Ayo Pergi Ke Dungeon !

Ayo Pergi Ke Dungeon !
Chapter 25


__ADS_3

Ace dengan samar-samar melihat kearah wanita didepannya itu. Aura hitam kembali muncul dari tubuh pria berambut kecoklatan itu. Warna matanya yang semula berwarna kebiruan kini berubah menjadi merah karena marah.


"Ace, kau sudah terlalu lama hilang kendali... Sebaiknya kau beristirahat. Maafkan aku...!" Wanita itu mengeluarkan sebuah serbuk berwarna merah muda dengan bau yang sangat harum. "Serbuk Inti sari Nekstar...! Sekarang tidurlah, Ace !" Kemudian dia meniupkan serbu itu kearah Ace.


Sontak Ace menjadi seperti tidak berdaya, matanya kembali menutup. Seakan kantuk yang begitu hebat telah menghampirinya. Seketika Ace tertidur dan dengan tanpa disengaja dia terjatuh dipelukan wanita itu. "Anak baik, sudah cukup kau membuat masalah hari ini !" Ucap wanita itu sembari mengelus kepala Ace. Dan begitu juga dengan keempat bayangan Ace, seketika mereka lenyap dan menghilang.


"Aggh, apa yang wanita itu lakukan ? Bisa-bisanya malah membuat dia tertidur !" Sahut perempuan ahli sihir.


"Waah, dia dengan mudah menjadi tertidur !


"Siapa sebenarnya wanita itu ?!"


Riuh para petualang lain membicarakan wanita ras elf dihadapan mereka itu. Sementara itu singa es terlihat marah dikarenakan serangannya telah digagalkan oleh wanita tersebut.


"Aku ingat, dia juga salah satu anggota aliansi prajurit bayaran !" Ucap Helos. "Si penjaga hutan suci, Lorrain !"


"Eh ? Nona Lorrain ?!" Sahut petualang lain kaget.


Akar yang membentuk dinding didepan Lorrain kembali kedalam tanah. Kemudian singa es kembali memasang kuda-kuda untuk menyerang. Sedangkan Ace terlihat sangat nyaman tertidur dipelukan elf berkulit putih itu, dengan menyandarkan kepalanya didada Lorrain.


"Kau wahai monster langka, kenapa kau menyerang mereka !" Ucap Lorrian bertanya kepada singa es itu.


"Grooaarr !"


"Baiklah, ini akan segera selesai. Sebelumnya, maafkan aku !"


Seperti dia mengerti arti aungan singa es tersebut, Lorrain menjawab dengan sopan. Dan kemudian dia mencabut tombaknya yang tertancap dilantai. Seketika singa es berlari dengan cepat kearah Lorrain yang masih memeluk Ace.


"Wahai dewiku...! Berikan aku berkahmu...! Belenggu Hutan !"


.


.


"Shriink !"


"Kraakk !"


"Boomm..."


Yuna terlihat berkeringat, dan Aeria nampak sedikit kelelahan. "Jumlah mereka tidak juga berkurang. Apa Einel belum menemukan si pengganggu itu !?" Ucap Aeria kesal.


"Bersabarlah, Eleanor cukup luas ! Jadi dia bisa berada dimana-mana !" Sahut Yuna, sembari bertarung dengan petualang yang kerasukan.

__ADS_1


"Jika seperti ini terus, pertahanan kita akan tertembus !" Aeria khawatir.


"Hmm... Tenang saja, mereka tidak akan lebih kuat dari pada ini !" Yuna kembali menyerang kerumunan para petualang yang telah kerasukan.


"Shriinkk !"


Gerombolan prajurit bayangan terhempas dengan keras, akibat pusaran api yang dikeluarkan oleh Aeria. Dia menebaskan kapak besarnya ketanah, sontak membentuk sebuah pusaran api yang kencang.


"Rasakan itu dasar bayangan sialan !" Ucap Aeria yang menahan nafas kelelahan.


"Aeria, jangan terlalu memaksakan dirimu" Sahut Yuna mengingatkan.


"Hah, aku sudah muak dengan mereka !" Balas Aeria.


.


.


Dengan cepat singa es melompat dan menerkam Lorrain yang tengah berdiri dihapannya. Seketika wanita itu menghentakan tombaknya ke lantai altar es. Dalam sekejap akar-akar pohon muncul dari bawah, kemudian akar tersebut menjerat dengan kuat tubuh singa es itu.


"Rooaarr !"


Singa es terhenti diantara akar-akar pohon yang menjeratnya. Monster besar itu hanya bisa meronta untuk melepaskan dirinya. "Akan aku akhiri penderitaanmu...! Bersiaplah !" Ucap Lorrain menegaskan.


"Hebat, tidak butuh waktu yang lama dia berhasil membuat monster itu tidak dapat bergerak !" Sahut perempuan ahli sihir.


"Luar biasa, wajar memang. Peringkat wanita itu jauh berbeda dari kita !" Balas pria ras setengah serigala menyela.


Terlihat Lorrain mengacungkan tombaknya kearah singa es itu. Kemudian muncullah sebuah lingkaran sihir dihadapan singa tersebut. "Beristirahatlah dengan tenang ! Cahaya Jiwa Suci...!" Ucap Lorrain, dan seketika bersinarlah sebuah cahaya kuning dari dalam lingkaran hingga menembus tubuh singa es itu.


"Wuuzz !"


"Grooaarr !"


Cahaya itu menyelimuti seluruh tubuh singa es, dan kemudian keluarlah sosok bayangan hitam dari dalam tubuh monster besar tersebut. Bayangan itu perlahan melebur dan lenyap hingga tidak tersisa.


"Aarrggghh..."


"Boomm !"


"Apa itu ? Bayangan siapa itu..." Ucap seorang petualang lain yang melihat bayangan itu melebur ditelan oleh cahaya kuning tersebut.


"Inilah kemampuan pemurnian jiwa milik si penjaga hutan suci, nona Lorrain ! Siapa pun yang terkena serangan ini, dapat dipastikan dia tidak akan selamat dengan mudah" Sabut Helos memperingatkan.

__ADS_1


"Benarkah, apa sehebat itu seorang anggota aliansi prajurit bayaran ?" Tanya perempuan ahli sihir.


"Iya, memang tidak bisa diragukan lagi. Dan petualang yang dia selamatkan juga termasuk salah satu anggotanya" Jawab Helos membuat kaget semua petualang lain.


"Astaga, pantas saja dia juga sangat hebat. Mampu bertahan melawan singa es itu !" Balas pria ras setengah serigala sebelumnya.


"Ya, dan aku juga pernah diselamatkan olehnya sekali !" Ucap Helos.


Semua petualang kagum melihat kemampuan Lorrain, dalam sekejap bayangan dari dalam tubuh singa es lenyap. Hal itu membuat monster besar tersebut menjadi tidak berdaya. Dan kemudian tubuh singa es juga melebur menjadi kristal elixir yang sangat banyak. Akar-akar yang menjerat singa es itu kembali kedalam tanah, serta pertarungan yang cukup lama itu akhirnya terselesaikan.


"Horreee...!"


"Kita berhasil ! Kita menang..."


"Akhirnya aku bisa beristirahat juga..." Helos terduduk lemas, dan segera dia mengistirahatkan dirinya dilantai altat.


"Syukurlah, berkat nona Lorrain kita bisa mengalahkan monster itu" Sahut perempuan ahli sihir yang juga duduk dengan lemas.


Seketika kabut dingin mulai menipis dan perlahan menghilang. Tidak lama datanglah kelompok bantuan yang dikirim oleh Zed. "Kapten, maafkan kami terlambat datang..." Ucap salah satu petualang dari kelompok itu.


"Tidak masalah, terima kasih telah datang ! Kami sudah selesai disini..." Ucap Helos dengan lega.


"Maksud kapten ? Apa monsternya sudah dikalahkan ?!" Tanya si laki-laki petualang itu.


"Ya, kalian sudah terlambat menyaksikan pertarungan yang begitu menegangkan" Jawab Helos.


.


.


"Ace ! Sadarlah, cepat bangun !" Ucap Lorrain sembari mencubit pipi kanan Ace.


"Ugh...hmm...!" Ace merasa terganggu dan dia mulai membuka matanya. "...Ada apa ini !? Aarrgg..." Tanya Ace yang terkejut bahwa dirinya telah tidur didada seorang wanita.


"Tenangkan dirimu" Sabut Lorrain.


"Haah... Senior Lorrain ! Kenapa kau bisa berada disini ?" Tanya Ace dan langsung menghindar dari pelukan wanita yang telah menyelamatkannya itu.


"Ceritanya panjang, sebaiknya kau tidak terlalu banyak bergerak dulu !" Jawab Lorrain memperingatkan.


"Eh ? Uggh...Huuk...! Tubuhku terasa berat" Seketika tubuh Ace terasa berat, dan terlihat dia duduk dilantai altar.


"Kau terlalu banyak menggunakan kekuatanmu. Energimu sudah terkuras habis, beristirahatlah sebentar" Ucap Lorrain.

__ADS_1


"Ugh... Dan kepalaku pusing sekali, aku juga tidak ingat apapun yang terjadi tadi !" Sahut Ace sembari memegang kepalanya.


"Sebaiknya kau jangan terlalu memikirkan hal itu terlebih dahulu ! Apakah kau masih mempunyai potion ? Minumlah..." Balas Lorrain menyela.


__ADS_2