Ayo Pergi Ke Dungeon !

Ayo Pergi Ke Dungeon !
Chapter 21


__ADS_3

Singa es mulai berlari kearah Ace, dengan tatapan marah dia melaju sangat cepat. "Huh, dia cepat juga..." Ucap Ace memuji.


"Ace, berhati-hatilah. Pertahanan singa ini cukup kuat !" Sahut Helos.


"Tenang saja kapten, soal kecepatan aku tidak akan kalah. Dan soal kekuatan, mana ada yang tidak bisa aku tembus !" Ace sedikit percaya diri menghadap kearah singa es itu.


"Kau ini..."


"Groooaarr !"


Singa es melompat dan menyerang langsung Ace dengan cakar tajamnya. Namun Ace menghindari serangan tersebut, dengan langkah mudah dia mengelak dari semua serangan yang ditujukan kepadanya. Singa es semakin marah, kemudian dia membuka lebar mulutnya. Sontak dia menghembuskan nafas dingin kearah Ace.


"Woah... Hebat juga kau !?"


"Rooaarr !"


"Wuuussh !"


Hawa dingin berhembus kearah Ace, kemudian dengan cepat dia melompat menghindari serangan itu. Sesaat itu juga, lantai altar langsung membeku dan memunculkan gundukan es akibat nafas dingin dari singa tersebut.


"Untung saja, coba kalau aku kena serangannya tadi. Aku bisa jadi patung es yang konyol disini !" Ucap Ace.


"Groooaar !"


"Sekarang giliranku...! Langkah Iblis...!"


Ace dengan sangat cepat melaju kearah singa es itu. Dan menlancarkan beberapa serangan dengan belatinya. Dengan kecepatannya dia terus menebas singa es tersebut.


"Groooaar !"


Namun, seakan tidak merasakan apapun singa es terus berdiri berdiam dan bertahan menerima serangan dari Ace. "Astaga, monster macam apa kau ini ?" Ucap Ace yang merasa serangannya tidak berdampak kepada singa itu.


"Sudah aku bilang tadi, dia memiliki pertahanan yang kuat !" Helos kembali mengingatkan.


"Hmm.... Memang kuat, tapi pasti ada celahnya" Balas Ace yang nampak melakukan kuda-kuda bersiap untuk menyerang.


"Apa yang akan kau lakukan Ace ?" Tanya Helos.


"Lihat anak itu, apa yang akan dia lakukan ?"


"Apa dia tidak waras...!?"


"...Iya, apa yang akan dia lakukan !?"

__ADS_1


Sontak para petualang lain dibuat kaget oleh Ace. Terlihat dia seperti akan melancarkan sebuah serangan yang sangat dahsyat. "Akan aku selesaikan..." Ucap Ace dengan tatapan tajam kearah singa es itu.


"Langkah Iblis...!"


.


.


Dengan cepat Ace menghilang, karena melaju sangat cepat menusuk kearah singa es itu. Seketika dia sudah berada didepan singa es itu, dan melompat untuk menusukkan kedua belatinya.


Namun sepertinya serangan Ace sudah terbaca oleh singa es tersebut. Kemudian singa itu membuat perisai es untuk menghalangi serangan Ace. Sontak Ace menusukkan belati miliknya, dan mengenai perisai es itu. "Ugh... Perisai seperti ini tidak akan menghalangiku..." Dengan sangat kuat Ace menekan belati miliknya.


Namun tidak ada sedikit pun terlihat goresan dipermukaan perisai es tersebut. Hal itu membuat Ace semakin kesal. "...Keras juga kau ! Bayangan Iblis...!" Dan membuat Ace mengeluarkan keempat bayangannya untuk membantunya.


Setiap bayangan menusukkan kedua belati mereka. Dan tidak juga terlalu berdampak pada perisai es tersebut.


"Grooaarr !"


Aungan singa itu hingga membuat petualang lain menutup telinganya. Dikarenakan kerasnya gelombang suara yang dihasilkan. Dan juga membuat bayangan-bayangan Ace memudar, dan menghilang.


"Apa ? Hebat juga kau...!?" Ace bertambah marah.


Namun getaran yang juga dihasilkan gelombang suara terhadap perisai es membuat salah satu belati Ace menjadi retak. "Ugh... Apa yang terjadi ?" Ucap Ace kaget.


"Shriinnkk !"


"Kraakk !"


Membuat pertahanan Ace goyah sesaat, dan harus menerima serangan dari singa es itu. Ace terlempar cukup keras hingga membentur lantai altar yang licin dan dingin.


"Arrgghh..."


"Brruukk !"


"Rooaaarrr !"


Dengan luka cakaran ditubuhnya Ace nampak terbarin kaku dilantai. Para petualang lain yang menyaksikannya turut bersedih dan kaget melihat kejadiaan itu. "Cih, Ace... Bangunlah !" Teriak Helos khawatir.


"Anak itu sungguh berani...!"


"Ya, dia juga hebat ! Namun sayang dia juga tidak bisa mengalahkan singa itu..."


"Tunggu semua, lihatlah baik-baik kearah anak itu !"

__ADS_1


Salah satu ahli sihir petualang perempuan menunjuk kearah Ace. Terlihat dari kejauhan Ace kembali berdiri, dan dengan belati yang patah ditangan kirinya. "Kau ! ...Kau membuat belati kesayanganku patah ! ...Kau harus menggantinya !" Sahut Ace yang terlihat marah.


.


.


Aura kebiruan mulai muncul dari tubuh Ace, dan disusul dengan aura gelap yang mulai menyelimuti badan Ace. Pandangan Ace hanya tertuju pada singa es itu, dengan tatapan kosong dia sangat marah hingga auranya terpancar cukup kuat.


"Astaga ! Dia hilang kendali... Bagaimana bisa ?" Ucap Helos kaget. "Jika dibiarkan maka dia bisa menghancurkan dirinya sendiri ! Cih, bagaimana ini...!?"


"Jangan-jangan anak itu sudah kehilangan kendali...!"


"Astaga ! Ini lebih buruk lagi"


Ace terlihat telah jatuh kedalam amarahnya, seketika muncul empat bayangan hitam dengan tanduk kecil dihadi mereka. Setiap bayangan hanya memegang satu belati ditangan kanan mereka.


"Apakah itu kemampuannya ?"


"Itu mirip yang sebelumnya, bukan ?!"


"Itu iblis bayangan...! Bukan bayangan biasa, melainkan bayangan yang memiliki kesadarannya sendiri. Iblis bayangan itu mirip bayangan-bayangan yang sebelumnya, namun kali ini mereka lebih cerdas dan tidak mudah untuk dikendalikan" Jelas Helos yang mengkhawatirkan Ace.


"Akan ku bunuh kau...!" Ace dan bayangannya melaju kearah singa es itu.


Mereka meyerang tanpa henti dan bertubi-tubi. Namun terlihat singa es itu masih mempertahankan dirinya dari serangan Ace. "Dia hebat, dapat mengkoordinasi bayangan itu meski dalam keadaan marah !" Ucap petualang lain yang melihat pertarungan Ace dan singa es itu.


"Rasakan ini...! Akan aku bunuh kau...!" Teriak Ace sangat marah.


Dia dan keempat bayangannya menyerang dengan kekuatan penuh. Mereka saling bekerjasama untuk menembus pertahanan singa es tersebut. Namun kerasnya pertahanan singa es sangat sulit untuk ditembus. Suara belati azure dan kerasnya perisai es saling beradu, menggema diseluruh tebing-tebing es disekitar altar es.


"Pertarungan ini masih tidak seimbang !"


"Ya, dilihat dari sisi mana pun. Siapa yang bertahan paling lama dialah pemenangnya"


"Dan aku pikir, singa es sangat diuntungkan. Karena memiliki pertahanan yang sangat kuat !"


Petualang lain riuh saling menukarkan pendapat masing-masing. Mereka berharap Ace menjadi pemenang dalam pertarungan dengan singa es. Namun, nampak beberapa kali Ace dan bayangannya terkena cakaran dari singa es itu. Yang membuat mereka cukup berusaha keras menembus pertahanan singa es tersebut.


"Mustahil, bahkan singa es pun masih bisa menahan serangan Ace !" Ucap Helos khawatir.


"Kapten, apa yang harus kita lakukan ?" Tanya seorang petualang.


"Jaga jarak kalian, jangan lakukan apa pun sebelum aku perintahkan !" Jawab Helos yang juga mengkhawatirkan pasukannya. "Sebenarnya aku juga tidak tau apa yang harus dilakukan ! Aku sama sekali tidak ada rencana, ini diluar rencanaku yang sebelumnya" Gumam Helos yang terlihat kebingungan.

__ADS_1


__ADS_2