Ayo Pergi Ke Dungeon !

Ayo Pergi Ke Dungeon !
Chapter 30


__ADS_3

Gumpalan awan hitam semakin terlihat pekat, sering kali kilatan petir terlihat diantara awan yang sedang berputar. "Rasakan ini...! Penghakiman Langit..." Teriak Einel dengan menunjuk mengunakan jari kirinya kearah sosok besar dibawahnya.


Seketika semua petir berkumpul dipusat putaran awan tersebut. Dan menyambarlah sebuah kilatan petir besar kearah makhluk bayangan besar itu.


"Blasstt"


"Shraakk"


"Boomm"


Kekuatan petir yang sangat besar langsung menyambar sosok itu, dan membakarnya ditanah. Gelombang yang dihasilkan oleh kekuatan petir itu hingga menggetarkan semua bagian kota Eleanor.


"Agghh..."


"Awas..."


"Ughh... Einel, kau terlalu berlebihan !" Ucap Yuna yang langsung merunduk mendekat dengan tanah. Serta dia tidak berani memandang kearah cahaya yang dihasilkan oleh petir itu.


Karena kuatnya cahaya yang dipancarkan oleh keliatan petir tersebut, hingga membuat mata menjadi buta sesaat. Serta kekuatan dari cahaya itu mampu menghancur leburkan prajurit bayangan disekitarnya.


"Cih, Einel... Kau selalu semaumu sendiri !" Sahut Aeria yang juga merunduk dan menutupi penglihatannya.


Sedangkan Dania menunduk dibelakang jendela diatas menara. Berlindung dari ledakan yang disahilkan oleh erangan petir tersebut. "Ughh... Ternyata senior masih saja merepotkan..." Ucap Dania yang sedang bersembunyi.


"Arrggg..."


Para petualang yang telah kerasukan terpental karena melihat cahaya dari kilatan tersebut. Dan sontak membuat sosok prajurit bayangan didalam tubuh mereka segera keluar dari tubuh para petualang itu dan melebur menjadi debu.


"Ada apa lagi ini ?" Ucap Lucia didalam penginapan, yang sedang bersembunyi dibawah meja. "Sebenarnya, getaran apa ini...?" Sahut Carmen yang juga sedang bersembunyi bersama Lucia. Para pengurus penginapan sedang berlindung dan bersembunyi dibawah meja, terlihat mereka begitu ketakutan.


.


.


Tidak lama kemudian serangan petir dari Einel berhenti. Gumpalan awan hitam kembali memudar, dan terlihat menjadi lebih terang. Nampak dari atas bahwa sosok besar itu telah tergeletak ditanah. Tubuhnya seperti retak, kemudian mengelupas serta menjadi serpihan-serpihan kecil dan melebur menjadi debu.


"Hmm... Goliath Bayanganku ! Bangkitlah..." Ucap Dania yang keluar dari persembunyiannya dan melihat kearah sosok besar itu.

__ADS_1


"Haha... Mudah sekali ! Memang tidak ada yang bisa menahan seranganku" Einel menatap kearah sosok besar tersebut dan nampak begitu puas telah mengalahkan sosok besar itu.


Namun prajurit bayangan masih bermuncul melewati lingkaran sihir teleportasi disudut-sudut kota Eleanor. Mereka kembali menyerang kearah wilayah kerajaan, secara bersamaan para prajurit bayangan berlari kearah kerajaan.


"Huh, mereka tidak ada hentinya ! Sosok besar itu telah tumbang, namun prajurit-prajurit ini masih saja bermunculan" Ucap Aeria kesal dengan kemunculan kembali prajurit bayangan.


"Tenangkan dirimu, Aeria ! Kita percayakan saja disana kepada Einel" Sahut Yuna yang kembali bertarung dengan prajurit bayangan.


Mereka berdua bertarung bersama, dan dibantu oleh para pasukan kerajaan serta para petualang lain untuk mempertahankan jalan masuk ke wilayah kerajaan Eleanor. Agar prajurit bayangan tidak dapat memasuki istana kerajaan.


Ditempat makhluk besar itu tergeletak, berkerumun para prajurit bayangan yang lainnya. Mereka kemudian saling menyatu dengan tubuh makhluk besar itu. Tubuh mereka melebur dan terserap oleh makhluk besar yang tergeletak tidak berdaya.


Kemudian tidak lama setelah beberapa prarujit bayangan itu menyatu dengan tubuh sosok besar tersebut. Makhluk bayangan besar itu kembali membuka mata besarnya. Dan dengan perlahan dia kembali berdiri.


"Apa...!? Sebenarnya apa yang terjadi dibawah sana...?" Ucap Einel kaget melihat berdirinya sosok besar itu dari atas awan kecil miliknya.


"Grooaarrr"


"Rooaarrr"


Makhluk besar itu berdiri tegak kembali dan mengaung dengan keras hingga membuat Eleanor bergetar. "Haha... Akhirnya kau kembali lagi !" Dania terlihat senang melihat sosok besar itu kembali berdiri.


.


.


Nampak para prajurit bayangan yang berada disekitar makhluk besar itu kembali menyatu dengan tubuh besarnya. Dan seketika menjadikan tubuhnya semakin besar dan lebih tinggi. Muncul beberapa duri dari tulang punggungnya. Serta tanduk dikepalanya semakin memanjang, ditambah tulang rusuknya menjadi terlihat lebih keras.


Jari-jari tangannya menjadi lebih lebar dengan kuku yang panjang. Dan kedua kaki yang nampak lebih kuat dengan jari-jari yang lebih besar.


"Apa-apaan makhluk ini...?" Ucap Einel terperangah. "Kenapa dia semakin membesar !?" Gumam Einel tidak percaya dengan penglihatannya.


"Haha... Senior, kau tidak akan semudah itu mengalahkan Goliath Bayanganku !" Sahut Dania yang tertawa dibalik menara.


"Kau...!? Apa yang kau perbuat ? Apa tujuanmu...!?" Einel terlihat sangat kesal. "Cih, mana mungkin dia menjawabnya..." Gumam Einel menggerutu.


Makhluk bayangan itu semakin besar hingga melebihi tinggi dari menara tempat Dania berada saat ini. Hingga terlihat dari seluruh sudut kota Eleanor. "Makhluk itu semakin besar !? Apa yang terjadi disana...?" Ucap Yuna terperangah penasaran, melihat kearah sosok besar itu.

__ADS_1


"Huh... Kenapa makhluk itu kembali bangkit ? Dan semakin membesar..." Sahut Aeria yang juga kaget melihat sosok besar yang berdiri tegak itu. "Yuna, bagaimana menurutmu ? Apa Einel mampu mengatasi makhluk itu sendirian !?" Tanya Aeria sembari mempertahankan keadaan.


"Hmm... Aku juga tidak yakin. Aku percaya, dia masih mempunyai rencana lain !! Fokus saja mempertahankan keadaan disini..." Jawab Yuna yang juga terlihat bertarung cukup berjauhan dengan Aeria.


"Cih, aku sebenarnya kurang yakin. Tapi memang tidak ada cara lain lagi selain menunggunya..." Balas Aeria yang nampak sibuk bertarung. "Dan... Prajurit bayangan ini kenapa juga semakin bertambah banyak !?"


"Shriink"


"Kraakk"


"Boomm"


.


.


Dijalanan yang begitu dingin dan ditutupi oleh kabut dingin yang melai menebal. Kelompok Helos segera merapat satu dengan lainnya. "Kalian jangan ada yang terpisah ! Kita harus waspada..." Ucap Helos memerintahkan.


"Kapten, sebenarnya ada apa disini ? Kenapa anda terlihat sangat khawatir !?" Tanya perempuan ahli sihir sebelumnya.


"Ini situasi yang buruk untuk kita semua ! Namun tenang saja, kalian hanya harus mengikuti setiap arahanku. Maka kita akan aman" Jawab Helos yang semakin membuat petualang lain menjadi penasaran.


"Apa maksud anda, kapten !? Kami tidak mengerti..."


"Ya, jelaskan dengan benar kapten !"


"...Jangan sembunyikan dari kami, kapten !"


"Diam semua !!" Lorrain tiba-tiba sedikit mengereskan suaranya dan menyela semua pertanyaan dari petualang lain.


"Eh ? Astaga, aku kaget... Jangan berteriak seperti itu, senior !" Ace yang kaget mendengar ucapan Lorrain. "Kalian jangan ada yang berbicara lagi. Ikuti saja perintah kapten, jika dia berkata ini situasi yang buruk maka jangan sampai lengah kalian semua !" Sahut Lorrain menjelaskan.


Dan semua petualang yang tadinya tidak percaya dengan perkataan Helos, kini menjadi lebih percaya ucapan kapten pasukan kerajaan itu. Serta mereka mulai berjalan kembali, mendaki gunung es tersebut secara bersamaan dan berdekatan.


"Kapten, kelompok lima belum juga kembali. Ini sudah melewati waktu yang telah ditentukan !" Ucap pria elf yang nampak khawatir.


"Iya benar juga, kemana perginya mereka ? Seharus mereka sudah kembali kesini..." Sahut si gadis setengah kucing yang sedang menghangatkan tubuhnya didekat api unggun.

__ADS_1


"Kita tidak bisa diam lagi disini. Kita akan melanjutkan perjalanan ini, aku harap kita juga bisa bertemu dengan kelompok lima !" Ucap Liria yang terlihat begitu cemas.


__ADS_2