Ayo Pergi Ke Dungeon !

Ayo Pergi Ke Dungeon !
Chapter 8


__ADS_3

Para pasukan perisai bersama membentuk sebuah formasi pertahanan. Setidaknya ada sekitar 20 orang dalam formasi tersebut. Laki-laki berpangkat kapten itu berada didepan si naga es, dan menjadi sebuab umpan hidup untuk memancing perhatian naga tersebut.


Sementara itu Ace menyelinap kebelakang naga tersebut. "Kapten, tolong pancing dia" Ucap Ace dan segera berlari dengan cepat.


"Serahkan saja padaku !"


"Haey, naga jelek. Rasakan seranganku !" Laki-laki itu menebaskan pedang besarnya dan melancarkan sebuah gelombang tebasan kearah naga itu.


Gelombang tebasan tersebut mengenai tubuh naga, dan sontak membuat marah naga besar didepannya itu. "Haha... Bagaimana rasanya seranganku ?!" Ucap laki-laki itu bertanya.


"Grooaarr !"


"Serangan yang bagus..." Gumam Ace yang sudah dibelakang naga itu.


"Pasukan pemanah, tembak naga itu !" Sahut laki-laki itu memerintahkan. Dan sekitar 15 pemanah secara bersamaan melepaskan tembakannya.


"Wuushh !"


"Srrahhk !"


Anak panah menghujani tubuh naga es itu. Namun, dikarenakan kerasnya kulit naga es tersebut. Serangan panah tidak mengakibatkan dampak yang cukup serius. "Astaga, kulitnya sangat keras. Apa memang tidak ada titik lemahnya ?!" Sahut Ace bergumam.


"Chk, kuat juga naga ini" Kesal kapten mengerutu.


"Grooaarr !"


Naga es itu semakin marah, dan seketika menghembuskan nafas dinginnya kearah kapten pasukan kerajaan didepannya. "Kapten...!" Sontak para pasukan perisai membentuk sebuah dinding pertahanan.


"Wuuuzzh !"


"Bhuumm !"


Hembusan nafas dingin tertahan oleh perisai para pasukan. Dikarenakan kuatnya serangan tersebut, membuat pasukan-pasukan itu terpental. "Kalian baik-baik saja ?" Tanya kapten kepada para pasukan yang telah menyelamatkannya.


"Tenang saja kapten, ini bukan apa-apa !"


"Kapten, awas...!"


Beberapa pasukan terjatuh karena serangan tersebut, dan sontak naga es menyerbu kearah laki-laki. Ace dengan cepat mengeluarkan beberapa bola dari dalam tasnya.


"Cih, naga yang merepotkan !" Gerutu Ace bergumam. Dan melemparkan 3 bola peledak kearah naga itu.


"Boomm !"


Bola-bola itu meladak dan mengenai tubuhnya, serta mengalihkan perhatian naga es tersebut. "Bagus, kemarilah anak baik !" Ucap Ace mengalihkan perhatian naga itu.


"Bocah... Kau... ?!"


"Kapten, segera serang naga ini dengan serangan sihir !" Sahut Ace berteriak.


"Apa ? Haey... Bocah ! Kamu serius ?!" Kaget kapten itu bertanya.


"Serang saja...! ...Woah !!" Ace sembari menghindari serangan cakar yang dilancarkan oleh naga itu. "Kurasa dia tidak bisa diam...! Kapten, cepat lakukan..." Sahut Ace memohon.

__ADS_1


"Chk, baiklah ! Bersiaplah !" Dengan berat hati laki-laki itu memerintahkan para spiritualis untuk menyerang. "Para spiritualis, serang naga itu ! Sekarang !"


"Baik, kapten !"


Para ahli sihir itu mengumpulkan energi dan melepaskannya kearah naga es itu. Sekitar 10 spiritualis secara bersamaan menyerang naga tersebut. Energi-energi sihir menjadi sambaran petir dan meledak dengan keras kearah tubuh naga es itu.


"Srraahk !"


"Blaasst !"


"Khaboom !"


Ledakan petir mengenai seluruh tubuh naga es, dan membuat kulit naga itu sedikit gosong. Dikarenakan kulitnya yang keras, maka hanya menimbulkan sedikit luka goresan pada kulit luarnya. "Cih, masih kurang kuat..." Ace mengerutu, dan sembari menghindari ledakan sihir itu.


"Apakah berhasil ?" Tanya kapten.


Ace yang cukup dekat dengan naga itu, sekilas melihat sebuah luka yang cukup dalam dibagian dadanya. "Aah, ternyata itu titik lemahmu !" Sahut Ace bergumam, melihat kearah bekas luka diantara dada dan leher naga es itu.


"Kapten, aku tahu titik lemahnya !" Ace berteriak.


"Hah... Apa kau yakin ?" Balas tanya si kapten.


"Ikuti instruksiku selanjutnya !"


"Hah ?!"


.


.


Sontak Ace berlari mengitari tubuh naga es itu. Dan hembusan nafas naga mengikuti kearah Ace. Serangan tersebut membuat lantai altar menjadi beku.


"Wuusshh !"


"Haey... Apa yang akan kamu lakukan bocah ?" Tanya kapten dengan bingungnya.


"Sekarang, kapten. Bersiap mengeluarkan tebasan anda !" Ucap Ace memerintahkan.


Ace terus berlari dan menghindari serangan naga itu, serta memancing perhatiannya. Seketika naga dan si kapten telah sejajar, dan Ace dengan cepat mengeluarkan kemampuannya. "...Langkah Iblis !" Kemudian Ace melompat sangat tinggi.


Dan dalam sekejap sudah diatas kepala naga itu. Sontak naga es mengikuti Ace, seketika itu juga Ace melemparkan 3 bola asap kearah kepala naga tersebut.


"Boomm !"


Asap pekat berwarna hitam menyelimuti kepala naga itu. "Sekarang, kapten ! Serang luka di dadanya itu !" Teriak Ace yang masih melayang diudara.


"Baiklah ! Dewi cahaya... Pinjamkan berkahmu... Tebasan Cahaya !" Si kapten dengan cepat menebaskan pedang besarnya.


Dan membentuk sebuah gelombang tebasan yang cukup besar. Melaju mengarah langsung ke leher naga itu. "Rasakan tebasanku...!"


"Shraaakk !"


"Bhoomm !"

__ADS_1


Tebasan besar tersebut mengenai luka ditubuh naga itu. Dengan getaran yang sangat besar, tebasan cahaya kapten mampu menembus kerasnya tubuh naga itu. "Akhirnya, berhasil !" Ucap Ace yang baru saja mendarat.


Naga es besar tersebut tergeletak, dan beberapa luka tebasan merobek kulitnya yang keras. "Wahaha... Kita berhasil !" Ucap kapten dengan bangga.


"Yeah !"


"Kita berhasil, kapten !"


"Haha... Aku yakin pasti kita bisa mengalahkannya" Sahut laki-laki berbadan berotot itu menyombongkan dirinya.


"Ehemm... Tapi ini rencanaku loh !" Balas Ace menyelanya.


"Hah ? Kau bocah...! Haha... Benar, ini berkat dirimu juga ! Haha...!"


"Tidak aku sangka, monster langka tingkat 12 muncul didalam Dungeon tingkat 5" Ucap Ace khawatir.


"Hmm... Kami juga kurang yakin, tapi menurut tuan putri. Hal ini berkaitan dengan terganggunya ekosistem di Dungeon peringkat menengah" Sahut kapten menjelaskan.


"Gangguan ekosistem ? Apa maksudnya ?" Tanya Ace.


.


.


"Itu seperti lingkaran kehidupan, dan dalam lingkaran itu telah terjadi sesuatu fenomena atau sebuah gangguan yang menyebabkan perubahan lingkungan hidup didalamnya" Tiba-tiba Liria datang dan menjelaskan.


"Liria ? Kenapa kalian datang ?" Tanya Ace kepada Liria.


"Kurasa karena surat permohonan bantuan ini" Liria menunjukan sebuah surat dengan sebuah setempel kerajaan.


"Jadi, dia meminta bantuan kepadamu ?" Sahut Ace bertanya.


"Hehe...!" Laki-laki itu hanya tertawa sembari menyembunyikan rasa malunya.


"Sudahlah, lagi pula kalian sudah mengalahkan naga es itu" Tunjuk Liria kearah naga es yang tergeletak itu.


"Ya, ini semua berkat kerjasama dari semua pasukan yang lain" Sahut Ace.


"Haha... Tentu saja ini juga karena serangan hebatku !" Laki-laki itu kembali menyombongkan dirinya.


"Dasar, kau memang tidak berubah, kapten Helos !" Ucap Liria menghela nafas. "Kalian segera laporkan hal ini kepada pihak Guild" Perintah Liria kepada pasukannya.


"Baik, kapten Liria !"


Mereka segera melaporkan kejadian itu kepada Guild, serta semua pasukan saling membantu memulihkan energi mereka. Sedangkan Ace memeriksa tubuh naga es tersebut. "Ace sedang apa kau ?" Tanya Liria penasaran.


"Hanya memeriksanya" Jawab Ace sembari melihat-lihat tubuh naga itu.


"Awas, Ace...!"


"Hah ?!"


Tiba-tiba tubuh naga tersebut perlahan melebur. Seperti beruang dan kupu-kupu diteritori sebelumnya, sebuah aura hitam keluar dari tubuh naga tersebut. "Aura hitam itu lagi. Apa mungkin mereka kerasukan ?" Sahut Ace.

__ADS_1


__ADS_2