
Ditengah kota Eleanor yang ramai nampak Lucia dan Carmen sedang berbelanja kebutuhan untuk penginapan. Disaat mereka tiba didepan kios buah-buahan tidak sengaja seorang petualang ras setengah serigala menghampiri.
"Hay, Lucia ! Lama tidak bertemu..." Ucap Ruu yang kepada gadis pengurus penginapan tersebut.
"Eh ? Ruu... Sedang apa kau disini ?" Tanya Lucia.
"Aku sedang tidak ada kegiatan, di aliansi pun juga sedang tidak sibuk !" Jawab Ruu dengan santai.
"Senior, pria ini siapa ? Aku tidak pernah lihat senior mempunyai teman seperti dia" Sahut Carmen bertanya dan dengan polosnya.
"Heh ?! Dia adalah Ruu, ksatria perak dari aliansi gerbang suci. Seperti namanya, aliansi gerbang suci selalu bertugas sebagai penerima para petualang dari luar Eleanor. Mereka dipercaya oleh sang ratu untuk membantu menjaga setiap gerbang masuk ke dalam Eleanor" Balas Lucia menjelaskan.
"Oh, pantas saja aku tidak pernah melihatnya ! Pasti dikarena pekerjaan yang membosankan di aliansi itu. Mengawasi gerbang-gerbang itu setiap hari dan setiap saat" Sahut Carmen kembali.
"Hahaha... Sebenarnya tidak begitu membosankan. Dan Ace dulu pernah ingin menjadi anggota dari aliansi gerbang suci" Ucap Ruu dan membuat Carmen menjadi penasaran.
"Eh ? Senior Ace... Tapikenapa dia sekarang menjadi petualang mandiri ?" Sahut Carmen dan balas bertanya.
"Sebenarnya dia bukan petualang mandiri !" Ucap Lucia menyela sembari memilih beberapa buah yang terlihat segar.
"Heh ? Maksud senior, bagaimana bisa ?!" Tanya Carmen.
"Ace, adalah teman lamaku. Kami bertemu ketika berada didalam Dungeon tingkat 4. Aku sedang menjalankan tugas untuk mencari beberapa material, dan saat itu aku dalam keadaan terpojok" Sahut Ruu.
"Kenapa anda bisa terpojok ?" Balas Carmen bertanya.
"Beberapa troll besar menghadangku. Dan Ace tiba-tiba muncul, kemudian dia membantuku. Dia sangat hebat, semua troll itu dia kalahkan sendirian !" Jawab Ruu.
"Hmm... Aku juga mendengar cerita yang sama darinya. Dan soal Ace bukanlah seorang petualang mandiri itu fakta yang benar. Dia adalah anggota dari aliansi prajurit bayaran !" Ucap Lucia kembali menyela.
__ADS_1
"Woah, benarkah ? Sehebat itukah kemampuan senior Ace ?!" Sahut Carmen.
"Iya, benar sekali. Pertama kali Geralf merekomendasikan Ace menjadi anggota dari aliansi itu dikarenakan kemampuannya yang hebat" Ucap Ruu menambahkan.
"Oh, jadi senior Ace tidak menjadi anggota gerbang suci karena sudah direkomendasikan tuan Geralf untuk menjadi anggota aliansi prajurit bayaran !" Sahut Carmen kembali.
"Hmm... Seperti itulah" Lucia menyela dan nampak dia sudah selesai memilih buah yang akan dia beli. "Carmen, segera bayar buah-buahan ini dan ayo kita segera pulang !"
"Lucia, kau terburu-buru sekali. Aku senang bisa bertemu denganmu, tapi kau malah ingin segera pergi" Terlihat Ruu yang sedikit kecewa.
"Masih banyak pekerjaan dipenginapan, jadi aku harus cepat" Jawab Lucia mengelak.
"Baiklah, kapan-kapan aku akan mengunjungimu di penginapan. Kalau begitu aku juga harus pamit, sampai jumpa lagi !" Ucap Ruu yang langsung pergi meninggalkan kedua gadis itu dikios buah-buahan.
Sementara itu terlihat Carmen sedang membayar sejumlah koin perak kepada pak tua penjaga kios buah. Dan setelah Carmen selesai membayar, mereka segera membawa semua belanjaan kembali pulang menuju penginapan.
"Sudahlah, dia itu hebat. Pasti dia akan kembali dan menepati janjinya !" Sahut Lucia dengan sedikit bersuara keras.
"Eh ? Senior, pelankan suaramu..."
"Ah ?! Maafkan aku Carmen. Aku sangat khawatir dengan Ace, meski dia hebat. Dahulu dia pernah kehilangan kendali, disaat itu dia sedang menjalankan tugas pembersihan monster yang meresahkan di kota Eleanor. Seluruh kota hancur karena ulah monster-monster itu..." Lucia bercerita.
"Apa itu bencana paling merugikan yang pernah terjadi di Eleanor ? Aku membaca berita itu di beberapa artikel milik perpustakaan" Balas Carmen menyela.
"Iya, kejadian itu diluar kuasa sang ratu. Ketika itu gerbang antara Dungeon dan kota Eleanor mengalami kerusakan. Beberapa monster keluar dari dalam menara Dungeon, dan mulai merusak kota. Saat itu semua aliansi dan pasukan kerajaan bekerja sama membersihkan semua monster-monster itu" Ucap Lucia.
"Kemudian apa yang terjadi dengan kalian ?" Tanya Carmen.
"Semua itu dikarenkan monster itu menghancurkan penginapan. Ace menjadi sangat marah, dan mulai kehilangan kendali. Beberapa monster dia kalahkan sendirian, namun keadaan tidak bertambah membaik. Ace mulai menyerang petualang lain dan juga pasukan kerajaan. Disaat itu aku tidak bisa melakukan apa pun..." Jelas Lucia yang nampak sedih.
__ADS_1
"Di artikel aku rasa tidak ditulis sedemikian rupa. Jadi itu kenangan buruk diantara senior Lucia dengan senior Ace. Aku berharap hal itu tidak terjadi lagi, sekarang aku mengerti kenapa senior tidak pernah membahas tentang senior Ace !" Sahut Carmen.
.
.
Di rawa es yang begitu dingin, grup Liria terlihat sedang beristirahat. Banyak dari mereka terlihat sangat kelelahan akibat pertarungan melawan burung elang api. "Kapten, apa rencana selanjutnya ? Kami sudah siap berangkat..." Ucap pria petualang dari ras elf.
"Tunggu sebentar lagi, kita istirahat lebih lama disini. Aku tidak ingin kejadian seperti ini terulang lagi, dikarenakan ketidak siapan kita !" Jawab Liria tegas.
"Baiklah, kapten..."
"Ace, kau lama sekali. Apa ada sesuatu dengan kalian disana ?" Gumam Liria memikirkan Ace dan kelompok dari kapten Helos.
Sementara itu Zed di perkemahan sedang sibuk dengan para petualang baru yang ikut bergabung. Dia telah menerima kartu pesan dari Ace dan Liria sebelumnya, dan kartu pesan permintaan bantuan dari Helos. Kini Zed harus memilih para petualang itu untuk pergi ke tempat Helos dan Liria.
"Baiklah, berhubung situasi cukup genting. Dan jumlah kalian cukup sedikit, petualang ahli sihir dan petualang dengan serangan tinggi segera pergi ke tempat kapten Helos" Ucap Zed kepada petualang didepannya.
Dan dengan segera 8 petualang ahli sihir serta 6 petualang dengan serangan tinggi berangkat ke tempat kapten Helos. Kemudian sisanya adalah 7 petualang pendukung dan 4 petualang pertahanan.
"Dan untuk sisanya pergilah ke tempat kapten Liria, seperti kelompok pertama kalian bertugas untuk membantu mereka. Segera beangkat... Aku mengandalkan kalian !" Zed memerintahkan dan memohon bantuan.
"Baik kapten...!" Jawab salah satu gadis petualang pendukung di kelompok kedua.
Kelompok itu juga segera meninggalkan perkemahan. Mereka telah mendapat petunjuk arah sebelumnya, agar mereka tidak tersesat. Dan segera sampai ketempat kapten pasukan kerajaan berada. "Aku benar-benar berharap kepada kalian, semoga kalian sampai ditempat mereka dengan aman !" Gumam Zed mengkhawatirkan para petualang itu.
Dan didalam kota Eleanor terlihat sosok asing berdiri diatas salah satu bangun kota. Dengan jubah hitam serta membawa sebuah buku dipinggangnya. "Kota ini memang indah, sayang aku harus segera meratakannya..." Ucap gadis misterius itu.
Angin berhembus kencang diseluruh kota Eleanor, membuat kincir angin berputar dengan cepat. Dan gadis misterius itu menghilang bersamaan dengan hembusan angin yang kencang.
__ADS_1