Ayo Pergi Ke Dungeon !

Ayo Pergi Ke Dungeon !
Spesial Musim Panas - Part 2


__ADS_3

"Ah, cukup melelahkan juga bekerja seperti ini !" Ucap Lorrain yang duduk disalah satu kursi.


"Ya, seperti ini sih bukan apa-apa buat kami !" Sahut Lucia menghampiri serta membawakan segelas air lemon dingin.


"Terima kasih, Lucia..." Lorrain mengambil gelas tersebut dan segera meminumnya. "Bukan apa-apa... Kalian memang sudah terbiasa, ya !?" Tanya Lorrain.


"Hmm... Karena sudah biasa jadi semakin terbiasa dengan hal seperti ini. Jika sepi kami malah menjadi bosan" Jawab Lucia kembali.


Didalam dapur terlihat Yuna juga sedang duduk di kursi kecil, nampak terlihat dia begitu kelelahan. "Ace, kau setiap hari bekerja ditempat seperti ini. Apa kau tidak merasa kepanasan ?" Ucap Yuna bertanya.


"Awalnya memang begitu, tapi karena sudah terbiasa aku tidak merasa kepanasan sekali pun" Jawab Ace yang terlihat masih membuat sesuatu. "Ini ketua, minumlah air lemon dingin ini... Agar kau merasa lebih segar !"


Ace kemudian memberikan segelas air lemon dingin kepada Yuna. Dan Yuna pun segera meminum air tersebut.


"Gleek... Hmm... Benar-benar segar setelah meminumnya ! Tapi sedikit terasa asam" Sahut Yuna merasa segar kembali.


"Benar, meski sedikit asam namun masih enak untuk diminum. Dan badan langsung terasa segar kembali" Ucap Ace menambahkan.


Tiba-tiba Carmen berteriak kaget melihat kedalam peti penyimpan bahan masakan yang sudah tinggal sedikit. Suara si gadis itu hingga terdengar semua pengurus kios dan pengunjung yang masih duduk disana.


"Aghh... Kita kehabisan bahan masakan !" Carmen berteriak.


"Ada apa Carmen, jangan berteriak sekeras itu..." Lucia kemudian datang menghampiri.


"Lihat senior, karena kita membawa bahan seadanya dari penginapan. Sekarang kita jadi kekurangan bahan masakan !" Ucap Carmen menunjukkan peti penyimpan yang hampir kosong.


"Ugh... Iya, aku juga belum belanja minggu ini. Kita harus segera membeli bahan masakan baru sekarang !" Sahut Lucia. "Hmm... Ace, tolong pergi belikan persediaan bahan masakan. Persediaan kita sudah hampir habis" Lucia menghampiri Ace didapur.


"Eh... Benarkah ? Aku hampir tidak melihatnya tadi karena sibuk memasak" Balas Ace yang ikut kaget. "Baiklah, aku akan pergi secepatnya..."


"Tunggu, Ace ! Maaf merepotkan kalian, ketua Yuna maukah anda juga ikut berbelanja bersama Ace. Dan ajaklah nona Lorrain bersama dengan kalian" Tanya Lucia kepada Yuna yang terlihat masih duduk dikursinya.


"Eh... Soal itu... Tentu saja aku akan membantu. Dan nanti biarkan aku yang mengajak Lorrain" Jawab Yuna dengan senang hati.

__ADS_1


"Anu... Tapi Lucia... Aku biasa pergi sendirian !" Ucap Ace mengelak.


"Tidak untuk kali ini, lagi pula dengan pergi bertiga akan jauh lebih ringan. Dan semakin banyak belanjaan yang dapat dibawa" Sahut Lucia membantah.


"Lucia... Kau tega sekali...!" Ace terlihat pasrah. "Aku mencoba meringankan bebanmu, loh !" Ucap Lucia kembali.


"Huh... Baiklah, ayo segera berangkat ketua ! Kita akan pergi ke pasar pelabuhan didekat sini" Ucap Ace dengan pasrah.


"Apa kau tidak suka aku bantu ?!" Tanya Yuna yang tiba-tiba berdiri. "Eh ?! Bukan... Maksudku aku senang anda bisa ikut denganku..." Ace sedikit canggung.


"Oh... Baiklah, aku kita berangkat ! Aku akan mengajak Lorrain terlebih dahulu tunggu sebentar..." Yuna kemudian segera keluar dan menghampiri Lorrain yang terlihat sedang duduk bersantai.


Tidak lama kemudian Yuna kembali bersama Lorrain yang terlihat sangat senang. "Ayo, Ace segera kita berangkat !" Ucap Lorrain yang segera mengambil tas dengan motif bunga berwarna hijau muda miliknya.


"Hmm... Ayo berangkat !" Sahut Ace.


Tidak lupa Lucia memberikan daftar belanjaan yang harus mereka beli setelah melihat bahan didalam peti yang hampir kosong. Serta memberikan koin perak secukupnya untuk membayar semua belanjaan.


"Baiklah, semua bahan yang habis sudah ditulis dalam daftar ini. Dan aku rasa sekantong koin perak ini sudah cukup untuk membayar semuanya !" Lucia memberikannya kepada Ace.


.


.


Setelah cukup lama berjalan, akhirnya ketiga orang itu sampai di pelabuhan. Terlihat ramai orang didalam wilayah pelabuhan. Pelabuhan Eleanor cukup luas, dan juga merupakan pusat dermaga terbesar dikota Eleanor. Banyak kapal berlabuh didermaga, mulai dari kapal besar hingga kecil, kapal barang dan kapal nelayan, serta kapal-kapal pesiar untuk disewakan kepada para petualang yang ingin berlibur.


"Wah... Ramai sekali !" Ucap Lorrain kagum.


"Ya, beginilah aktifitas dipelabuhan Eleanor. Banyak barang bagus baru turun dari kapal" Sahut Ace melihat sekeliling pelabuhan seperti mencari sesuatu.


"Barang bagus ?! Maksudmu seperti bahan masakan yang akan kita beli ?" Tanya Yuna yang juga sedang melihat sekelilingnya.


"Hmm... Ya, biasanya kita juga bisa mendapat harga yang lebih miring !" Sahut Ace kembali. "Dan juga bahan yang masih segar..." Ace menambahkan.

__ADS_1


"Oh, kalau begitu ayo segera kita cari bahan masakan yang terbaik !" Ucap Lorrain menyela.


"Hmm... Ini kita sedang mencarinya !" Sahut Ace kembali.


"Hah ?!"


Balas Yuna serta Lorrain bersamaan kaget mendengar ucapan Ace. "Dari tadi kita hanya berjalan biasa, apa kau sedang mencarinya, Ace ?!" Tanya Yuna penasaran.


"Ya... Itu salah satu bahan yang kita butuhkan. Ayo segera kesana !" Tunjuk Ace kearah penjual buah-buahan yang baru saja menurunkan kotak-kotak berisi buah dari kapal.


Ace segera menghampiri si penjual buah tersebut, Yuna mengikutinya dari belakang. "Eh ?! Tunggu aku..." Ucap Lorrain yang juga mengikuti mereka berdua.


"Ayo cepat, Lorrain !" Sahut Yuna bergegas.


"Pak, buah-buahan anda terlihat segar. Apa boleh aku beli beberapa buah-buahan ini ?" Tanya Ace sembari berbasa-basi kepada si penjual.


"Oh... Anak muda, penglihatanmu bagus sekali. Semua buah-buahan ini memang baru diturunkan dari kapal" Balas si penjual. "Tentu saja... Kau ingin membeli buah yang mana ?" Jawab si penjual itu dan balas bertanya.


"Apa aku boleh memilih buah ini sendiri ?" Ucap Ace bertanya kembali.


"Ya, tentu saja boleh... Silahkan kau pilih !" Balas si penjual mempersilahkan Ace untuk memilih.


Kemudian Ace segera mendekati kotak-kotak buah tersebut. Dan terlihat dia sedang memilih buah segar terbaik dari tumpukan buah-buahan itu. Sementara itu kedua wanita yang bersamanya hanya bisa melihat kelihaian Ace memilih buah-buahan itu.


"Ace, kau hebat sekali. Bisa melihat buah-buahan terbaik diantara tumpukan buah sebanyak ini" Ucap Yuna kagum.


"Tidak juga, ini karena sudah terbiasa !" Jawab Ace yang masih sibuk memilih buah.


"Benar, Ace. Kau memang hebat, bahkan aku sendiri bingung harus memilih buah yang mana" Sahut Lorrain disamping kirinya yang sedang memperhatikan.


"Haha... Terima kasih atas pujiannya. Apa kalian ingin aku ajari cara memilih buah yang segar juga !?" Ucap Ace bertanya.


"Hmm... Tenju saja !" Yuna menjawab.

__ADS_1


"Tenju saja mau...!" Sahut Lorrain.


"Baiklah, perhatikan..." Balas Ace yang kemudian menjelaskan cara milih buah segar. Nampak mereka bertiga sedang asyik memilih buah segar didalam kotak buah-buahan diantara ramainya aktifitas di pelabuhan.


__ADS_2