Ayo Pergi Ke Dungeon !

Ayo Pergi Ke Dungeon !
Chapter 16


__ADS_3

"Kapten Zed, aku akan menyusul mereka. Apa kau mengetahui pasti situasi disini ?" Tanya Ace bersemangat.


"Maaf Ace, hingga saat ini mereka belum memberikan laporan. Dan aku khawatir terjadi sesuatu kepada mereka" Jawab Zed khawatir.


"Kau mempunyai bantuan para petualang ini, dan kau bisa meminta mereka untuk menyelidiknya" Ace menyela.


"Tidak bisa, aku tidak yakin dengan apa yang terjadi" Sahut Zed.


"Hmm... Baiklah, kalau begitu aku akan pergi sekarang. Dan akan aku laporankan situasinya kepadamu segera" Ucap Ace dan kemudian meninggalkan Zed di perkemahan.


.


.


"Haey burung gosong ! Coba lihat kearah sini !" Liria berteriak sembari memancing perhatian elang api tersebut.


"Kwaak !"


Elang itu melihat kearah Liria, dengan tatap marah karena merasa terganggu. Burung tersebut melebarkan kedua sayapnya, seketika hawa dingin menjadi sangat panas. "Burung pintar, ayo kesini..." Ucap Liria mengalihkan perhatian burung besar itu.


"Kapten sudah berhasil mengalihkan perhatian burung itu. Ayo para pemanah, cepat tembak monster burung itu !" Ucap laki-laki ras elf yang juga membawa busur panah besar.


"Hmm... Ayo lakukan !"


"Bersiap semua !"


Para petualang pemanah serentak mengarahkan senjata masing-masing kearah burung tersebut. "Mari gunakan teknik terkuat masing-masing ! Dan... Tembak !" Sahut laki-laki ras elf itu.


Secara bersamaan mereka melepaskan tembakan dengan kekuatan penuh. Anak panah melaju dengan cepat dan kuat kearah burung itu.


"Wuussh !"


"Boomm !"


"Blasst !"


"Kena !" Sontak laki-laki itu berteriak. Burung tersebut terjatuh dari atas pohon besar yang sudah tua. Dan terlempar cukup kuat hingga menggetarkan area disekitar.


"Bagus ! Kena kau !" Ucap Liria senang.


"Burung itu telah jatuh ! Sekarang giliran kita... Serang !" Sahut seorang pria ras halfbeast kucing dengan dua pedangnya.


Para petualang lain menyerbu burung itu. Secara bersamaan mendekati tubuh burung yang sudah lemas tidak berdaya. Namun, seketika api ditubuh burung tersebut mulai kembali berkobar. Panas kembali membakar hawa sekitar.


"Awas ! Berhenti...!" Teriak Liria kepada para petualang itu.

__ADS_1


"Kwaakk !"


"Wooshh !"


Burung besar itu kembali terbang dengan kobaran api menyelimuti tubuhnya. Petualang lain nampak terlempar karena hembusan angin yang disebabkan oleh burung itu.


"Aaggh...!"


"Wuuzz !"


"Semua, bertahan...!" Ucap salah satu petualang.


"Bagaimana mungkin dia tidak terluka sedikitpun !? Keras juga tubuhnya..." Sahut petualang lainnya.


"Tenang semua, kita pasti bisa mengalahkan monster ini !" Ucap Liria.


"Kwaakk !"


"Kita serang sekali lagi, jangan biarkan dia menyerang balik !" Ucap laki-laki ras elf sebelumnya.


"Baik, ayo semuanya, serang secara beruntun burung itu !" Sahut petualang dengan panah lainnya.


Mereka menghujani monster burung itu dengan anak panah. Tanpa henti mereka menembak, secara bergantian menyerang kearah burung tersebut. Sontak dengan cerdiknya burung itu menghindari setiap tembakkan yang datang.


"Sial, hebat juga burung ini !" Ucap petualang yang lain.


"Kwaakk !"


Burung elang api sontak melaju dengan cepat kearah para pemanah itu. Sembari menghindari setiap tembakan yang mengarah kepadanya. Dengan cakar apinya dia bersiap menyambar kearah para pemanah-pemanah tersebut.


"Awas !"


"Segera menghindar !"


"Wooshh !"


.


.


Ace dengan cepat melaju menerjang angin dingin didepannya. Dari arah depan terdengar suara gemuruh yang semakin mendekat. "Suara apa itu ?" Ucap Ace sontak berhenti mengawasi.


Tiba-tiba melompatlah seekor tikus api dari balik kabut es dan diikuti sekelompok tikus lainnya. Seketika membuat Ace kaget hingga terjatuh. "Astaga... Tikus api !" Ace bergumam.


Sebelum menyadarinya, tikus-tikus itu rupanya telah menganggap Ace sebagai pengganggu. Mereka berhenti berlari dan mengepung Ace yang seorang diri. "Hmm... Aku rasa kalian telah salah paham. Tapi, mau bagaimana lagi, ini saat yang cocok untuk mencoba senjata baru ini" Ucap Ace sembari mengeluarkan kedua belatinya.

__ADS_1


Sekitar 10 tikus api remaja, dan 5 tikus api dewasa mengelilingi Ace dengan tatapan marah. "Kemarahan kalian sangat beralasan, sebenarnya apa yang terjadi di Dungeon ini..." Sahut Ace yang melancarkan serangan pertamanya.


"Slaashh !"


Kecepatan Ace membuat dirinya unggul terhadap tikus-tikus itu. Dengan mudah dia mengalahkan beberapa tikus remaja hanya dengan dua kali tebasan. "Sisa 7 lagi... Aku rasa mereka masih kurang kuat untuk mencoba rune baruku ini, huh !" Ucap Ace menghela nafas.


"Sebaiknya selesaikan segera...! Langkah Iblis...!"


Sekejap saja Ace menumbangkan 5 tikus api dewasa dan 2 tikus api remaja. Kekuatan dan kecepatan Ace memang sangat luar biasa. Tidak lupa Ace segera menyerap semua kristal elixir yang dia dapat. Dan menigkatkan peringkatnya menjadi petualang emas tingkat 7.


"Wah, energiku bertambah lagi dan aku merasa kekuatanku sedang meluap"


Ace segera melanjutkan perjalanannya, dan sampailah dia disebuah persimpangan. "Huh, dua jalan bercabang... Harus pilih yang mana ?!" Ace bingung memilih.


.


.


Ditempat lain, Helos dan grupnya memutuskan untuk segera melanjutkan perjalanan mereka. Dan tiba-tiba terdengar suara aungan monster yang sangat keras. "Kapten, suara ini...!" Ucap salah satu petualang.


"Ya, tidak salah lagi. Ini suara singa es, aku rasa kita telah memasuki wilayahnya. Kalian berhati-hatilah, dan jangan sampai terpisah dari kelompok masing-masing" Sahut Helos memerintahkan.


"Baik, kapten !"


Mereka terus maju, dengan berhati-hati melewati tebing es dan melintasi bebatuan es yang cukup licin. Dengan saling membantu mereka melewati sebuah sungai yang telah membeku. Tiba-tiba terdengar suara monster itu lagi, dan kali ini nampak sangat dekat dengan mereka.


"Semuanya cepat menyeberang, dan yang sudah lewat selalu awasi sekitar !" Ucap Helos dengan tetap mengawasi sekitar.


Kabut es mulai menebal, angin kembali berhembus dengan kencang. Semua petualang telah menyeberangi sungai itu, dan mereka melanjutkan perjalanan.


"Lebih baik aku kirimkan laporan kepada kapten Zed. Agar dapat segera menyiapkan rencana selanjutnya" Ace dengan sebuah kertas pesan menulis sebuah kalimat pesan diatasnya. Dan dia menerbangkan kertas tersebut, kertas pesan itu seperti ditarik oleh sesuatu dengan cepat benda itu terbang menuju perkemahan pasuka kerajaan.


"Baiklah, sebaiknya aku pilih yang kanan saja. Melihat dari totem ini, berarti elang api. Cukup menantang untuk menguji rune baruku" Ace memilih jalan menuju burung elang api. Tanpa pikir panjang dia melaju dengan kecepatan penuh.


"Ini seperti rawa, tetapi membeku, apakah tidak ada kehidupan disini ?!" Gumam Ace sembari berlari dengan cepat. "Aku juga tidak melihat para petualang itu. Serta dimana Liria, dan kapten Helos ? Hmm... Bagaimana pun keadaan mereka, aku harap mereka baik-baik saja !" Sembari memikirkan mereka Ace masih berlari melintasi rawa es tersebut.


"Wuussh !"


Sekilas Ace mendengar sebuah pertarungan didepannya. Dan dia kembali menambah kecepatannya, segera dia melaju bagai angin yang tidak terhentikan.


"Wooshh !"


"Buumm !"


"Argghh !"

__ADS_1


Para petualang yang menyerang burung elang api tersebut, sedikit demi sedikit tumbang karena serangan cakar api burung itu. Dengan kuat dia menyambar kearah tanah dan mementalkan para petualang termasuk Liria. "Dia terlalu kuat untuk monster langka tingakat 12. Apa yang sebenarnya terjadi...?!" Ucap seorang petualang yang nampak kelelahan.


__ADS_2