan itu dengan cepat melompat kearah kerumunan prajurit bayangan, dan menghantamkan kapaknya ketanah. Seketika menimbulkan sebuah gelombang getaran hingga membuat tanah disekitarnya terbalik. Serangan itu mementalkan semua prajurit bayangan yang berada disana.


"Krraaakk !"


"Boommm"


"Wuushh !"


"Dia adalah ?! ...Nona Aeria !! ...Si kapak pembunuh, dari aliansi prajurit bayaran !" Ucap seorang pasukan kerajaan kagum melihat kemampuan Aeria.

__ADS_1


"Hah... Ini bukan lawan yang pantas untuku !" Ucap Aeria sembari manarik kapak besarnya dari tanah.


__ADS_2