Ayo Pergi Ke Dungeon !

Ayo Pergi Ke Dungeon !
Chapter 19


__ADS_3

Burung elang api semakin mendekati Ace, dan dengan tornado api besar tersebut membuat gelombang angin yang cukup besar hingga membutakan


Ace dan keemapat bayangannya dengan cepat melompat menerjang tornado api tersebut. Menyerang dengan sangat cepat hingga tak terlihat oleh mata, seketika itu juga Ace telah berada di langit.


Dan burung elang api telah berhenti berputar, kemudian jatuh dengan cukup keras menghantam tanah. Serta menimbulkan gelombang benturan yang sangat keras. Hembusan angin yang dihasilkan hingga menghilangkan gumpalan asap disekitarnya.


"Buumm !"


"Wooshh !"


"Woah... Lihat disana !" Tunjuk seorang petualang dengan samar.


Dibalik gumpalan asap yang mulai menghilang Ace turun dari langit. Dengan tubuh terluka dia berhasil mendarat dengan selamat. "Ughh... Sakit juga" Gumam Ace yang terlihat sedikit menahan rasa sakit didadanya.


"Burung itu... Jatuh !"


"Kita menang !"


"Ace ?! Kau baik-baik saja ?" Ucap Liria yang langsung menghampiri.


"Eh ? Liria, tenang, aku baik-baik saja !" Balas Ace.


"Dasar kau ini...!" Tiba-tiba Liria memeluk Ace dengan erat. "Aku kira kau akan...!" Liria menambahkan serta khawatir.


"Akan apa ? Hehe... Bukannya aku sudah bilang, bahwa aku ada rencana lain untuk mengalahkannya tadi !?" Ucap Ace dan sontak dia membalas pelukan Liria.


"Hmm... Aku senang kau baik-baik saja...!"


"Ehem... Kapten, selanjutnya apa yang akan kita lakukan ?!" Ucap pria ras elf itu sekilas melihat Liria dan Ace yang masih berpelukan.


"Eh ? Ehemm... Kita istirahat dahulu, dan kita akan membagi rata hasil dari mengalahkan burung elang api ini" Sahut Liria yang segera melepaskan pelukannya dari Ace.


"Baik, kapten... Saya permisi dulu !"


"Hehe... Kau ini jangan sembarangan memeluk orang. Mereka bisa mencurigai kita !" Ucap Ace berbisik kepada Liria, dan menepuk pundak wanita itu.


"Iya, maafkan aku...!" Sahut Liria yang wajahnya mulai memerah.


"Sudah jangan dipikirkan, sekarang mari kita istirahat dulu ! Ughuk...!" Balas Ace dan tidak sengaja dia mengeluarkan batuk dengan sedikit bercak darah keluar dari mulutnya.


"Ace ? Kau benar tidak apa-apa ?!" Liria sontak menopang tubuh Ace.


"Tenang saja, tolong kau ambilkan potion didalam tasku..."


Liria mengambilkan sebuah potion tingkat menengah dan memberikannya kepada Ace. "Ini minumlah perlahan...!" Liria dengan sangag berhati-hati membantu Ace meminumkan potion tersebut.

__ADS_1


"Gleek !"


Dalam sekejap tubuh Ace telah kembali pulih, meski membutukan proses hingga benar-benar pulih sempurna. Namun tubuhnya sudah dapat digerakkan dengan leluasa. "Aah, terima kasih Liria. Kau sangat membantu..." Ucap Ace serta tersenyum kearah Liria.


"Kau harus istirahat dulu jangan banyak bergerak !" Sahut Liria.


"Iya, aku tau..."


"Oh, iya, aku masing memiliki beberapa potion kau ambil dan pakailah !" Balas Ace serta kembali menawarkan bantuan.


"Hmm... Tidak perlu, aku juga masih ada beberapa lagi. Dengan kau baik-baik saja sudah cukup bagiku !" Jawab Liria dengan sopan menolaknya.


"Oh, baiklah. Ayo kita segera lihat elang api itu, apakah ada kejanggalan dengan monster kali ini..."


"Benar juga, aku hampir lupa..." Mereka berdua segera bergegas memeriksa burung elang api itu. Banyak petualang lain yang sudah berkerumun disana. Mereka sangat penasaran penyebab burung besar ini menjadi sangat kuat.


.


.


Sementara itu di altar es, grup lain dari kapten Helos masih harus berjuang melawan singa es yang sangat buas. Banyak petualang telah berusaha dengan keras menyerang singa itu, namun pertahanannya sangat kuat. "Kapten, jika kita hanya bergantung kepada para ahli sihir, maka kita tidak akan bisa bertahan lebih lama lagi" Ucap salah satu petualang yang nampak kelelahan.


"Ya, aku tau. Mereka juga sudah cukup banyak menggunakan energi. Dan singa itu masih terlihat baik-baik saja !" Sahut Helos khawatir.


"Dan petualang lain juga sudah kelelahan. Kita sudah benar-benar terpojok kapten !" Balas petualang sebelumnya.


"Kapten, selagi kita menunggu bantuan datang. Apa rencana selanjutnya ?!" Tanya petualang lain.


"Sebisa mungkin kita bertahan, dan jangan sampai lengah sedikit pun" Ucap Helos.


"Grooaarr !"


Singa es mengaung dengan keras, dan menghembuskan nafas dinginnya kearah para petualang itu. Dengan sigap Helos menghadang hembusan angin dingin tersebut. Dia menancapkan pedang besarnya ketanah dan membelah angin tersebut.


"Kapten, anda baik-baik saja !?"


"Tenang, ini bukan apa-apa !" Ucap Helos yang terlihat sedikit kelelahan. "Sebaiknya kalian segera gunakan potion masing-masing. Aku rasa bantuan akan sedikit agak lama datangnya" Sahut Helos menambahkan.


"Baik, kapten..."


"Grooaarr !"


"Blaasst !"


Seketika itu juga singa es menghentakkan kaki depannya. Dan mengeluarkan gelombang es yang mengarah ke para petualang tersebut. Gelombang itu membentuk duri-duri es runcing yang melaju dengan cepat.

__ADS_1


"Awas, kapten !"


"Cih, hyaa...!" Helos kembali menghentakkan pedang besarnya ketanah, dan membelah gelombang es tersebut.


"Slaassh !"


"Boomm !"


"Grooaaarr !"


Melihat Helos menahan serangannya, kemudian singa es dengan marah langsung berlari untuk menyerang. Singa es itu melaju dengan cepat dan melompat kearah Helos.


"Huh, kesini kau singa es ! Rasakan ini...!" Helos membalas serangan singa itu dengan menebaskan pedangnya kearah kepala singa tersebut.


"Rooaarr !"


Pedang besar Helos dengan gigi singa es yang tajam saling beradu. Singa tersebut menggigit pedang milik kapten Helos. "Cih, kuat sekali...!" Helos sembari menarik kembali pedangnya yang digigit oleh singa es itu.


.


.


"Lihat, kapten. Burung elang api mulai melebur !" Teriak seorang petualang.


"Lihat apa yang keluar dari tubuhnya !?" Sahut pria ras elf sebelumnya. "Eh ? Itu seperti yang sebelumnya...!" Balas Liria sembari melihat aura hitam yang keluar dari burung itu.


"Iya, aku rasa penyebab kekacauan disini juga sama seperti yang sebelumnya" Ucap Ace.


"Tidak mungkin, kalau begitu masalah ini tidak akan selesai sebelum kita benar-benar menemukan sumbernya" Jelas Liria khawatir.


"Hmm... Sebisa mungkin kita harus segera menemukan dalang dibalik semua kekacauan ini" Balas Ace.


"Lihat, kapten. Kristal-kristal itu...!"


Tubuh burung elang api melebur menjadi kristal elixir yang sangat banyak. Dan aura hitam telah hilang barsamaan meleburnya tubuh elang api itu. "Woah, kristal elixirnya banyak sekali...!" Ucap salah satu petualang.


"Ya, benar banyak sekali...!"


"Benar-benar banyak..."


"Haha... Kita bisa cepat naik tingkat..."


Para petualang lain ramai membicarakan kristal-kristal itu. Dan dengan segera Liria memerintahkan untuk membagi rata semua kristal elixir tersebut. "Kita bagi rata semua kristal-kristal ini, aku akan mengambil 2 persen dari kristal ini. Dan untuk Ace, karena dia yang telah mengalahkan burung ini, maka...!"


"Tunggu, Liria... Aku hanya akan mengambil 2 persen juga sepertimu. Tapi, aku akan membawa rune itu..." Ace menyela dan menunjuk kearah 5 rune tingkat menengah dihadapannya.

__ADS_1


"Eh ? Bukannya kau tidak menggunakan sihir ?" Tanya Liria penasaran.


Kelima rune tersebut merupakan 2 rune biru dengan kemampuan peningkatan sihir api, sebuah rune biru peningkat sihir angin, serta 2 rune hijau dengan kemampuan penambahan kecepatan.


__ADS_2