
"Baiklah, mari kita kalahkan burung itu bersamaan. Aku ada sebuah rencana untuk mengalahkannya" Ucap Ace menatap Liria.
"Hmm... Ayo kita kalahkan monster itu !" Balas Liria yakin.
"Begini, kau alihkan perhatian burung itu. Dan perintahkan petualang lain untuk menyerang dari jarak jauh. Seperti disaat menghadapi kupu-kupu beracun. Aku akan menyerang langsung burung itu" Sahut Ace menjelaskan rencananya kepada Liria.
"Ace, sebelumnya kami juga menggunakan rencana yang sama. Tapi, burung itu sangat kuat. Hampir semua petualang disini tidak dapat menyentuhnya" Ucap Liria.
"Tenang saja, aku punya ide lain untuk itu. Ayo segera serang dia... Sebelum dia kembali menyerang" Sahut Ace.
"Hmm... Baiklah, aku yakin pasti kau bisa Ace !" Balas Liria dengan menaruh kepercayaan pada Ace.
Sontak Liria kembali memerintahkan kepada petualang lain untuk melakukan rencana sebelumnya. Para petualang dengan senjata jarak jauh menyerang burung tersebut. Dan petualang lain yang menggunakan senjata jarak dekat membantu pertahanan. Sedangkan Liria akan memancing perhatian burung elang api itu.
.
.
"Ace, kami sudah siap !"
"Baiklah, lakukan sekarang..."
"Hmm..."
Liria dengan cerdik memancing penglihatan burung tersebut. Burung itu memandangi Liria dari atas pohon. "Pemanah, serang sekarang...!" Ucap petualang ras elf sebelumnya.
Mereka kembali menghujani burung itu dengan tembakan. Secara bersamaan anak panah tersebut melaju kearah elang api dengan cepat. Namun, seperti sebelumnya burung itu nampak mengerti rencana yang mereka jalankan. Sehingga dia menangkis tembakan itu dengan mudah, menggunakan kibasan sayap berapinya. Membuat semua anak panah itu terbakar api hingga menjadi abu.
"Cih, sudah aku duga. Rencana ini akan sia-sia !" Ucap pria ras setengah serigala dengan pedang besarnya.
Burung elang api kemudian dengan sangat marah, menyerang kearah Liria. Sontak Liria memasang kuda-kuda pertahanannya. Burung itu melaju dengan cepat kearah Liria dengan kobaran api diseluruh tubuhnya.
"Kapten, cepat menghindar !"
"Cih, apa dia ingin bunuh diri...!"
Petualang lain yang melihat kearah Liria sontak mengkhawatirkan kapten perempuan dari pasukan kerajaan tersebut. Kemudian Liria mengeluarkan teknik pertahanan miliknya. "Dewi Cahaya berikan aku berkahmu...! Dinding Suci...!" Gumam Liria.
Sontak sebuah perisai berwarna kuning keemasan transparan yang cukup besar muncul dihadapan Liria. Dan burung elang api dengan kuat menghantam perisai itu dengan cakarnya. Seketika angin bergetar, hembusannya membuat gelombang besar yang menggetarkan tanah disekitarnya.
"Wuussh !"
"Boomm !"
"Shraakk !"
"Woah...! Lihat, dia menahan serangan burung itu sendirian. Hebat...!" Ucap seorang petualang.
"Jika dilihat dari sisi petualang, dia berada diperingkat emas tingkat 6. Tapi, dengan kemampuannya yang seperti itu. Dia mungkin bisa mengalahkan petualang emas tingkat 8 dengan sangat mudah" Sahut salah satu petualang.
__ADS_1
"Mereka yang terpilih oleh kerajaan memang sangat hebat !" Balas pria ras elf itu.
.
.
"Ace, aku tidak bisa menahannya terlalu lama !" Teriak Liria.
"Serahkan, sisanya kepadaku !" Sahut Ace.
Terlihat teknik perisai Liria mulai mengeluarkan retakannya. Nampak dengan jelas burung elang api semakin menekan Liria. "Ace ! Aku sudah tidak bisa menahannya !" Ucap Liria.
"Lihat, siapa pria itu ? Sejak kapan dia berada disana ?!" Tanya salah seorang petualang.
"Dan teknik itu...?! Sepertinya aku pernah melihatnya...!" Balas pria ras elf itu.
Ace memasang kuda-kuda menyerang, dan nampak lingkaran sihir muncul disekeliling tubuhnya. Terlihat gumpalan seperti asap hitam mengelilingi Ace. "Bayangan Iblis...! Langkah Iblis...!!" Gumam Ace mengeluarkan tekniknya.
Seketika muncul 4 bayangan hitam yang menyerupai Ace. Dan dengan cepat mereka melompat kearah burung elang api itu. "Itu dia, si iblis pembunuh ! Salah satu anggota aliansi prajurit bayaran"
"Oh, benarkah ?"
"Kita beruntung bisa melihat kemampuannya...!"
Dengan lincah keempat bayangan menyerbu burung itu. Sontak burung tersebut mengalihkan serangannya kepada bayangan-bayangan itu. Terlihat keempat bayangan dengan bergantian menyerang burung itu secara bertubi-tubi.
"Hebat, aku baru pertama kali melihat Ace seserius ini" Gumam Liria yang terlihat kelelahan.
Kemampuan Ace membuat para petualang lain kagum. Dan tidak bisa mengalihkan pandangan dari dirinya. "Tidak aku sangka, bisa melihat hal sehebat ini !" Ucap seorang petualang.
"Woozz !"
"Slaashh !"
"Shraakk !"
"Kwaakk...!"
Burung elang api terlihat kesal dengan bayangan Ace. Dan sontak membuat dia mengeluarkan teknik lain miliknya. Burung besar itu berputar hingga terbentuklah tornado api yang cukup kencang. Kemudian dia terbang menyapu semua bayangan yang mengelilinginya.
"Heh, teknik yang hebat. Sekali serang semua bayanganku langsung lenyap !" Ucap Ace kagum.
"Kwaakk !"
"Woossh !"
Tornado api itu kemudian menyerang kearah Ace, dengan cepat dia menyambar petualang itu. Sontak Ace melompat dan menghindari serangan tersebut. Berhasil menghindar, ternyata burung elang api itu masih kembali menyerang balik kearah Ace. Dengan serangan yang sama tornado apinya. Dia menghantam tubuh Ace dengan sangat keras.
"Wuush !"
__ADS_1
"Boomm !"
"Uggh ! Aarrggh...!"
Ace terlihat menahan serangan tersebut dengan kedua belatinya. Dan karena kerasnya hantaman yang dia terima, maka membuat Ace terlontar jauh hingga menghantam pohon tua dibelakangnya.
"Ace...?!" Ucap Liria berteriak khawatir.
"Astaga, dia terpental cukup kuat...!"
"Apa dia baik-baik saja ?!"
Petualang lain yang menyaksikan pertarungan tersebut sontak merasa takut dengan kekuatan si burung elang api. Teknik yang sangat hebat, mampu dengan mudah mengalahkan seorang petualang emas tingkat 7 itu.
"Ace, bangunlah...! Ace...!" Ucap Liria berteriak, dan berusaha membangunkan Ace.
"Uhuk... Ughh !"
.
.
Seketika Ace tersadar dan kemudian bangun kembali, serta dia berdiri tegak menghadap burung itu. "Serangan yang mematikan ! Hebat juga kau... Burung sialan !" Ucap Ace memuji.
"Wah, dia kembali berdiri...!"
"Lihat disana...!"
"Meski tubuhnya terluka, tapi dia berhasil bertahan...!"
"Aku rasa dia juga bukan petualang biasa !"
Para petualang melihat kearah Ace yang telah kembali berdiri. Dan berhasil menahan serangan tornado api dari burung elang api tersebut. Banyak dari mereka merasa kagum dengan kemampuan Ace.
"Ini boleh, melukaiku, tapi tidak untuk yang kedua kalinya !" Ucap Ace menggertak. "...Dan bersiaplah ! Akan aku kalahkan kau dengan sekali serangan !" Ace menambahkan dengan sebuah ancaman.
"Kwaakk !"
Burung elang api itu kembali marah, merasa dirinya telah diremehkan oleh Ace. Dia kembali berputar, mengeluarkan tornado api miliknya. Dan bersiap menyerang kearah Ace, serta dia terbang semakin tinggi untuk mendapatkan tekanan yang semakin kuat.
"Pintar juga kau...! Tapi, tetap saja akan aku kalahkan kau dengan sekali serang !" Sahut Ace yakin. Dan terlihat Ace kembali memasang kuda-kuda menyerang miliknya.
"Bumi dan Langit...! Berikan aku berkahmu...!" Gumam Ace sembari mengumpulkan seluruh energinya.
Terlihat gumpalan asap hitam mengelilingi tubuh Ace. Kemudian semakin membesar, hingga menyelimuti seluruh tubuh Ace. Empat bayangan menyerupai Ace kembali muncul dari asap hitam itu. Dengan kuda-kuda yang sama mereka nampak bersiap untuk menyerang burung besar tersebut.
"Kwaakk !"
"Woosshh !"
__ADS_1
"...Bayangan Pembunuh !"