
Banyak petualang telah mendaftarkan diri mereka untuk berpartisipasi dalam tugas kali ini. Mereka membuat kelompok dan terlihat telah bersiap untuk berangkat.
"Ya, kak Miya. Sebisa mungkin masalah ini akan kami selesaikan" Ucap Ace sembari menepuk pundak Miya.
"Eh ? Terima kasih, Ace" Sahut Miya terharu
"Baiklah kak Miya, kalau begitu aku pergi dulu. Ada beberapa urusan yang harus aku kerjakan" Balas Ace dan segera meninggalkan ruangan Miya.
"Hmm... Berhati-hatilah Ace" Sahut Miya kembali.
Ace meninggalkan kantor pusat Guild, dan dengan cepat dia berlari menuju tempat penyulingan si tua Ymir. "Paman Ymir !!?" Ucap Ace yang masuk secara tiba-tiba kedalam tempat Ymir.
"Huaa...!!"
"Bruuaak !"
"Klaatannk !"
Karena kaget Ymir sampai jatuh dari tangga, dan beberapa senjata dan peralatan juga ikut terjatuh. "Ace !! Bisakah kau masuk dengan cara yang wajar !!" Sahut Ymir menggerutu.
"Hehe... Maafkan aku paman Ymir, ini penting, cepat pasangkan rune ini ke belati Azure !" Balas Ace sembari menyerahkan rune merah naga dan senjata miliknya.
"Hah, kau yakin ?"
"Kenapa tidak yakin, ini penting, cepatlah paman"
"Huft, dasar kau ini. Kau masih ingat kejadian tahun lalu ?" Tanya Ymir kepada Ace.
"Eh ? Oh...?! Hehe... Aku lupa paman"
"Ahhh...Kau ini, dasar...!! Ingat baik-baik, belati Azure adalah senjata kelas tinggi, dan rune nagamu juga memiliki kelas tingkat tinggi. Jika penyulingannya ingin berhasil maka memerlukan inti batu besi yang cukup" Ucap Ymir menjelaskan.
"Oh... Aku tidak memiliki inti batu besi itu ! Jadi, bagaimana ini paman ?!" Balas Ace histeris.
"Tenangkan dirimu, Ace !"
"Eh ? Iya, maaf paman" Sahut Ace.
"Kamu bisa membelinya di toko material, nona Urlic" Balas Ymir memberitahukan.
"Benar juga, terima kasih paman"
Ace segera keluar dari tempat penyulingan si tua Ymir, dan bergegas menuju toko material nona Urlic. Toko tersebut cukup jauh, terletak diwilayah selatan kota Eleanor.
"Aku harus cepat kesana..." Ucap Ace yang menambah kecepatan berlarinya.
.
__ADS_1
.
"Zed, dimana bantuan yang kamu maksud tadi ? Sampai sekarang aku belum melihat satu orang pun" Ucap Helos yang tidak sabar.
"Tenangkan dirimu, Helos. Sebentar lagi mereka akan datang. Oh ya... Liria, bagaimana keadaan sekitar ?" Balas Zed kemudian bertanya kepada Liria.
Liria datang dari arah lain, terlihat dia sedang melakukan pengawasan ke wilayah sekitar. "Tidak ada apa pun, sangat sepi. Hanya ada kabut dingin dan angin badai es" Jawab Liria menegaskan.
"Hmm... Memang ada yang aneh dengan Dungeon ini" Sahut Zed.
"Lihat, kenapa ada petualang disini ?!" Ucap salah satu pasukan yang melihat beberapa petualang memasuki Dungeon.
"Oh, itu mereka !?" Balas Zed senang.
"Apa maksudmu, Zed ?" Tanya Helos penasaran.
Banyak petualang terlihat keluar dari lingkaran teleportasi. Meraka berasal dari berbagai ras dan suku. Bersama-sama ingin membantu pasukan kerajaan menyelesaikan masalah kali ini.
"Setidaknya mereka petualang peringkat emas tingkat 5. Kau memang cerdik, kapten Zed" Ucap Liria memuji.
"Bukan apa-apa, ini hal mudah. Ini juga berkat bantuan Guild" Balas Zed.
"Jadi, ini semua bantuan untuk kita. Wah, hebat juga kamu Zed" Ucap Helos juga memuji Zed.
"Salam, para kapten pasukan kerajaan. Kami semua siap untuk membantu kalian" Ucap seorang petualang pria dari ras elf, dengan peringkat emas tingkat 6.
"Kira-kira ada 20 kelompok, kapten. Dan disetiap kelompok terdiri dari 5 petualang" Jawab salah satu petualang pria, dari ras halfbeast serigala.
"Woah, ini lebih dari cukup. Sebaiknya kita segera membentuk grup dan lekas selidiki apa yang sebenarnya terjadi disini" Ucap Helos.
"Baiklah, segera kita bentuk dalam 2 grup. Grup pertama ikuti kapten Helos, dan grup kedua ikut dengan kapten Liria. Masing-masing grup terdiri dari 10 kelompok. Bagaimana, apa kalian mengerti !?" Ucap Zed menjelaskan.
"Baik, kapten !"
"Segera laksanakan, kapten !"
"Siap, kapten !"
Para petualang itu nampak jelas mendengar perintah dari Zed. Tidak lama kemudian mereka telah terbagi dalam 2 grup dan siap untuk penyelidikan masalah kali ini.
"Dan kapten Zed, kenapa anda dan pasukan kerajaan yang tersisa tidak ikut dengan kami ?" Tanya si laki-laki ras elf.
"Maafkan aku sebelumnya. Asalkan kalian tau, masalah ini tidak boleh diketahui oleh sang ratu. Dan kami tidak ingin masalah di Dungeon ini turun hingga ke Dungeon yang lebih rendah. Maka dari itu aku dan pasukan yang lain akan menjaga di titik ini" Ucap Zed menjawab serta menjelaskan.
"Sudah paham, petualang ? Jadi, sebisa mungkin kita harus menyelesaikkan masalah ini tanpa sang ratu mengetahuinya" Sahut Liria menambahkan.
"Oh, jadi begitu..."
__ADS_1
"Baiklah, kapten. Kami akan membantu sekuat tenaga kami"
Banyak dari para petualang yang setuju dengan hal tersebut. Dan tanpa pikir panjang kedua grup itu segera berangkat menjelajah dan meninggalkan kemah pasukan kerajaan.
.
.
"Sampai juga..."
Ace tiba disebuah toko material yang terlihat cukup besar. Tanpa pikir panjang dia langsung menginjakkan kakinya memasuki toko tersebut. "Permisi...!" Ucap Ace.
"Ya, silahkan tuan ! Ada yang bisa aku bantu ?" Ucap seorang wanita ras halfbeast serigala memandang kearah Ace.
"Apa nona Urlic ada ?" Tanya Ace kepada wanita didepannya itu.
"Ya, dengan aku sendiri, tuan tampan !" Urlic menjawab dan sedikit menggoda Ace.
"Eh ? Aku membutuhkan inti batu besi, apa kau punya ?" Ace dengan gugup bertanya.
"Tentu saja ada, berapa yang kau butuhkan ?" Balas Urlic.
"Tidak banyak, hanya 20 inti batu besi"
"Apa ?! 20 kau bilang tidak banyak ? Kurasa kau bukan seorang petualang biasa. Apa yang sebenarnya kau buat, haa ?!" Ucap Urlic penasaran.
"Tidak ada, aku hanya ingin memasang sebuah rune ke senjata milikku" Jawab Ace mengelak.
"Aku rasa senjata itu bukan senjata biasa, dan dimana kau melakukan penyulingannya ?" Sahut Urlic bertanya.
"Hehe... Itu, di tempat paman Ymir"
"Astaga, si tua Ymir itu...! Apa kau anak bernama Ace itu ?"
"Eh ? Ya, apa aku mengenalmu. Aku rasa ini kali pertama aku datang kesini"
"Si tua Ymir yang memberitahu aku. Dan aku kira selera Geralf cukup lumayan" Ucap Urlic sembari menerawang kearah Ace. Seketika dimata nona Urlic terdapat sebuah titik cahaya yang muncul dari dalam diri Ace. Yang merupakan sebuah berkah mulia dari langit.
"Baiklah, tunggu sebentar aku akan mengambilkannya untukmu. Pelayan...! Bawakan aku 20 inti batu besi !" Teriak Urlic memanggil pelayannya.
Tidak lama kemudian para kurcaci pelayan toko muncul, serta membawakan sekantong penuh inti batu besi. "Ini nona, pesanan anda" Ucap si pelayan.
"Terima kasih, pelayanku !" Sahut Urlic, dan mempersilahkan pergi si pelayan tersebut. "Ini 20 inti batu besi, semua 160.000 koin perak" Ucap Urlic kepada Ace.
"Wah, terima kasih nona Urlic. Dengan ini aku bisa memasang rune itu ke senjataku" Ace menerima kantong berisikan inti batu besi itu, dan segera membayarnya.
"Kalau begitu aku permisi dulu, nona Urlic. Sekali lagi terima kasih atas bantuannya" Ucap Ace sopan dan segera meninggalkan toko material itu.
__ADS_1